<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5174795030016746954</id><updated>2011-08-19T08:53:03.687-07:00</updated><category term='lingkungan tidak sehat'/><category term='hunian'/><category term='Siswa'/><category term='Membudayakan'/><category term='Sanitasi'/><category term='Pengertian Kesehatan Lingkungan'/><category term='Lingkungan'/><category term='Dinas Kesehatan'/><category term='Kesehatan Lingkungan PPT'/><category term='kepadatan'/><category term='Rumah Sehat'/><category term='Kesehatan Lingkungan Adalah'/><category term='industri'/><category term='dinding'/><category term='Pencemaran Udara'/><category term='logo'/><category term='rumah sakit'/><category term='pembangunan'/><category term='Pengertian Kesehatan'/><category term='perencanaan'/><category term='Lingkungan Perumahan'/><category term='Lingkungan Sehat'/><category term='lingkungan industri'/><category term='laut'/><category term='Kesehatan Kerja'/><category term='kesehatan lingkungan industri'/><category term='rumah'/><category term='Higiene Industri'/><category term='Hidup Bersih'/><category term='Pemukiman'/><category term='Pencemaran Tanah'/><category term='Perusahaan'/><category term='Hidup'/><category term='Kesehatan Lingkungan Hidup'/><category term='Keselamatan Kerja'/><category term='Logo Keselamatan dan Kesehatan Kerja'/><category term='lingkungan alam dan buatan'/><category term='Logo Rumah Sakit Umum'/><category term='kesehatan'/><category term='Sampah'/><category term='waduk'/><category term='menjaga lingkungan'/><category term='Lingkungan Kerja'/><category term='lingkungan alam'/><category term='PPT'/><category term='Puskesmas'/><category term='ventilasi'/><category term='Jamban'/><category term='Kesehatan Lingkungan Masyarakat'/><category term='Perumahan Sehat'/><category term='lingkungan buatan'/><category term='Masyarakat'/><category term='kesehatan lingkungan rumah sakit'/><category term='Kesehatan Lingkungan Pemukiman'/><category term='Kesehatan Lingkungan Kerja'/><category term='Air Bersih'/><category term='Kesehatan Lingkungan'/><category term='Kesehatan Lingkungan Puskesmas'/><category term='bangunan'/><category term='Kesehatan Lingkungan Sekolah'/><category term='WHO'/><category term='Logo Rumah Sakit Husada'/><category term='Koleksi Logo Rumah Sakit'/><category term='pegunungan'/><category term='Pengertian Lingkungan'/><category term='lingkungan rumah sakit'/><category term='Lingkungan Sekolah'/><title type='text'>Kesehatan Lingkungan | Lingkungan dan Kesehatan</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5174795030016746954/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Neng Novie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15278417659884257785</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://1.bp.blogspot.com/_fg5YaBD5Q2c/TEsvUNfDcrI/AAAAAAAAAI4/UjehE7MGkn4/S220/contact.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>27</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5174795030016746954.post-7350343573417496909</id><published>2010-08-15T01:19:00.000-07:00</published><updated>2010-08-15T01:30:05.963-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Logo Rumah Sakit Husada'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Koleksi Logo Rumah Sakit'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Logo Rumah Sakit Umum'/><title type='text'>Koleksi Logo Rumah Sakit, Logo Rumah Sakit Umum, Logo Rumah Sakit Husada,</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a herf="'http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com/" title="logo rumah sakit, logo rumah sakit husada, logo rumah sakit bersalin, logo rumah sakit medistra, logo rumah sakit umum"&gt;&lt;img style="width: 125px; height: 125px;" alt="logo rumah sakit, logo rumah sakit husada, logo rumah sakit bersalin, logo rumah sakit medistra, logo rumah sakit umum" src="http://ajaniz.files.wordpress.com/2008/08/doctor-logo1.jpg" title="logo rumah sakit, logo rumah sakit husada, logo rumah sakit bersalin, logo rumah sakit medistra, logo rumah sakit umum" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a herf="'http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com/" title="logo rumah sakit, logo rumah sakit husada, logo rumah sakit bersalin, logo rumah sakit medistra, logo rumah sakit umum"&gt;&lt;img style="width: 125px; height: 125px;" alt="logo rumah sakit, logo rumah sakit husada, logo rumah sakit bersalin, logo rumah sakit medistra, logo rumah sakit umum" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/b/bf/ADIHUSADA_1.jpg" title="logo rumah sakit, logo rumah sakit husada, logo rumah sakit bersalin, logo rumah sakit medistra, logo rumah sakit umum" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a herf="'http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com/" title="logo rumah sakit, logo rumah sakit husada, logo rumah sakit bersalin, logo rumah sakit medistra, logo rumah sakit umum"&gt;&lt;img style="width: 125px; height: 125px;" alt="logo rumah sakit, logo rumah sakit husada, logo rumah sakit bersalin, logo rumah sakit medistra, logo rumah sakit umum" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/3/37/Logo_rshs.jpg" title="logo rumah sakit, logo rumah sakit husada, logo rumah sakit bersalin, logo rumah sakit medistra, logo rumah sakit umum" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a herf="'http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com/" title="logo rumah sakit, logo rumah sakit husada, logo rumah sakit bersalin, logo rumah sakit medistra, logo rumah sakit umum"&gt;&lt;img style="width: 125px; height: 125px;" alt="logo rumah sakit, logo rumah sakit husada, logo rumah sakit bersalin, logo rumah sakit medistra, logo rumah sakit umum" src="http://www.husada.co.id/vulcan/Gambar/LogoHusada.png" title="logo rumah sakit, logo rumah sakit husada, logo rumah sakit bersalin, logo rumah sakit medistra, logo rumah sakit umum" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a herf="'http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com/" title="logo rumah sakit, logo rumah sakit husada, logo rumah sakit bersalin, logo rumah sakit medistra, logo rumah sakit umum"&gt;&lt;img style="width: 125px; height: 125px;" alt="logo rumah sakit, logo rumah sakit husada, logo rumah sakit bersalin, logo rumah sakit medistra, logo rumah sakit umum" src="http://www.rspelni.co.id/images/stories/filosofi-logo.gif" title="logo rumah sakit, logo rumah sakit husada, logo rumah sakit bersalin, logo rumah sakit medistra, logo rumah sakit umum" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a herf="'http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com/" title="logo rumah sakit, logo rumah sakit husada, logo rumah sakit bersalin, logo rumah sakit medistra, logo rumah sakit umum"&gt;&lt;img style="width: 125px; height: 125px;" alt="logo rumah sakit, logo rumah sakit husada, logo rumah sakit bersalin, logo rumah sakit medistra, logo rumah sakit umum" src="http://rscm.co.id/img/logo.jpg" title="logo rumah sakit, logo rumah sakit husada, logo rumah sakit bersalin, logo rumah sakit medistra, logo rumah sakit umum" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a herf="'http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com/" title="logo rumah sakit, logo rumah sakit husada, logo rumah sakit bersalin, logo rumah sakit medistra, logo rumah sakit umum"&gt;&lt;img style="width: 125px; height: 125px;" alt="logo rumah sakit, logo rumah sakit husada, logo rumah sakit bersalin, logo rumah sakit medistra, logo rumah sakit umum" src="http://www.who.or.id/images/who_logo_big.gif" title="logo rumah sakit, logo rumah sakit husada, logo rumah sakit bersalin, logo rumah sakit medistra, logo rumah sakit umum" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a herf="'http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com/" title="logo rumah sakit, logo rumah sakit husada, logo rumah sakit bersalin, logo rumah sakit medistra, logo rumah sakit umum"&gt;&lt;img style="width: 125px; height: 125px;" alt="logo rumah sakit, logo rumah sakit husada, logo rumah sakit bersalin, logo rumah sakit medistra, logo rumah sakit umum" src="http://flash-sportz.hostei.com/images/logo_depkes.gif" title="logo rumah sakit, logo rumah sakit husada, logo rumah sakit bersalin, logo rumah sakit medistra, logo rumah sakit umum" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5174795030016746954-7350343573417496909?l=kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com/feeds/7350343573417496909/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com/2010/08/koleksi-logo-rumah-sakit-logo-rumah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5174795030016746954/posts/default/7350343573417496909'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5174795030016746954/posts/default/7350343573417496909'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com/2010/08/koleksi-logo-rumah-sakit-logo-rumah.html' title='Koleksi Logo Rumah Sakit, Logo Rumah Sakit Umum, Logo Rumah Sakit Husada,'/><author><name>Neng Novie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15278417659884257785</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://1.bp.blogspot.com/_fg5YaBD5Q2c/TEsvUNfDcrI/AAAAAAAAAI4/UjehE7MGkn4/S220/contact.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5174795030016746954.post-7823097327083818276</id><published>2010-08-12T01:38:00.000-07:00</published><updated>2010-08-15T01:41:09.832-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keselamatan Kerja'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan Kerja'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='logo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Logo Keselamatan dan Kesehatan Kerja'/><title type='text'>Simbol Logo Keselamatan dan Kesehatan Kerja</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bendera dan simbol K3 seringkali muncul terlebih dahulu ketika  berbicara mengenai keselamatan dan kesehatan kerja pada masyarakat  umumnya. Tapi kalau bicara dengan para ahli K3 atau pemerhati K3  tentunya program, manajemen K3 tentunya lebih mengemuka. Balik ke  bendera dan simbol atau lambang K3, bagaimana sebenarnya arti dari  simbol K3 dan berapa ukuran bendera K3, dua pertanyaan yang saya sering  lihat di mailing list. &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="more-1"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;&lt;img title="More..." src="http://margawijaya.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" alt="trans Simbol dan Bendera K3" /&gt;Berikut adalah fakta mengenai Lambang atau simbol K3 dan Bendera K3&lt;/p&gt;&lt;a href="http://www.linkwithin.com/"&gt;&lt;img src="http://www.linkwithin.com/pixel.png" alt="Related Posts with Thumbnails" style="border: 0pt none;" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;div class="widget-content"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;a herf="'http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com" title="Kesehatan  Lingkungan Sekolah, Kesehatan Lingkungan Masyarakat, Kesehatan  Lingkungan Kerja, Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit, Kesehatan Lingkungan  Hidup, Kesehatan Lingkungan Pemukiman, Kesehatan Lingkungan ppt,  Kesehatan Lingkungan Industri, Kesehatan Lingkungan Puskesmas"&gt;&lt;img style="width: 205px; height: 150px;" alt="Kesehatan Lingkungan Sekolah, Kesehatan Lingkungan Masyarakat,  Kesehatan Lingkungan Kerja, Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit, Kesehatan  Lingkungan Hidup, Kesehatan Lingkungan Pemukiman, Kesehatan Lingkungan  ppt, Kesehatan Lingkungan Industri, Kesehatan Lingkungan Puskesmas" src="http://k3lh.com/wp-content/uploads/2010/07/ka3.jpg" title="Kesehatan Lingkungan Sekolah, Kesehatan Lingkungan Masyarakat,  Kesehatan Lingkungan Kerja, Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit, Kesehatan  Lingkungan Hidup, Kesehatan Lingkungan Pemukiman, Kesehatan Lingkungan  ppt, Kesehatan Lingkungan Industri, Kesehatan Lingkungan Puskesmas" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Lambang K3&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Bentuk lambang : palang dilingkari roda bergigi sebelas berwarna hijau di atas dasar putih.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Arti dan makna lambang :&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; - palang : bebas dari kecelakaan dan sakit akibat kerja.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;- roda gigi : bekerja dengan kesegaran jasmani dan rohani.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;- warna putih : bersih, suci.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;- warna hijau : selamat, sehat dan sejahtera.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;- sebelas gerigi roda : 11 Bab dalam Undang-undang Keselamatan Kerja.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Untuk bendera K3&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor :  KEP-1135/MEN/1987, Tanggal 3 Agustus 1987 Tentang : Bendera Keselamatan  &amp;amp; Kesehatan Kerja, ukurannya adalah 900 x 1350 mm.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5174795030016746954-7823097327083818276?l=kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com/feeds/7823097327083818276/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com/2010/08/simbol-logo-keselamatan-dan-kesehatan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5174795030016746954/posts/default/7823097327083818276'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5174795030016746954/posts/default/7823097327083818276'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com/2010/08/simbol-logo-keselamatan-dan-kesehatan.html' title='Simbol Logo Keselamatan dan Kesehatan Kerja'/><author><name>Neng Novie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15278417659884257785</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://1.bp.blogspot.com/_fg5YaBD5Q2c/TEsvUNfDcrI/AAAAAAAAAI4/UjehE7MGkn4/S220/contact.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5174795030016746954.post-8549268925720754303</id><published>2010-08-09T01:34:00.000-07:00</published><updated>2010-08-15T01:37:36.441-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lingkungan Kerja'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keselamatan Kerja'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan Lingkungan Kerja'/><title type='text'>Kenali Lingkungan Kerja Tidak Sehat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagaimana lingkungan kerja saat ini? Setiap orang tentu ingin  memiliki lingkungan kerja yang sehat dan menyenangkan, sehingga karier  tumbuh dan berkembang dengan baik. &lt;p&gt;Namun, tak jarang keinginan tinggal keinginan, sementara jika ingin  pindah kerja, belum ada perusahaan bisa menerima dalam waktu dekat.  Akibatnya, Anda jadi stres.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum Anda mengalami ‘mimpi buruk’  seperti ini, berikut merupakan ciri-ciri lingkungan kerja yang tidak  sehat. Jika apa yang dipaparkan di bawah ini ada dalam lingkungan kerja  Anda, Anda dapat mengantisipasinya sejak dini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://www.linkwithin.com/"&gt;&lt;img src="http://www.linkwithin.com/pixel.png" alt="Related Posts with Thumbnails" style="border: 0pt none;" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="widget-content"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;a herf="'http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com" title="Kesehatan  Lingkungan Sekolah, Kesehatan Lingkungan Masyarakat, Kesehatan  Lingkungan Kerja, Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit, Kesehatan Lingkungan  Hidup, Kesehatan Lingkungan Pemukiman, Kesehatan Lingkungan ppt,  Kesehatan Lingkungan Industri, Kesehatan Lingkungan Puskesmas"&gt;&lt;img style="width: 348px; height: 190px;" alt="Kesehatan Lingkungan Sekolah, Kesehatan Lingkungan Masyarakat,  Kesehatan Lingkungan Kerja, Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit, Kesehatan  Lingkungan Hidup, Kesehatan Lingkungan Pemukiman, Kesehatan Lingkungan  ppt, Kesehatan Lingkungan Industri, Kesehatan Lingkungan Puskesmas" src="http://media.vivanews.com/thumbs2/2008/11/25/59561_sakit_kepala_300_225.jpg" title="Kesehatan Lingkungan Sekolah, Kesehatan Lingkungan Masyarakat,  Kesehatan Lingkungan Kerja, Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit, Kesehatan  Lingkungan Hidup, Kesehatan Lingkungan Pemukiman, Kesehatan Lingkungan  ppt, Kesehatan Lingkungan Industri, Kesehatan Lingkungan Puskesmas" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Dilarang &lt;em&gt;multitasking&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Biasanya  perusahaan sehat sangat senang jika karyawannya produktif dan mau  berbuat lebih dari sekadar yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya.  Perusahaan tidak sehat sebaliknya, tak suka pada karyawan 'serba bisa'.  Biasanya hal ini terjadi, karena khawatir karyawan itu mengetahui  hal-hal yang tidak seharusnya diketahui. Jadi, perusahaan memberikan  tugas-tugas bersifat khusus dan terpisah-pisah bagi karyawannya agar  mudah dikontrol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Rapat tidak efektif&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Rapat  semestinya merupakan ajang untuk saling berbagi ide, data, dan tujuan  yang jelas untuk kemajuan perusahaan. Namun, dalam lingkungan kerja  tidak sehat, rapat hanya menjadi ajang untuk saling menyalahkan,  memojokkan, dengan disertai hitungan-hitungan matematika memusingkan,  dan metafora-metafora klise.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Beban kerja tak menentu&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Di  lingkungan kerja sehat, antara beban kerja dan hasil yang didapat  biasanya seimbang. Namun, di lingkungan kerja tidak sehat, ada karyawan  yang dibebani pekerjaan yang menumpuk, tapi ada juga yang dibiarkan  lebih banyak ongkang-ongkang kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, bisa juga pada suatu  ketika pekerjaan begitu melimpah sehingga tidak tertangani, tapi di saat  lain justru tak ada sama sekali, sehingga karyawan mengalami  disfungsional. Ini mungkin terjadi karena atasan tidak mampu mengelola  manajemen dengan baik, tidak tahu tugas dan fungsi Anda, atau mereka  memang tidak peduli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. Kebijakan &lt;em&gt;overlaping&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Penanganan  pekerjaan yang baik adalah jika antara tugas dengan instruksi yang  diberikan paralel dan dapat diselesaikan satu per satu. Namun, di  lingkungan kerja tidak sehat, seringkali terjadi ketika satu pekerjaan  belum selesai, sudah ada instruksi baru, memo baru, kebijakan baru, yang  ada kalanya saling bertentangan. Namun, Anda dilarang bertanya atau  mengeluh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;5. Target tidak realistis&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Penetapan  target yang baik adalah yang sesuai dengan kapasitas dan kondisi  terkini, namun di lingkungan kerja yang tidak sehat, target dibuat  bertentangan dengan prinsip tersebut sehingga terkesan terlalu di  awang-awang dan tidak realistis.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Selamat mencoba, karena hasil akhir yang berkualitas dimulai dengan implementasi yang berkualitas (Quality Implementation /QI).&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5174795030016746954-8549268925720754303?l=kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com/feeds/8549268925720754303/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com/2010/08/kenali-lingkungan-kerja-tidak-sehat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5174795030016746954/posts/default/8549268925720754303'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5174795030016746954/posts/default/8549268925720754303'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com/2010/08/kenali-lingkungan-kerja-tidak-sehat.html' title='Kenali Lingkungan Kerja Tidak Sehat'/><author><name>Neng Novie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15278417659884257785</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://1.bp.blogspot.com/_fg5YaBD5Q2c/TEsvUNfDcrI/AAAAAAAAAI4/UjehE7MGkn4/S220/contact.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5174795030016746954.post-659311064630223520</id><published>2010-08-07T01:32:00.000-07:00</published><updated>2010-08-15T01:34:23.372-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='menjaga lingkungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lingkungan Sehat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lingkungan tidak sehat'/><title type='text'>Lingkungan Sehat dan Lingkungan tidak Sehat</title><content type='html'>&lt;h2&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt; A. Ciri-Ciri Lingkungan Sehat dan Lingkungan tidak Sehat&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Manusia dan makhluk hidup lainnya  sangat membutuhkan udara untuk bernapas. Udara yang dihirup mengandung  oksigen. Udara yang kita perlukan untuk bernapas adalah udara yang  bersih. Udara yang bersih banyak mengandung oksigen. Selain udara,  manusia membutuhkan air untuk mandi, minum, dan memasak. Kamu memeroleh  udara dan air dari lingkungan sekitarmu. Oleh karena itu, kamu harus  selalu menjaga lingkungan sekitarmu agar kamu mendapat air dan udara  yang bersih dan segar.  &lt;a name="1._Lingkungan_Sehat"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;h3&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt; 1. Lingkungan Sehat  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pernahkah kamu berjalan-jalan bersama ayah dan ibumu ke luar kota  yang jauh dari keramaian? Kamu akan merasakan udara di sekitar tempat  itu sangat segar dan bersih. Udara yang bersih itu banyak mengandung  oksigen yang baik bagi tubuh kita. Udara yang bersih dapat kamu peroleh  di rumah. Ketika bangun pagi, hiruplah udara di halaman rumahmu,  kemudian rasakan udara yang masuk ke dalam paru-parumu. Terasa nyaman  dan segar, bukan?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt; &lt;div class="center"&gt;&lt;div class="thumb tnone"&gt;&lt;div class="thumbinner" style="width: 447px;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="image"&gt;&lt;img alt="" src="http://www.crayonpedia.org/wiki/images/a/ad/Kesehatan_L_2.jpg" class="thumbimage" border="0" width="445" height="237" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mungkin, di halaman rumahmu banyak tanaman. Oksigen yang dihasilkan  oleh tanaman tersebut akan banyak. Udara di sekitarnya akan terasa  nyaman dan segar. Adakah sungai atau parit di sekitar rumahmu? Apakah  sungai dan parit tersebut penuh sampah? Air sungai yang sehat adalah air  sungai yang bersih dan jernih. Tidak ada sampah yang berserakan.  Biasanya, masih ada ikan yang hidup di sungai itu. Parit di rumahmu  harus selalu dibersihkan. Jangan ada sampah yang menyumbat aliran  airnya. Parit yang sehat harus jernih dan bersih.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt; &lt;table style="width: 595px; height: 25px;" align="center" border="1" cellpadding="1" cellspacing="1"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;Ayo, Kerjakan 4.1&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Carilah di surat kabar atau majalah gambar-gambar mengenai lingkungan&lt;br /&gt;yang sehat. Kemudian, buatlah kliping dari gambar-gambar tersebut. Setiap&lt;br /&gt;gambar yang kamu ambil diberi komentar dengan kata-katamu sendiri.  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a name="2._Lingkungan_Tidak_Sehat"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;h3&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt; 2. Lingkungan Tidak Sehat&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sekarang banyak lingkungan yang tidak sehat di sekitar kita. Apakah  penyebab hal tersebut? Lingkungan tidak sehat adalah lingkungan yang  kotor. Lingkungan yang kotor berarti lingkungan tersebut sudah tercemar.  Pencemaran lingkungan terbagi atas pencemaran air, udara, dan tanah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;a. Pencemaran Air&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="thumb tleft"&gt;&lt;div class="thumbinner" style="width: 148px;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="image"&gt;&lt;img alt="" src="http://www.crayonpedia.org/wiki/images/f/fc/Kesehatan_L_3.jpg" class="thumbimage" border="0" width="146" height="226" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ayo,  perhatikanlah parit dan sungai yang ada di sekitar rumahmu, bagaimana  keadaannya? Apakah bersih? Pembuangan limbah sembarangan membuat parit,  sungai, dan laut tercemar. Ikan-ikan banyak yang mati dan masyarakat di  sekitar pun menanggung akibatnya. Pencemaran air dapat mengakibatkan  aliran air terhambat. Jika hujan tiba, akan menimbulkan banjir. Ikan dan  hewan lain yang ada di laut akan mati. Masyarakat sulit mendapat air  bersih, akibatnya penyakit menyerang masyarakat. Lingkungan yang tidak  sehat ditandai air yang kotor. Sungai yang airnya kotor sangat berbahaya  jika digunakan untuk mandi, minum mencuci pakaian, dan mencuci alat  memasak. Air yang kotor, jika diminum, dapat menyebabkan penyakit,  seperti diare dan muntaber. Jika air yang kotor digunakan untuk mandi,  akan menyebabkan penyakit kulit, seperti kudis dan gatal-gatal. Jika air  di lingkungan rumahmu sudah tidak jernih lagi, perlu penyaringan atau  penjernihan. Bagaimana cara membuatnya? Ayo, lakukan kegiatan berikut.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt; &lt;table style="" border="1" cellpadding="1" cellspacing="1" width="686"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;Ayo, Cari Tahu 4.1&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Menjernihkan Air secara Sederhana&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;Tujuan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kamu dapat menjernihkan air secara sederhana&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;Alat dan Bahan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="thumb tright"&gt;&lt;div class="thumbinner" style="width: 55px;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="image"&gt;&lt;img alt="" src="http://www.crayonpedia.org/wiki/images/3/3a/Kesehatan_L_4.jpg" class="thumbimage" border="0" width="53" height="173" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;1. Ember plastik yang diberi lubang bagian bawahnya&lt;br /&gt;2. Kerikil yang sudah bersih&lt;br /&gt;3. Pasir yang sudah bersih&lt;br /&gt;4. Ember yang tidak berlubang&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;Langkah Kerja&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;1. Masukkan kerikil yang sudah bersih ke ember yang berlubang.&lt;br /&gt;2. Kemudian masukkan pasir yang sudah bersih di atas kerikil.&lt;br /&gt;3. Letakkan ember berisi pasir tadi ke dalam ember yang tidak berlubang.&lt;br /&gt;4. Alat penyaring sudah siap digunakan.&lt;br /&gt;5. Masukkan air yang akan disaring ke dalam alat penyaringan&lt;br /&gt;    dan lihat hasilnya pada ember penampung.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;Jawablah pertanyaan berikut ini.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;1. Bagaimana air yang sudah kamu saring, apakah terdapat perbedaan?&lt;br /&gt;2. Apa kegunaan dari pasir dan kerikil?&lt;br /&gt;3. Apa yang dapat kamu simpulkan dari kegiatan ini?  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;b. Pencemaran Udara&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah kamu memerhatikan kendaraan  bermotor yang mengeluarkan asap knalpot? Asap tersebut, jika kamu hirup,  akan terasa menyesakkan. Udara yang kamu hirup tersebut sangat  berbahaya bagi tubuhmu. Asap yang berbahaya, seperti asap kendaraan  bermotor, asap pembakaran sampah, dan asap pabrik, dapat membahayakan  kesehatan tubuh. Bau yang tidak sedap pun, seperti sampah, parit yang  kotor, dapat menyebabkan pencemaran udara. Asap kendaraan bermotor, asap  pabrik, dan asap pembakaran sampah merupakan unsur pencemar udara.  Pencemaran udara membuat napas kita menjadi sesak dan paru-paru pun  dipenuhi oleh zat kimia yang merusak alat pernapasan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt; &lt;div class="center"&gt;&lt;div class="thumb tnone"&gt;&lt;div class="thumbinner" style="width: 501px;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="image"&gt;&lt;img alt="" src="http://www.crayonpedia.org/wiki/images/6/6d/Kesehatan_L_5.jpg" class="thumbimage" border="0" width="499" height="148" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;c. Pencemaran Tanah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Selain  air dan udara, pencemaran pun dapat terjadi di tanah. Tanah yang sudah  tercemar kurang baik jika digunakan untuk bercocok tanam. Pencemaran  tanah dapat disebabkan oleh pembuangan sampah, pemakaian pupuk yang  berlebihan, dan penggunaan pestisida yang berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;1) Pembuangan sampah&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sampah ada yang berupa sampah organik dan sampah anorganik. Sampah  organik, yaitu sampah sisa-sisa makhluk hidup, seperti daun-daun yang  kering. Adapun sampah nonorganik, yaitu sampah plastik, kaca, dan logam.  Termasuk sampah apakah sampah di rumahmu? Sampah organik, jika diolah  dengan baik, akan menghasilkan kompos. Akan tetapi, jika tidak diolah  dengan baik, sampah-sampah itu akan membusuk dan menghasilkan gas yang  disebut metana. Sampah anorganik adalah sampah yang tidak cepat  membusuk. Jika dibiarkan, sampah-sampah itu mencemari tanah. Untuk  menguranginya, sampah-sampah ini harus didaur ulang menjadi barang baru.  Kertas dapat didaur ulang dengan mudah. Adapun plastik, kaca, dan logam  didaur ulang melalui proses yang panjang dan biaya yang mahal.  Menurutmu, apa akibatnya jika sampah dibiarkan terus-menerus. Diskusikan  bersama guru dan temanmu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt; &lt;div class="center"&gt;&lt;div class="thumb tnone"&gt;&lt;div class="thumbinner" style="width: 486px;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="image"&gt;&lt;img alt="" src="http://www.crayonpedia.org/wiki/images/c/c6/Kesehatan_L_6.jpg" class="thumbimage" border="0" width="484" height="235" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;2) Pemakaian pupuk yang berlebihan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pemberian pupuk tanah, jika tidak sesuai dengan ukuran yang tepat,  akan mencemari tanah. Tanah menjadi asam dan mematikan tumbuhan dan  hewan yang ada di sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt; &lt;div class="center"&gt;&lt;div class="thumb tnone"&gt;&lt;div class="thumbinner" style="width: 440px;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="image"&gt;&lt;img alt="" src="http://www.crayonpedia.org/wiki/images/4/49/Kesehatan_L_7.jpg" class="thumbimage" border="0" width="438" height="179" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;3) Penggunaan pestisida yang berlebihan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pestisida juga akan mencemari tanah jika digunakan secara berlebihan.  Pemberian pestisida yang berlebihan akan membuat hewan yang  menguntungkan ikut mati. Jika terbawa aliran air sampai ke sungai, akan  mencemari air sungai.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt; &lt;div class="center"&gt;&lt;div class="thumb tnone"&gt;&lt;div class="thumbinner" style="width: 502px;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="image"&gt;&lt;img alt="" src="http://www.crayonpedia.org/wiki/images/c/c8/Kesehatan_L_8.jpg" class="thumbimage" border="0" width="500" height="162" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;table style="width: 516px; height: 25px;" align="center" border="1" cellpadding="1" cellspacing="1"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;Ayo, Berlatih 4.1&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kerjakanlah soal-soal berikut di buku latihanmu.&lt;br /&gt;1. Bagaimanakah cara menanggulangi pencemaran udara?&lt;br /&gt;2. Apa penyebab dari terjadinya hujan asam?  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;/div&gt;  &lt;!-- Saved in parser cache with key crayon_wiki:pcache:idhash:7160-0!1!0!!id!2!edit=0 and timestamp 20100815033124 --&gt; &lt;script type="text/javascript" language="javascript" src="http://www.crayonpedia.org/wiki/extensions/Ratings/js/behavior.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript" language="javascript" src="http://www.crayonpedia.org/wiki/extensions/Ratings/js/rating.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;div id="bodyContent"&gt;&lt;link rel="stylesheet" type="text/css" href="http://www.crayonpedia.org/wiki/extensions/Ratings/css/rating.css"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5174795030016746954-659311064630223520?l=kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com/feeds/659311064630223520/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com/2010/08/lingkungan-sehat-dan-lingkungan-tidak.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5174795030016746954/posts/default/659311064630223520'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5174795030016746954/posts/default/659311064630223520'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com/2010/08/lingkungan-sehat-dan-lingkungan-tidak.html' title='Lingkungan Sehat dan Lingkungan tidak Sehat'/><author><name>Neng Novie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15278417659884257785</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://1.bp.blogspot.com/_fg5YaBD5Q2c/TEsvUNfDcrI/AAAAAAAAAI4/UjehE7MGkn4/S220/contact.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5174795030016746954.post-3861134504645896575</id><published>2010-08-05T01:16:00.000-07:00</published><updated>2010-08-15T01:18:07.514-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lingkungan buatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lingkungan alam dan buatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lingkungan alam'/><title type='text'>Cara Memelihara Lingkungan Alam dan Lingkungan Buatan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Lingkungan alam dan buatan harus dijaga dan dipelihara dengan  sebaik-baiknya. Lingkungan alam dan buatan yang dijaga kelestariannya  akan terus memberikan manfaat bagi manusia. Berikut beberapa cara dalam  memelihara lingkungan alam dan buatan yang ada di sekitar kita.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a name="1._Cara_Memelihara_Lingkungan_Alam"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;h3&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt; 1. Cara Memelihara Lingkungan Alam&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tumbuh-tumbuhan yang hidup di hutan dan di pegunungan dapat berfungsi  untuk melestarikan air, udara, dan tanah. Akar tumbuhan dapat berfungsi  sebagai penahan air, sehingga tidak akan terjadi banjir dan erosi pada  saat hujan deras. Erosi dan banjir menyebabkan lapisan tanah paling atas  akan ikut hanyut. Padahal lapisan tanah paling atas adalah yang paling  subur. Hutan juga disebut dengan paru-paru dunia. Tumbuhan yang ada di  hutan menghasilkan oksigen dan menyerap karbon dioksida. Hal ini terjadi  pada saat tumbuhan melakukan proses fotosintesis. Oksigen diperlukan  makhluk hidup untuk bernapas.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a name="a._Menjaga_Kelestarian_Air"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;h5&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt; a. Menjaga Kelestarian Air&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h5&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Setiap makhluk hidup membutuhkan air. Manusia membutuhkan air untuk  minum, mandi, mencuci, memasak, dan lain-lain. Air untuk minum harus  dimasak lebih dulu agar kuman-kuman nya mati. Hewan memerlukan air untuk  minum dan mandi. Tumbuhan memerlukan air untuk pertumbuhan dan  kesuburannya. Air merupakan karunia Tuhan yang harus dijaga keberadaan  dan kebersihannya. Air yang kotor atau tercemar tidak dapat  dimanfaatkan. Air yang kotor atau tercemar dapat membahayakan kehidupan  manusia, hewan, dan tumbuhan. Kelestarian air dapat dijaga dengan cara  antara lain:&lt;br /&gt;1) tidak membuang sampah di sungai atau saluran air;&lt;br /&gt;2) melakukan kegiatan penghijuan atau penanaman pohon yang dapat berfungsi sebagai penahan dan penyimpan air;&lt;br /&gt;3) menggunakan air sesuai kebutuhan.&lt;br /&gt;4) Air bekas cucian dan mandi diusahakan tidak langsung meresap ke dalam tanah, tetapi dialirkan ke saluran pembuangan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Hal ini bertujuan agar tidak terjadi pencemaran air tanah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt; &lt;div class="center"&gt;&lt;div class="thumb tnone"&gt;&lt;div class="thumbinner" style="width: 422px;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a href="http://www.crayonpedia.org/mw/Berkas:Bersih.JPG" class="image" title="Image:bersih.JPG"&gt;&lt;img alt="Image:bersih.JPG" src="http://www.crayonpedia.org/wiki/images/9/9b/Bersih.JPG" class="thumbimage" border="0" width="420" height="344" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;  &lt;div class="thumbcaption"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Image:bersih.JPG&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name="b._Menjaga_Kelestarian_Udara"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;  &lt;h5&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt; b. Menjaga Kelestarian Udara&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h5&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Udara sangat penting bagi kehidupan manusia. Setiap makhluk hidup di  bumi membutuhkan udara. Manusia dan hewan memerlukan udara untuk  bernapas. Tanpa udara semua makhluk hidup akan mati. Udara perlu dijaga  kebersihannya. Asap pabrik dan asap kendaraan bermotor dapat menyebabkan  terjadinya pencemaran udara. Pencemaran udara sama dengan polusi udara.  Untuk mengurangi pencemaran udara, pabrik-pabrik yang besar harus  menggunakan cerobong asap. Udara yang bersih baik untuk kesehatan badan.  Untuk mengurangi terjadinya pencemaran udara sebaiknya di kanan kiri  jalan ditanami pohon. Kamu juga harus ikut serta dalam menjaga  kebersihan udara.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt; &lt;div class="center"&gt;&lt;div class="thumb tnone"&gt;&lt;div class="thumbinner" style="width: 241px;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a href="http://www.crayonpedia.org/mw/Berkas:Udara.JPG" class="image" title="Image:udara.JPG"&gt;&lt;img alt="Image:udara.JPG" src="http://www.crayonpedia.org/wiki/images/5/53/Udara.JPG" class="thumbimage" border="0" width="239" height="186" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;  &lt;div class="thumbcaption"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Image:udara.JPG&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;c. Menjaga Kesuburan Tanah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tanah merupakan tempat hidup bagi makhluk hidup. Semua hasil  pertanian, perkebunan, tambang, dan hasil bumi lainnya berasal dari  tanah. Tanah yang subur dapat menghasilkan tanaman yang baik. Tanah yang  tandus perlu diolah agar menjadi subur. Sampah dari daun baik untuk  menyuburkan tanah.Untuk menjaga kelestarian tanah tanamilah tanah kosong  di sekitarmu agar tidak menjadi tandus. Tanah harus diolah dengan  pengairan dan pemupukan yang benar.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt; &lt;div class="center"&gt;&lt;div class="thumb tnone"&gt;&lt;div class="thumbinner" style="width: 244px;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a href="http://www.crayonpedia.org/mw/Berkas:Tanah.JPG" class="image" title="Image:tanah.JPG"&gt;&lt;img alt="Image:tanah.JPG" src="http://www.crayonpedia.org/wiki/images/7/70/Tanah.JPG" class="thumbimage" border="0" width="242" height="177" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;  &lt;div class="thumbcaption"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Image:tanah.JPG&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kelestarian  tanah juga dapat dilakukan dengan cara tidak membuang sampah di  sembarang tempat. Sampah harus dibuang di lokasi pembuangan yang  semestinya. Sampah yang kita buang umumnya terdiri atas sampah organik  dan sampah anorganik. Sampah organik adalah sampah yang berasal dari  makhluk hidup. Contoh sampah organik adalah daun-daun, sisa-sisa  makanan, dan sebagainya. Sampah anorganik adalah sampah yang berasal  dari benda tak hidup. Contoh sampah anorganik antara lain kaleng, botol,  dan plastik. Sampah organik dapat membusuk dan terurai oleh bakteri  atau jamur sehingga tidak berbahaya bagi lingkungan. Sementara sampah  anorganik tidak dapat terurai sehingga akan merusak kelestarian tanah.  Oleh karena pentingnya tanah, air, dan udara maka jagalah kelestarian  tanah, air, dan udara di sekitarmu. Hal ini bertujuan agar dapat terus  memberikan manfaat bagi kehidupan. Semua itu karunia Tuhan Yang Maha  Esa.&lt;br /&gt;&lt;a name="2._Cara_Memelihara_Lingkungan_Buatan"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;  &lt;h3&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt; 2. Cara Memelihara Lingkungan Buatan&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a name="a._Menjaga_Ketertiban_Lingkungan"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;h5&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt; a. Menjaga Ketertiban Lingkungan&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h5&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Lingkungan yang aman, tertib, dan tenteram menjadi harapan semua  orang. Oleh karenanya, setiap warga harus menjaga keamanan dan  ketertiban. Apa yang terjadi jika kita tidak menjaga ketertiban  lingkungan? Tentu saja lingkungan tidak akan aman, banyak terjadi  pencurian, kekacauan, dan berbagai keributan lain. Akibatnya warga  merasa terancam dan tidak dapat hidup tenang.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt; &lt;div class="center"&gt;&lt;div class="thumb tnone"&gt;&lt;div class="thumbinner" style="width: 212px;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a href="http://www.crayonpedia.org/mw/Berkas:Pos.JPG" class="image" title="Image:pos.JPG"&gt;&lt;img alt="Image:pos.JPG" src="http://www.crayonpedia.org/wiki/images/9/94/Pos.JPG" class="thumbimage" border="0" width="210" height="178" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;  &lt;div class="thumbcaption"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Image:pos.JPG&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;b. Menjaga Kebersihan Lingkungan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Lingkungan yang bersih merupakan dambaan setiap orang. Kebersihan  lingkungan menjadi tanggung jawab setiap orang. Perhatikan uraian  berikut. Di kompleks perumahan Pak Tatang setiap hari minggu diadakan  kerja bakti. Pukul tujuh pagi semua warga sudah berkumpul untuk  melaksanakan kerja bakti. Mereka membawa alat-alat yang diperlukan untuk  kerja bakti. Pak Tatang, selaku ketua RT, memberikan petunjuk kepada  warga. Ada yang membersihkan saluran air, ada yang mendorong gerobak  sampah, ada yang mencangkul, meratakan tanah, dan ada yang membersihkan  rumput liar. Anak-anak juga ikut serta dalam kegiatan kerja bakti  tersebut, dengan mengumpulkan sampah dan membuangnya ke tempat sampah.  Ibu-ibu menyediakan makanan dan minuman untuk para warga. Sekarang  kompleks perumahan tersebut menjadi bersih dan asri. Lingkungan yang  bersih akan mencegah berjangkitnya berbagai penyakit. Kamu harus selalu  menjaga lingkungan tempat tinggalmu agar selalu bersih dan sehat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt; &lt;div class="center"&gt;&lt;div class="thumb tnone"&gt;&lt;div class="thumbinner" style="width: 240px;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a href="http://www.crayonpedia.org/mw/Berkas:Lingkungan.JPG" class="image" title="Image:lingkungan.JPG"&gt;&lt;img alt="Image:lingkungan.JPG" src="http://www.crayonpedia.org/wiki/images/7/7a/Lingkungan.JPG" class="thumbimage" border="0" width="238" height="194" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;  &lt;div class="thumbcaption"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Image:lingkungan.JPG&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name="c._Menjaga_Kebersihan_Akuarium"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;  &lt;h5&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt; c. Menjaga Kebersihan Akuarium&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h5&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Apakah kalian mempunyai akuarium di rumah? Akuarium yang kalian  miliki termasuk dalam lingkungan buatan. Akuarium yang kita buat, di  dalamnya berisi ikan dan berbagai benda buatan yang mirip dengan  benda-benda di sungai dan laut. Seperti, batu karang, tanaman hias,  kerikil, dan sebagainya. Semua itu bertujuan agar akuarium terlihat  seperti bentuk kehidupan laut yang sebenarnya, dan ikan yang ada di  akuarium merasa seperti hidup di laut. Akuarium harus selalu dijaga  kebersihannya. Oleh karena itu, seminggu sekali akuarium harus  dibersihkan. Airnya yang kotor harus rutin diganti. semua itu akan  membuat ikan hidup dengan sehat. Akuarium yang bersih menjadi indah  dipandang mata.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt; &lt;div class="center"&gt;&lt;div class="thumb tnone"&gt;&lt;div class="thumbinner" style="width: 237px;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a href="http://www.crayonpedia.org/mw/Berkas:Aquarium.JPG" class="image" title="Image:aquarium.JPG"&gt;&lt;img alt="Image:aquarium.JPG" src="http://www.crayonpedia.org/wiki/images/4/41/Aquarium.JPG" class="thumbimage" border="0" width="235" height="208" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;  &lt;div class="thumbcaption"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Image:aquarium.JPG&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name="3._Contoh_Perilaku_Memelihara_Lingkungan_Alam_dan_Buatan"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;  &lt;h3&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt; 3. Contoh Perilaku Memelihara Lingkungan Alam dan Buatan&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kalian semua tentu pernah melihat sungai, baik sungai yang besar  maupun sungai yang kecil. Sungai termasuk ketampakan alam. Tahukah  kalian manfaat sungai? Manfaat sungai banyak sekali seperti yang telah  dijelaskan di depan. Agar sungai selalu dapat dimanfaatkan oleh manusia,  sungai harus dijaga kelestarian dan kebersihannya. Contoh perilaku yang  baik dalam memelihara sungai adalah dengan tidak membuang sampah dan  limbah ke sungai, karena dapat mencemari dan mengotori sungai. Selain  itu sampah yang dibuang di sungai juga dapat menyebabkan terjadinya  bencana banjir.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt; &lt;div class="center"&gt;&lt;div class="thumb tnone"&gt;&lt;div class="thumbinner" style="width: 248px;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a href="http://www.crayonpedia.org/mw/Berkas:Kalie.JPG" class="image" title="Image:kalie.JPG"&gt;&lt;img alt="Image:kalie.JPG" src="http://www.crayonpedia.org/wiki/images/0/04/Kalie.JPG" class="thumbimage" border="0" width="246" height="245" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;  &lt;div class="thumbcaption"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Image:kalie.JPG&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Selain  sungai, ketampakan alam dan buatan yang harus dijaga kelestariannya  adalah hutan. Hutan ada yang alami dan ada yang buatan. Hutan alami  adalah hutan yang ada dengan sendirinya sebagai ciptaan Tuhan Yang Maha  Esa. Hutan buatan adalah hutan yang sengaja dibuat oleh manusia untuk  berbagai tujuan dan kepentingan hidupnya. Manfaat hutan yang paling  utama adalah sebagai tempat penyimpanan air serta mencegah terjadinya  bencana banjirdan tanah longsor. Oleh karena itu, kita tidak boleh  merusak hutan. Hutan wajib dijaga kelestariannya dengan cara tebang  pilih (menebang pohon dengan cara memilih pohon yang lebih tua dan siap  untuk ditebang) dan reboisasi. Reboisasi adalah penanaman kembali  pohon-pohon di hutan. Sawah merupakan contoh lingkungan buatan yang  sengaja dibuat manusia. Petani menanam padi di sawah. Dari menanam padi  petani mendapatkan beras yang dimasak menjadi nasi sebagai makanan pokok  sehari-hari. Agar dapat memperoleh hasil yang maksimal petani harus  mengolah lahan pertaniannya dengan baik, seperti penggunaan pupuk yang  benar, sistem pengairan yang baik, dan mengolah tanah dengan baik.  Usahausaha tersebut merupakan bentuk pemeliharan dan pelestarian  lingkungan alam dan buatan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;div class="center"&gt;&lt;div class="thumb tnone"&gt;&lt;div class="thumbinner" style="width: 241px;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a href="http://www.crayonpedia.org/mw/Berkas:Sawah.JPG" class="image" title="Image:sawah.JPG"&gt;&lt;img alt="Image:sawah.JPG" src="http://www.crayonpedia.org/wiki/images/a/ae/Sawah.JPG" class="thumbimage" border="0" width="239" height="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;  &lt;div class="thumbcaption"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Image:sawah.JPG&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name="5._Menunjukkan_Letak_Ketampakan_Alam_dan_Buatan_Sesuai_dengan_Arah_Mata_Angin"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;  &lt;h3&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt; 5. Menunjukkan Letak Ketampakan Alam dan Buatan Sesuai dengan Arah Mata Angin&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Desa Sukamakmur berada di sebelah timur SD Bakalan 01. SD Bakalan 01  menjadi perbatasan antara Desa Sukamakmur dengan Desa Manang. SD Bakalan  01 masuk dalam wilayah Desa Sukamakmur. Wilayah Desa Sukamakmur cukup  luas, terdiri atas lima dusun dan terbagi menjadi 20 Rukun Warga (RW).  Setiap RW terdiri atas beberapa Rukun Tetangga (RT).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt; &lt;div class="center"&gt;&lt;div class="thumb tnone"&gt;&lt;div class="thumbinner" style="width: 376px;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a href="http://www.crayonpedia.org/mw/Berkas:Dusun.JPG" class="image" title="Image:dusun.JPG"&gt;&lt;img alt="Image:dusun.JPG" src="http://www.crayonpedia.org/wiki/images/d/d2/Dusun.JPG" class="thumbimage" border="0" width="374" height="290" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;  &lt;div class="thumbcaption"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Image:dusun.JPG&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;   Selain perkampungan, terdapat lahan pertanian sawah yang terbentang  luas. Tanaman padi tumbuh subur karena mendapatkan air dari sungai yang  mengalir di sepanjang tepi perkampungan. Tanaman padi dapat dipanen tiga  kali dalam setahun karena mendapatkan air sepanjang tahun. Di sebelah  utara Desa Sukamakmur terdapat bukit yang indah. Di bukit itu juga  terdapat sumber mata air. Keindahan bukit tersebut membuat banyak orang  tertarik untuk mengunjungi dan melihatnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5174795030016746954-3861134504645896575?l=kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com/feeds/3861134504645896575/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com/2010/08/cara-memelihara-lingkungan-alam-dan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5174795030016746954/posts/default/3861134504645896575'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5174795030016746954/posts/default/3861134504645896575'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com/2010/08/cara-memelihara-lingkungan-alam-dan.html' title='Cara Memelihara Lingkungan Alam dan Lingkungan Buatan'/><author><name>Neng Novie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15278417659884257785</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://1.bp.blogspot.com/_fg5YaBD5Q2c/TEsvUNfDcrI/AAAAAAAAAI4/UjehE7MGkn4/S220/contact.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5174795030016746954.post-7841806817369471528</id><published>2010-08-03T01:15:00.000-07:00</published><updated>2010-08-15T01:16:19.885-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lingkungan Sekolah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lingkungan buatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lingkungan alam'/><title type='text'>Lingkungan Alam dan Buatan di Sekitar Sekolah</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Lingkungan alam dan lingkungan buatan juga dapat kamu temukan di  sekolah. Coba, kamu perhatikan uraian berikut. Murid-murid kelas III  dibimbing oleh Bu Farida menuju halaman belakang sekolah. Dari halaman  belakang sekolah terlihat bentuk muka bumi yang menonjol tinggi dan  besar di kejauhan. Bu Farida menjelaskan bahwa bentuk muka bumi tersebut  adalah gunung dan sudah ada sejak dahulu sebelum sekolah ini dibangun.  Gunung termasuk lingkungan alam yang ada di bumi. Pernahkah kamu melihat  atau pergi ke gunung? Di sekitar sekolah selain ada gunung, juga ada  parit yang dibuat oleh penjaga sekolah dengan dibantu beberapa pekerja.  Parit berguna untuk mengalirkan air bila terjadi hujan. Oleh karenanya,  halaman sekolah tidak pernah tergenang air. Parit termasuk lingkungan  buatan karena dibuat oleh manusia.&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="center"&gt;&lt;div class="thumb tnone"&gt;&lt;div class="thumbinner" style="width: 317px;"&gt;&lt;span class="image"&gt;&lt;img alt="Image:kolam ikan.JPG" src="http://www.crayonpedia.org/wiki/images/1/19/Kolam_ikan.JPG" class="thumbimage" border="0" width="315" height="164" /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;div class="thumbcaption"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Image:kolam ikan.JPG&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di  samping gedung sekolah terdapat kolam untuk memelihara ikan lele. Warga  sekolah ikut memelihara kolam tersebut. Setiap hari, secara bergiliran  murid-murid memberi makan dan membersihkan kolam. Kolam termasuk  lingkungan buatan. Selain ketampakan alam dan buatan yang telah  diuraikan di muka, dapatkah kamu menyebutkan ketampakan lingkungan alam  dan ketampakan lingkungan buatan yang ada di sekitar sekolahmu?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5174795030016746954-7841806817369471528?l=kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com/feeds/7841806817369471528/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com/2010/08/lingkungan-alam-dan-buatan-di-sekitar.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5174795030016746954/posts/default/7841806817369471528'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5174795030016746954/posts/default/7841806817369471528'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com/2010/08/lingkungan-alam-dan-buatan-di-sekitar.html' title='Lingkungan Alam dan Buatan di Sekitar Sekolah'/><author><name>Neng Novie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15278417659884257785</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://1.bp.blogspot.com/_fg5YaBD5Q2c/TEsvUNfDcrI/AAAAAAAAAI4/UjehE7MGkn4/S220/contact.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5174795030016746954.post-1375049455818290791</id><published>2010-08-01T01:10:00.000-07:00</published><updated>2010-08-15T01:14:53.055-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lingkungan buatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='laut'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lingkungan alam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='waduk'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pegunungan'/><title type='text'>Pengertian Lingkungan Alam dan Lingkungan Buatan</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar kita. Lingkungan  dapat dibedakan menjadi dua, yaitu lingkungan alam dan lingkungan  buatan. Berikut akan diuraikan tentang lingkungan alam dan lingkungan  buatan yang ada di alam semesta, khususnya yang ada di sekitar kita.&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;a name="1._Lingkungan_Alam"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt; &lt;span class="mw-headline"&gt; 1. Lingkungan Alam&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Lingkungan alam adalah segala sesuatu yang ada di alam dan diciptakan  oleh Tuhan. Ketampakan lingkungan alam di muka bumi berbeda-beda.  Contoh lingkungan alam yang ada di muka bumi, antara lain sungai, danau,  laut, lembah, dan gunung. Selain itu, ketampakan alam ada juga yang  berupa dataran rendah, pantai, laut, pegunungan, dan dataran tinggi.&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;a name="a._Pegunungan"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;h5 style="text-align: justify;"&gt; &lt;span class="mw-headline"&gt; a. Pegunungan&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/h5&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Salah satu ketampakan alam yang dapat kita lihat adalah pegunungan.  Pegunungan adalah bentang alam yang berupa deretan gunung yang  bersambungan. Pegunungan termasuk dataran tinggi. Udara di pegunungan  biasanya sejuk dan bahkan ada yang sangat dingin. Daerah pegunungan  sangat baik untuk bercocok tanam buah, sayur, dan bunga. Daerah  pegunungan juga dapat dimanfaatkan sebagai objek wisata. Oleh karena  pemandangannya yang indah. Daerah pegunungan yang banyak ditumbuhi  tanaman dapat menyerap dan menyimpan air hujan. Hal ini berguna untuk  mencegah terjadinya erosi. Erosi adalah pengikisan tanah yang dapat  mengakibatkan terjadinya banjir dan tanah longsor.&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="center"&gt;&lt;div class="thumb tnone"&gt;&lt;div class="thumbinner" style="width: 287px;"&gt;&lt;a href="http://www.crayonpedia.org/mw/Berkas:Pegunungan.JPG" class="image" title="Image:pegunungan.JPG"&gt;&lt;img alt="Image:pegunungan.JPG" src="http://www.crayonpedia.org/wiki/images/f/fd/Pegunungan.JPG" class="thumbimage" border="0" width="285" height="202" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;div class="thumbcaption"&gt;Image:pegunungan.JPG&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;b. Sungai&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sungai juga termasuk ketampakan alam. Sungai banyak memberikan  manfaat bagi manusia. Manfaat sungai, antara lain untuk mandi, mencuci,  pengairan lahan pertanian (irigasi) dan sarana transportasi (untuk  sungai-sungai besar di luar Pulau Jawa). Di sungai banyak hidup berbagai  binatang air, seperti ikan, buaya, dan katak.&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="center"&gt;&lt;div class="thumb tnone"&gt;&lt;div class="thumbinner" style="width: 245px;"&gt;&lt;a href="http://www.crayonpedia.org/mw/Berkas:Sungai.JPG" class="image" title="Image:sungai.JPG"&gt;&lt;img alt="Image:sungai.JPG" src="http://www.crayonpedia.org/wiki/images/4/48/Sungai.JPG" class="thumbimage" border="0" width="243" height="218" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;div class="thumbcaption"&gt;Image:sungai.JPG&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;c. Danau&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Danau merupakan lingkungan alam. Danau terjadi karena adanya cekungan  di alam yang terisi air, baik dari air hujan maupun dari mata air yang  ada di tempat tersebut. Danau juga dapat dimanfaatkan sebagai tempat  penampungan air. Danau sangat bermanfaat bagi manusia. Manfaat danau  bagi kehidupan manusia, antara lain, untuk keperluan-keperluan sebagai  berikut:&lt;br /&gt;1) budi daya ikan air tawar,&lt;br /&gt;2) tempat wisata,&lt;br /&gt;3) irigasi atau pengairan sawah, dan&lt;br /&gt;4) sarana olahraga (dayung).&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="center"&gt;&lt;div class="thumb tnone"&gt;&lt;div class="thumbinner" style="width: 253px;"&gt;&lt;a href="http://www.crayonpedia.org/mw/Berkas:Danau.JPG" class="image" title="Image:danau.JPG"&gt;&lt;img alt="Image:danau.JPG" src="http://www.crayonpedia.org/wiki/images/e/e2/Danau.JPG" class="thumbimage" border="0" width="251" height="205" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;div class="thumbcaption"&gt;Image:danau.JPG&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;d. Pantai dan Laut&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pantai adalah daerah perbatasan antara laut dan daratan. Pantai lazim  terletak di daerah pesisir. Pantai biasanya banyak ditumbuhi pohon  kelapa dan tumbuhan bakau.Tumbuhan bakau berguna untuk menahan abrasi  atau erosi yang disebabkan gelombang air laut dan tempat hidup ikan.  Pantai yang indah menjadi salah satu objek wisata yang digemari banyak  orang.&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="center"&gt;&lt;div class="thumb tnone"&gt;&lt;div class="thumbinner" style="width: 248px;"&gt;&lt;a href="http://www.crayonpedia.org/mw/Berkas:Pantai.JPG" class="image" title="Image:pantai.JPG"&gt;&lt;img alt="Image:pantai.JPG" src="http://www.crayonpedia.org/wiki/images/4/48/Pantai.JPG" class="thumbimage" border="0" width="246" height="217" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;div class="thumbcaption"&gt;Image:pantai.JPG&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Laut  juga termasuk dalam ketampakan alam yang banyak memberikan manfaat bagi  kehidupan manusia. Laut menyimpan banyak kekayaan alam, seperti ikan  dan mutiara. Di dasar laut juga banyak terdapat sumber daya alam,  seperti minyak bumi dan gas. Laut menjadi sarana transportasi yang  penting, baik dalam satu negara maupun antarnegara. Laut juga dapat  dimanfaatkan sebagai sarana olahraga, seperti berenang menyelam, ski  air, selancar, dan perahu layar.&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="center"&gt;&lt;div class="thumb tnone"&gt;&lt;div class="thumbinner" style="width: 234px;"&gt;&lt;a href="http://www.crayonpedia.org/mw/Berkas:Laut.JPG" class="image" title="Image:laut.JPG"&gt;&lt;img alt="Image:laut.JPG" src="http://www.crayonpedia.org/wiki/images/2/29/Laut.JPG" class="thumbimage" border="0" width="232" height="212" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;div class="thumbcaption"&gt;Image:laut.JPG&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt; &lt;a name="2._Lingkungan_Buatan"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt; &lt;span class="mw-headline"&gt; 2. Lingkungan Buatan&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Lingkungan buatan adalah segala sesuatu yang dibuat oleh manusia dan  bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Contoh lingkungan  buatan adalah waduk, lahan pertanian, tambak, perkebunan, dan permukiman  penduduk.&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;a name="a._Waduk"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;h5 style="text-align: justify;"&gt; &lt;span class="mw-headline"&gt; a. Waduk&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/h5&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Waduk dibuat manusia untuk menampung air hujan. Waduk juga sebagai  tempat berkumpulnya aliran sungai atau tempat penampungan air di wilayah  yang bersangkutan. Manfaat waduk bagi manusia, antara lain untuk  keperluan- keperluan sebagai berikut:&lt;br /&gt;1) pembangkit listrik,&lt;br /&gt;2) irigasi atau pengairan sawah,  &lt;br /&gt;3) budi daya ikan air tawar,&lt;br /&gt;4) tempat rekreasi,&lt;br /&gt;5) pengendali banjir, dan&lt;br /&gt;6) kegiatan olahraga (dayung, ski air, dan sebagainya).&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="center"&gt;&lt;div class="thumb tnone"&gt;&lt;div class="thumbinner" style="width: 244px;"&gt;&lt;a href="http://www.crayonpedia.org/mw/Berkas:Waduk.JPG" class="image" title="Image:waduk.JPG"&gt;&lt;img alt="Image:waduk.JPG" src="http://www.crayonpedia.org/wiki/images/9/9f/Waduk.JPG" class="thumbimage" border="0" width="242" height="223" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;div class="thumbcaption"&gt;Image:waduk.JPG&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;b. Lahan Pertanian&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;  Indonesia merupakan negara yang mempunyai lahan pertanian yang luas.  Lahan pertanian yang ada di Indonesia dimanfaatkan penduduk untuk  kegiatan pertanian seperti padi, jagung, sayuran, buah, dan tanaman  lainnya. Sebagian besar penduduk di negara kita bermata pencaharian  sebagai petani. Lahan pertanian harus dimanfaatkan dengan  sebaik-baiknya. Hasil pertanian berguna untuk memenuhi kebutuhan hidup  manusia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="center"&gt;&lt;div class="thumb tnone"&gt;&lt;div class="thumbinner" style="width: 237px;"&gt;&lt;a href="http://www.crayonpedia.org/mw/Berkas:Pertanian.JPG" class="image" title="Image:pertanian.JPG"&gt;&lt;img alt="Image:pertanian.JPG" src="http://www.crayonpedia.org/wiki/images/3/34/Pertanian.JPG" class="thumbimage" border="0" width="235" height="206" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;div class="thumbcaption"&gt;Image:pertanian.JPG&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;c. Tambak&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Usaha tambak dilakukan di daerah dekat pantai. Petani tambak  menggunakan daerah pantai untuk usaha tambak udang dan bandeng. Udang  dan bandeng merupakan sumber protein yang diperlukan tubuh kita.  Pernahkah kamu melihat budi daya bandeng di tambak?&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="center"&gt;&lt;div class="thumb tnone"&gt;&lt;div class="thumbinner" style="width: 245px;"&gt;&lt;a href="http://www.crayonpedia.org/mw/Berkas:Tambak.JPG" class="image" title="Image:tambak.JPG"&gt;&lt;img alt="Image:tambak.JPG" src="http://www.crayonpedia.org/wiki/images/8/8f/Tambak.JPG" class="thumbimage" border="0" width="243" height="232" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;div class="thumbcaption"&gt;Image:tambak.JPG&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt; &lt;a name="d._Perkebunan"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;h5 style="text-align: justify;"&gt; &lt;span class="mw-headline"&gt; d. Perkebunan&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/h5&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pernahkah kamu pergi ke daerah pegunungan atau di dataran tinggi?  Tanaman apa saja yang ada di daerah pegunungan? Tanaman di daerah  pegunungan adalah jenis tanaman perkebunan yang bisa tumbuh dengan baik  di daerah sejuk, seperti teh, kopi, dan tembakau. Selain di dataran  tinggi usaha perkebunan juga diusahakan di tempat lain. Contoh hasil  dari tanaman perkebunan lainnya adalah kelapa sawit, karet, cokelat,  kapas, dan sebagainya. Perkebunan juga termasuk dalam lingkungan buatan.  Perkebunan dibuat oleh manusia dengan tujuan untuk berbagai memenuhi  kepentingan hidupnya.&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="center"&gt;&lt;div class="thumb tnone"&gt;&lt;div class="thumbinner" style="width: 240px;"&gt;&lt;a href="http://www.crayonpedia.org/mw/Berkas:Perkebunan.JPG" class="image" title="Image:perkebunan.JPG"&gt;&lt;img alt="Image:perkebunan.JPG" src="http://www.crayonpedia.org/wiki/images/a/a0/Perkebunan.JPG" class="thumbimage" border="0" width="238" height="201" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;div class="thumbcaption"&gt;Image:perkebunan.JPG&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;e. Pemukiman&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pemukiman penduduk merupakan suatu wilayah yang digunakan untuk  tempat tinggal masyarakat. Pemukiman penduduk juga termasuk dalam  lingkungan buatan, karena kompleks pemukiman dibuat manusia untuk tujuan  tertentu yaitu sebagai tempat tinggal. Kawasan pemukiman penduduk  adalah suatu tempat berupa rumah-rumah yang dibangun pada lahan  tertentu. Perhatikan uraian berikut!&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="center"&gt;&lt;div class="thumb tnone"&gt;&lt;div class="thumbinner" style="width: 239px;"&gt;&lt;a href="http://www.crayonpedia.org/mw/Berkas:Pemukiman.JPG" class="image" title="Image:pemukiman.JPG"&gt;&lt;img alt="Image:pemukiman.JPG" src="http://www.crayonpedia.org/wiki/images/8/8d/Pemukiman.JPG" class="thumbimage" border="0" width="237" height="205" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;div class="thumbcaption"&gt;Image:pemukiman.JPG&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pak  Tatang tinggal di kompleks perumahan. Namanya Perumahan Pondok Permai.  Ia tinggal di Jalan Kenanga Blok A Nomor 2. Pak Tatang menjadi ketua RT.  Lingkungan perumahan tersebut bersih dan rapi. Tidak ada sampah yang  berserakan. Air selokan mengalir dengan lancar. Setiap hari warga  menjaga kebersihan dan ketertiban lingkungan. Sebagai ketua RT, Pak  Tatang memberi contoh yang baik kepada semua warga. Misal, dengan tidak  membuang sampah di sembarang tempat. Bunga-bunga di taman tidak boleh  dipetik. Fasilitas umum di kompleks tidak boleh dirusak dan  dicorat-coret. Sesama warga harus hidup rukun dan saling meng-hormati.  Di kompleks perumahan, setiap satu minggu sekali diadakan kerja bakti  untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan. Semua warga wajib  mengikutinya. Lingkungan perumahan menjadi bersih, sejuk, dan rapi.  Semua warga hidup tenteram.&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="center"&gt;&lt;div class="thumb tnone"&gt;&lt;div class="thumbinner" style="width: 261px;"&gt;&lt;a href="http://www.crayonpedia.org/mw/Berkas:Kerjabakti.JPG" class="image" title="Image:kerjabakti.JPG"&gt;&lt;img alt="Image:kerjabakti.JPG" src="http://www.crayonpedia.org/wiki/images/3/39/Kerjabakti.JPG" class="thumbimage" border="0" width="259" height="226" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;div class="thumbcaption"&gt;Image:kerjabakti.JPG&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5174795030016746954-1375049455818290791?l=kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com/feeds/1375049455818290791/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com/2010/08/pengertian-lingkungan-alam-dan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5174795030016746954/posts/default/1375049455818290791'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5174795030016746954/posts/default/1375049455818290791'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com/2010/08/pengertian-lingkungan-alam-dan.html' title='Pengertian Lingkungan Alam dan Lingkungan Buatan'/><author><name>Neng Novie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15278417659884257785</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://1.bp.blogspot.com/_fg5YaBD5Q2c/TEsvUNfDcrI/AAAAAAAAAI4/UjehE7MGkn4/S220/contact.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5174795030016746954.post-7585975335137003</id><published>2010-07-28T07:51:00.000-07:00</published><updated>2010-07-30T05:26:09.186-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengertian Lingkungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengertian Kesehatan Lingkungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengertian Kesehatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='WHO'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan Lingkungan'/><title type='text'>Pengertian Kesehatan Lingkungan Menurut WHO</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pengertian Kesehatan&lt;/span&gt; Lingkungan sehat menurut &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;WHO &lt;/span&gt; adalah “Keadaan yg meliputi kesehatan fisik, mental, dan sosial yg tidak  hanya berarti suatu keadaan yg bebas dari penyakit dan kecacatan.”.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan menurut  UU No 23 / 1992 Tentang kesehatan  “Keadaan sejahtera  dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup  produktif secara sosial dan ekonomis.”BM6UYQRCDWWS &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;a herf="'http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com" title="Kesehatan Lingkungan Sekolah, Kesehatan Lingkungan Masyarakat, Kesehatan Lingkungan Kerja, Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit, Kesehatan Lingkungan Hidup, Kesehatan Lingkungan Pemukiman, Kesehatan Lingkungan ppt, Kesehatan Lingkungan Industri, Kesehatan Lingkungan Puskesmas"&gt;&lt;img alt="Kesehatan Lingkungan Sekolah, Kesehatan Lingkungan Masyarakat, Kesehatan Lingkungan Kerja, Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit, Kesehatan Lingkungan Hidup, Kesehatan Lingkungan Pemukiman, Kesehatan Lingkungan ppt, Kesehatan Lingkungan Industri, Kesehatan Lingkungan Puskesmas" src="http://www.cafebelajar.com/pic/2009/09/jaga-lingkungan-hidup.jpg" title="Kesehatan Lingkungan Sekolah, Kesehatan Lingkungan Masyarakat, Kesehatan Lingkungan Kerja, Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit, Kesehatan Lingkungan Hidup, Kesehatan Lingkungan Pemukiman, Kesehatan Lingkungan ppt, Kesehatan Lingkungan Industri, Kesehatan Lingkungan Puskesmas" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="more-26"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pengertian Lingkungan&lt;/span&gt; Menurut A.L. Slamet Riyadi (1976) adalah   ”Tempat pemukiman dengan segala sesuatunya dimana organismenya hidup  beserta segala keadaan dan kondisi yang secara langsung maupun tidak dpt  diduga ikut mempengaruhi tingkat kehidupan maupun kesehatan dari  organisme itu.”&lt;br /&gt;Terdapat beberapa pendapat tentang pengertian Kesehatan Lingkungan  sebagai berikut :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;a. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pengertian Kesehatan Lingkungan&lt;/span&gt; Menurut World Health Organisation  (WHO) pengertian Kesehatan Lingkungan : Those aspects of human health  and disease that are determined by factors in the environment. It also  refers to the theory and practice of assessing and controlling factors  in the environment that can potentially affect health. Atau bila  disimpulkan “Suatu keseimbangan ekologi yang harus ada antara manusia  dan lingkungan agar dapat menjamin keadaan sehat dari manusia.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;b. Menurut HAKLI (Himpunan Ahli &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kesehatan Lingkungan&lt;/span&gt; Indonesia)  “Suatu kondisi lingkungan yang mampu menopang keseimbangan ekologi yang  dinamis antara manusia dan lingkungannya untuk mendukung tercapainya  kualitas hidup manusia yang sehat dan bahagia.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;c. Apabila disimpulkan Pengertian Kesehatan Lingkungan adalah “ Upaya  perlindungan, pengelolaan, dan modifikasi lingkungan yang diarahkan  menuju keseimbangan ekologi pada tingkat kesejahteraan manusia yang  semakin meningkat.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ruang Lingkup Kesehatan Lingkungan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kontribusi lingkungan dalam mewujudkan derajat kesehatan merupakan hal  yang essensial di samping masalah perilaku masyarakat, pelayanan  kesehatan dan faktor keturunan. Lingkungan memberikan kontribusi  terbesar terhadap timbulnya masalah kesehatan masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ruang lingkup &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kesehatan lingkungan&lt;/span&gt; adalah :&lt;br /&gt;a. Menurut &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;WHO&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1) Penyediaan Air Minum&lt;br /&gt;2) Pengelolaan air Buangan dan pengendalian pencemaran&lt;br /&gt;3) Pembuangan Sampah Padat&lt;br /&gt;4) Pengendalian Vektor&lt;br /&gt;5) Pencegahan/pengendalian pencemaran tanah oleh ekskreta manusia&lt;br /&gt;6) Higiene makanan, termasuk higiene susu&lt;br /&gt;7) Pengendalian pencemaran udara&lt;br /&gt;&lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif" alt="8)" class="wp-smiley" /&gt; Pengendalian radiasi&lt;br /&gt;9) Kesehatan kerja&lt;br /&gt;10) Pengendalian kebisingan&lt;br /&gt;11) Perumahan dan pemukiman&lt;br /&gt;12) Aspek kesling dan transportasi udara&lt;br /&gt;13) Perencanaan daerah dan perkotaan&lt;br /&gt;14) Pencegahan kecelakaan&lt;br /&gt;15) Rekreasi umum dan pariwisata&lt;br /&gt;16) Tindakan-tindakan sanitasi yang berhubungan dengan keadaan  epidemi/wabah, bencana alam dan perpindahan penduduk.&lt;br /&gt;17) Tindakan pencegahan yang diperlukan untuk menjamin lingkungan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;b. Menurut UU No 23 tahun 1992 Tentang Kesehatan (Pasal 22 ayat 3),  ruang lingkup kesehatan lingkungan sebagai berikut :&lt;br /&gt;1) Penyehatan Air dan Udara&lt;br /&gt;2) Pengamanan Limbah padat/sampah&lt;br /&gt;3) Pengamanan Limbah cair&lt;br /&gt;4) Pengamanan limbah gas&lt;br /&gt;5) Pengamanan radiasi&lt;br /&gt;6) Pengamanan kebisingan&lt;br /&gt;7) Pengamanan vektor penyakit&lt;br /&gt;&lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif" alt="8)" class="wp-smiley" /&gt; Penyehatan dan pengamanan lainnya : Misal  Pasca bencana.&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5174795030016746954-7585975335137003?l=kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com/feeds/7585975335137003/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com/2010/07/pengertian-kesehatan-lingkungan-menurut.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5174795030016746954/posts/default/7585975335137003'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5174795030016746954/posts/default/7585975335137003'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com/2010/07/pengertian-kesehatan-lingkungan-menurut.html' title='Pengertian Kesehatan Lingkungan Menurut WHO'/><author><name>Neng Novie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15278417659884257785</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://1.bp.blogspot.com/_fg5YaBD5Q2c/TEsvUNfDcrI/AAAAAAAAAI4/UjehE7MGkn4/S220/contact.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5174795030016746954.post-3154976739557787424</id><published>2010-07-27T08:48:00.000-07:00</published><updated>2010-07-28T08:52:24.474-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perumahan Sehat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dinas Kesehatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Air Bersih'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lingkungan Sehat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan Lingkungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jamban'/><title type='text'>Pencapaian Program Kesehatan  dan Kesehatan Lingkungan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk menilai keadaan lingkungan dan upaya yang dilakukan untuk  menciptakan lingkungan sehat telah dipilih empat indikator, yaitu  persentase keluarga yang memiliki akses air bersih, presentase rumah  sehat, keluarga dengan kepemilikan sarana sanitasi dasar,  Tempat Umum  dan Pengolahan Makanan (TUPM) .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa upaya untuk memperkecil  resiko turunnya kualitas lingkungan telah dilaksanakan oleh berbagai  instansi terkait seperti pembangunan sarana sanitasi dasar, pemantauan  dan penataan lingkungan, pengukuran dan pengendalian kualitas  lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a herf="'http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com" title="Kesehatan  Lingkungan Sekolah, Kesehatan Lingkungan Masyarakat, Kesehatan  Lingkungan Kerja, Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit, Kesehatan Lingkungan  Hidup, Kesehatan Lingkungan Pemukiman, Kesehatan Lingkungan ppt,  Kesehatan Lingkungan Industri, Kesehatan Lingkungan Puskesmas"&gt;&lt;img alt="Kesehatan Lingkungan Sekolah, Kesehatan Lingkungan Masyarakat,  Kesehatan Lingkungan Kerja, Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit, Kesehatan  Lingkungan Hidup, Kesehatan Lingkungan Pemukiman, Kesehatan Lingkungan  ppt, Kesehatan Lingkungan Industri, Kesehatan Lingkungan Puskesmas" src="http://1.bp.blogspot.com/_WcUtzM0CrCU/STIjfHYgzfI/AAAAAAAAAE4/q3DPmvpIhj4/s400/IMG_0342.JPG" title="Kesehatan Lingkungan Sekolah, Kesehatan Lingkungan Masyarakat,  Kesehatan Lingkungan Kerja, Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit, Kesehatan  Lingkungan Hidup, Kesehatan Lingkungan Pemukiman, Kesehatan Lingkungan  ppt, Kesehatan Lingkungan Industri, Kesehatan Lingkungan Puskesmas" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Pembangunan sarana sanitasi dasar bagi masyarakat  yang berkaitan langsung dengan masalah kesehatan meliputi penyediaan air  bersih, jamban sehat, perumahan sehat yang biasanya ditangani secara  lintas sektor. Sedangkan dijajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang  kegiatan yang dilaksanakan meliputi pemantauan kualitas air minum,  pemantauan sanitasi rumah sakit, pembinaan dan pemantauan sanitasi  tempat-tempat umum (Hotel, Terminal), tempat pengolahan makanan, tempat  pengolahan pestisida dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didalam memantau pelaksanaan  program kesehatan lingkungan dapat dilihat beberapa indikator kesehatan  lingkungan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Penggunaan Air Bersih&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Untuk  tahun 2007 jumlah keluarga yang diperiksa yang memiliki akses air  bersih 72,35%. Dari hasil inspeksi sanitasi petugas Puskesmas penggunaan  air bersih pada setiap keluarga yang paling tertinggi adalah sumur gali  +34,99%, sumur pompa tangan +31,86% ledeng +18,59.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Rumah  Sehat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bagi sebagian besar masyarakat, rumah merupakan  tempat berkumpul bagi semua anggota keluarga dan menghabiskan sebagian  besar waktunya, sehingga kondisi kesehatan perumahan dapat berperan  sebagai media penularan penyakit diantara anggota keluarga atau tetangga  sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 2007 telah dilakukan pemeriksaan rumah  sehat di 40 wilayah Puskesmas di kab.Tangerang, dari hasil inspeksi  sanitasi 560.426 rumah maka 68,34% dinyatakan sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari data  yang ada maka program sosialisasi terhadap masyarakat untuk membangun  rumah sehat perlu terus dilakukan sehingga pencegahan terhadap  perkembangan vektor penyakit dapat diperkecil, demikian pula penyebab  penyakit lainnya di sekitar rumah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Keluarga Dengan  Kepemilikan Sarana Sanitasi Dasar.  &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Keluarga dengan  kepemilikan sarana sanitasi dasar meliputi persediaan air bersih,  kepemilikan jamban keluarga, tempat sampah dan pengelolaan air limbah  keluarga keseluruhan hal tersebut sangat diperlukan didalam peningkatan  kesehatan lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil pendataan yang dilakukan oleh  sanitasi Puskesmas menggambarkan sampai tahun 2007 dapat digambarkan  pada grafik berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Persentase Keluarga Dengan  Kepemilikan Sarana Sanitasi Dasar Tahun 2005 dan 2007&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.dinkes-kabtangerang.go.id/images/stories/tabel/tabel-020.gif" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari data diatas menunjukkan bahwa tahun  2007 kepemilikan sarana sanitasi dasar di Kab.Tangerang sedikit  meningkat dibandingkan tahun 2006, dapat diasumsikan bahwa kondisi ini  menunjukan adanya peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya  sarana sanitasi dasar.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Tempat Umum dan Pengolahan  Makanan (TUPM)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Makanan termasuk minuman, merupakan kebutuhan  pokok dan sumber utama bagi kehidupan manusia, namun makanan yang tidak  dikelola dengan baik justru akan menjadi media yang sangat efektif  didalam penularan penyakit saluran pencernaan (Food Borne Deseases).  Terjadinya peristiwa keracunan dan penularan penyakit akut yang sering  membawa kematian banyak bersumber dari makanan yang berasal dari tempat  pengolahan makanan (TPM) khususnya jasaboga, rumah makan dan makanan  jajanan yang pengelolaannya tidak memenuhi syarat kesehatan atau  sanitasi lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga upaya pengawasan terhadap sanitasi  makanan amat penting untuk menjaga kesehatan konsumen atau masyarakat.  Hasil pengawasan terhadap kualitas penyehatan tempat umum dan pengolahan  makanan  tahun 2007 menunjukan hasil sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Hasil  Pengawasan TUPM di Kabupaten Tangerang Tahun 2007&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.dinkes-kabtangerang.go.id/images/stories/tabel/tabel-021.gif" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil pengawasan makanan dapat  diketahui TUPM yang memenuhi syarat sudah diatas 60% dari masing-masing  jenis TUPM.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5174795030016746954-3154976739557787424?l=kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com/feeds/3154976739557787424/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com/2010/07/pencapaian-program-kesehatan-dan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5174795030016746954/posts/default/3154976739557787424'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5174795030016746954/posts/default/3154976739557787424'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com/2010/07/pencapaian-program-kesehatan-dan.html' title='Pencapaian Program Kesehatan  dan Kesehatan Lingkungan'/><author><name>Neng Novie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15278417659884257785</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://1.bp.blogspot.com/_fg5YaBD5Q2c/TEsvUNfDcrI/AAAAAAAAAI4/UjehE7MGkn4/S220/contact.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_WcUtzM0CrCU/STIjfHYgzfI/AAAAAAAAAE4/q3DPmvpIhj4/s72-c/IMG_0342.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5174795030016746954.post-8702921832989370804</id><published>2010-07-26T08:55:00.000-07:00</published><updated>2010-07-28T08:58:43.482-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sampah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sanitasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Air Bersih'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan Lingkungan'/><title type='text'>Kesehatan Lingkungan Air Bersih, Sampah dan Sanitasi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;p align="justify"&gt;    Salah satu kebutuhan penting akan kesehatan  lingkungan adalah masalah air bersih, persampahan dan sanitasi, yaitu  kebutuhan akan air bersih, pengelolaan sampah yang setiap hari  diproduksi oleh masyarakat serta pembuangan air limbah yang langsung  dialirkan pada saluran/sungai. Hal tersebut menyebabkan pandangkalan  saluran/sungai, tersumbatnya saluran/sungai karena sampah. Pada saat  musim penghujan selalu terjadi banjir dan menimbulkan penyakit.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;    Beberapa penyakit yang ditimbulkan oleh sanitasi  yang kurang baik serta pembuangan sampah dan air limbah yang kurang baik  diantaranya adalah:&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Diare&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Demam berdarah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Disentri&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hepatitis A&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kolera&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tiphus&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Cacingan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Malaria&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt; &lt;a herf="'http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com" title="Kesehatan  Lingkungan Sekolah, Kesehatan Lingkungan Masyarakat, Kesehatan  Lingkungan Kerja, Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit, Kesehatan Lingkungan  Hidup, Kesehatan Lingkungan Pemukiman, Kesehatan Lingkungan ppt,  Kesehatan Lingkungan Industri, Kesehatan Lingkungan Puskesmas"&gt;&lt;img style="width: 483px; height: 252px;" alt="Kesehatan Lingkungan Sekolah, Kesehatan Lingkungan Masyarakat,  Kesehatan Lingkungan Kerja, Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit, Kesehatan  Lingkungan Hidup, Kesehatan Lingkungan Pemukiman, Kesehatan Lingkungan  ppt, Kesehatan Lingkungan Industri, Kesehatan Lingkungan Puskesmas" src="http://www.dimsum.its.ac.id/id/wp-content/kesling2.jpg" title="Kesehatan Lingkungan Sekolah, Kesehatan Lingkungan Masyarakat,  Kesehatan Lingkungan Kerja, Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit, Kesehatan  Lingkungan Hidup, Kesehatan Lingkungan Pemukiman, Kesehatan Lingkungan  ppt, Kesehatan Lingkungan Industri, Kesehatan Lingkungan Puskesmas" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Mengapa BAB harus sehat??kenapa jamban yang kita  miliki harus sehat??? mungkin ini yang belum pernah terpikirkan oleh  sebaian besar masyarakat pedesaan kita. dari penjelasan di atas sudah  dapat diketahui penyakit yang timbul akaibat BAB dan jamban tidak sehat.  jamban sendiri Merupakan tempat penampung kotoran manusia yang sengaja  dibuat untuk mengamankannya, dengan tujuan:&lt;/p&gt; &lt;ol start="1" type="1"&gt;&lt;li&gt;Mencegah terjadinya penyebaran      langsung bahan-bahan yang  berbahaya bagi manusia akibat pembuangan kotoran      manusia.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mencegah vektor pembawa untuk      menyebarkan penyakit pada pemakai  dan lingkungan sekitarnya&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;img src="http://www.dimsum.its.ac.id/id/wp-content/kesling11.jpg" alt="kesling11.jpg" align="left" width="269" height="157" /&gt; Lalat  yang hinggap disampah dan dipermukaan air limbah atau tikus selokan yang  masuk kedalam saluran air limbah dapat membawa sejumlah kuman penyebab  penyakit. Bila lalat atau tikus tersebut menyentuh makanan atau minuman  maka besar kemungkinan orang yang menelan makanan dan minuman tersebut  akan menderita salah satu penyakit seperti yang tersebut diatas.  Demikian pula dengan anak-anak kecil yang bermain atau orang dewasa yang  bekerja didekat atau mengalami kontak langsung dengan air limbah dan  sampah dapat terkena penyakit seperti yang tersebut diatas, terutama  bila tidak membersihkan anggota badan terlebih dahulu.&lt;/p&gt; &lt;ol start="1" type="1"&gt;&lt;li&gt;Air limbah dapat dikelompokkan      kedalam 2 bagian, yaitu:&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Air bekas yang berasal dari bak atau      lantai cuci piring atau  peralatan rumah tangga, lantai cuci pakaian dan      kamar mandi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lumpur tinja yang berasal dari jamban      atau water closet (WC)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p align="justify"&gt;    Tangki septic atau unit pengolahan air limbah  terpusat diperlukan guna mengolah air limbah sebelum dibuang kesuatu  badan air. Disamping untuk mencegah pencemaran termasuk diantaranya  organisme penyebab penyakit, pengolahan air limbah dimaksudkan untuk  mengurangi beban pencemaran atau menguraikan pencemar sehingga memenuhi  persyaratan standar kualitas ketika dibuang kesuatu badan air penerima.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;    Sampah dan air limbah mengandung berbagai macam  unsur seperti gas-gas terlarut, zat-zat padat terlarut, minyak dan lemak  serta mikroorganisme. Mikroorganisme yang terkandung dalam sampah dan  air limbah dapat berupa organisme pengurai dan penyebab penyakit.  Penanganan sampah dan air limbah yang kurang baik seperti:&lt;/p&gt; &lt;ol start="1" type="1"&gt;&lt;li&gt;Pengaliran air limbah ke dalam      saluran terbuka&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dinding dan dasar saluran yang rusak      karena kurang terpelihara&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p align="justify"&gt;    Pembuangan kotoran dan sampah kedalam saluran  yang menyebabkan penyumbatan dan timbulnya genangan akan mempercepat  berkembangbiaknya mikroorganisme atau kuman-kuman penyebab penyakit,  serangga dan mamalia penyebar penyakit seperti lalat dan tikus.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;    Suatu badan air seperti sungai atau laut  mempunyai kapasitas penguraian tertentu. Bila air limbah langsung  dimasukkan begitu saja kedalam badan air tanpa dilakukan suatu proses  pengolahan, maka suatu saat dapat menimbulkan terjadinya pencemaran  lingkungan. Pencemaran tersebut berlangsung bila kapasitas penguraian  limbah yang terdapat dalam badan air dilampaui sehingga badan air  tersebut tidak mampu lagi melakukan proses pengolahan atau penguraian  secara alamiah. Kondisi yang demikian dinamakan kondisi septik atau  tercemar yang ditandai oleh:&lt;/p&gt; &lt;ol start="1" type="1"&gt;&lt;li&gt;Timbulnya bau busuk&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Warna air yang gelap dan pekat&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Banyaknya ikan dan organisme air      lainnya yang mati atau  mengapung.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;h3&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pola Hidup Bersih dan Sehat&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;p align="justify"&gt;Hidup bersih dan sehat dapat diartikan sebagai hidup  di lingkungan yang memiliki standar kebersihan dan kesehatan serta  menjalankan pola/perilaku hidup bersih dan sehat. Lingkungan yang sehat  dapat memberikan efek terhadap kualitas kesehatan. Kesehatan seseorang  akan menjadi baik jika lingkungan yang ada di sekitarnya juga baik.  Begitu juga sebaliknya, kesehatan seseorang akan menjadi buruk jika  lingkungan yang ada di sekitarnya kurang baik. Dalam penerapan hidup  bersih dan sehat dapat dimulai dengan mewujudkan lingkungan yang sehat.  Lingkungan yang sehat memiliki ciri-ciri tempat tinggal (rumah) dan  lingkungan sekitar rumah yang sehat&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5174795030016746954-8702921832989370804?l=kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com/feeds/8702921832989370804/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com/2010/07/kesehatan-lingkungan-air-bersih-sampah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5174795030016746954/posts/default/8702921832989370804'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5174795030016746954/posts/default/8702921832989370804'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com/2010/07/kesehatan-lingkungan-air-bersih-sampah.html' title='Kesehatan Lingkungan Air Bersih, Sampah dan Sanitasi'/><author><name>Neng Novie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15278417659884257785</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://1.bp.blogspot.com/_fg5YaBD5Q2c/TEsvUNfDcrI/AAAAAAAAAI4/UjehE7MGkn4/S220/contact.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5174795030016746954.post-787228515119459578</id><published>2010-07-25T09:02:00.000-07:00</published><updated>2010-07-28T09:06:12.158-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sampah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sanitasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pencemaran Udara'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hidup Bersih'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Membudayakan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan Lingkungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pencemaran Tanah'/><title type='text'>Kesehatan Lingkungan Membudayakan Hidup Bersih</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="content-artikel"&gt; &lt;div class="content-artikel"&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sanitasi merupakan salah satu komponen  dari kesehatan  lingkungan, yaitu perilaku yang disengaja untuk membudayakan hidup  bersih untuk mencegah manusia bersentuhan langsung dengan kotoran dan  bahan buangan berbahaya lainnya, dengan harapan dapat menjaga dan  meningkatkan kesehatan manusia. Dalam penerapannya di masyarakat,  sanitasi meliputi penyediaan air, pengelolaan limbah, pengelolaan  sampah, kontrol vektor, pencegahan dan pengontrolan pencemaran tanah,  sanitasi makanan, serta pencemaran udara.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;a herf="'http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com" title="Kesehatan  Lingkungan Sekolah, Kesehatan Lingkungan Masyarakat, Kesehatan  Lingkungan Kerja, Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit, Kesehatan Lingkungan  Hidup, Kesehatan Lingkungan Pemukiman, Kesehatan Lingkungan ppt,  Kesehatan Lingkungan Industri, Kesehatan Lingkungan Puskesmas"&gt;&lt;img style="width: 354px; height: 405px;" alt="Kesehatan Lingkungan Sekolah, Kesehatan Lingkungan Masyarakat,  Kesehatan Lingkungan Kerja, Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit, Kesehatan  Lingkungan Hidup, Kesehatan Lingkungan Pemukiman, Kesehatan Lingkungan  ppt, Kesehatan Lingkungan Industri, Kesehatan Lingkungan Puskesmas" src="http://s3417dy.blogdetik.com/files/2008/02/ob.JPG" title="Kesehatan Lingkungan Sekolah, Kesehatan Lingkungan Masyarakat,  Kesehatan Lingkungan Kerja, Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit, Kesehatan  Lingkungan Hidup, Kesehatan Lingkungan Pemukiman, Kesehatan Lingkungan  ppt, Kesehatan Lingkungan Industri, Kesehatan Lingkungan Puskesmas" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kesehatan lingkungan di Indonesia masih  memprihatinkan. Belum optimalnya sanitasi di Indonesia ini ditandai  dengan masih tingginya angka kejadian penyakit infeksi  dan penyakit menular di masyarakat. Pada saat negara lain pola penyakit  sudah bergeser menjadi penyakit degeneratif, Indonesia masih direpotkan  oleh kasus demam berdarah,  Diare, Kusta, serta Hepatitis A yang seakan  tidak ada habisnya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kondisi sanitasi di Indonesia  memang tertinggal cukup jauh dari negara-negara tetangga. Dengan  Vietnam saja Indonesia hampir disalip, apalagi dibandingkan dengan  Malaysia atau Singapura yang memiliki komitmen tinggi terhadap kesehatan  lingkungan di negaranya. Jakarta hanya menduduki posisi nomor dua dari  bawah setelah Vientianne (Laos) dalam pencapaian cakupan sanitasinya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sanitasi sangat menentukan keberhasilan  dari paradigma pembangunan kesehatan lingkungan lima tahun ke depan yang  lebih menekankan pada aspek pencegahan (preventif) daripada aspek  pengobatan (kuratif). Dengan adanya upaya preventif yang baik,  angka  kejadian penyakit  yang terkait dengan kondisi lingkungan dapat dicegah.  Selain itu  anggaran yang diperlukan untuk preventif juga relatif lebih terjangkau  dari pada melakukan upaya kuratif.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Anggaran pemerintah untuk kesehatan  lingkungan masih relatif minim. Dari anggaran yang masih minim  tersebut, sanitasi tidak berada di urutan yang dijadikan prioritas  utama. Besarnya investasi untuk pengembangan sanitasi diperkirakan hanya  Rp20/orang/tahun, lebih rendah dari yang dibutuhkan sebesar  Rp40,000/orang/tahun. Buruknya sanitasi ini menyebabkan kerugian  terhadap ekonomi Indonesia sebesar 6,3 milyar dolar AS setiap tahun pada  tahun 2006, ini setara dengan 2.3% Produk Domestik Bruto (PDB) kita.  Pemerintah juga bekerjasama dengan beberapa negara berkembang untuk  meningkatkan fasilitas sanitasi dan kondisi penyediaan air bersih,  khususnya di daerah pedesaan. Sangat miris rasanya jika kita masih  memerlukan dana negara lain untuk membangun sanitasi di negeri sendiri.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Selain pemerintah, masyarakat juga  memiliki peran yang sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang  sehat. Saat ini masih banyak masyarakat yang belum sadar akan pentingnya  sanitasi. Salah seorang praktisi kesehatan  lingkungan menyatakan bahwa di pelosok desa masih ditemui  masyarakat yang lebih memilih untuk buang air besar (BAB) di sawah  daripada membangun WC untuk menjaga kesehatan diri dan lingkungan  sekitarnya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Mind set&lt;/em&gt; masyarakat seperti  itulah yang perlu diubah. Sanitasi bukan hanya kewajiban, tetapi suatu  kebutuhan akan kesehatan lingkungan. Kita tentu tidak ingin dikenal  sebagai sebuah negara yang warganya masih BAB  (buang air besar) sembarangan, seperti dikatakan Menteri Pekerjaan Umum  Djoko Kirmanto, yang menargetkan bebas BAB pada akhir tahun 2014. "BAB  saja masih sembarangan, apa kata dunia?".&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;http://www.anneahira.com/artikel-kesehatan/kesehatan-lingkungan.htm&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5174795030016746954-787228515119459578?l=kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com/feeds/787228515119459578/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com/2010/07/kesehatan-lingkungan-membudayakan-hidup.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5174795030016746954/posts/default/787228515119459578'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5174795030016746954/posts/default/787228515119459578'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com/2010/07/kesehatan-lingkungan-membudayakan-hidup.html' title='Kesehatan Lingkungan Membudayakan Hidup Bersih'/><author><name>Neng Novie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15278417659884257785</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://1.bp.blogspot.com/_fg5YaBD5Q2c/TEsvUNfDcrI/AAAAAAAAAI4/UjehE7MGkn4/S220/contact.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5174795030016746954.post-4822460498942889707</id><published>2010-07-24T09:07:00.000-07:00</published><updated>2010-07-28T09:09:16.464-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perumahan Sehat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lingkungan Perumahan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rumah Sehat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lingkungan Sehat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan Lingkungan'/><title type='text'>Lingkungan Yang Sehat dan Rumah Sehat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;img class="alignleft size-full wp-image-47" title="RUMAH SEDERHANA TAPI SEHAT" src="http://abahjack.com/wp-content/uploads/2010/01/imah-sunda.jpg" alt="imah-sunda" width="222" height="135" /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;A.Rumah.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rumah sebagai salah satu kebutuhan pokok manusia merupakan tempat  untuk membangun kehidupan keluarga. Untuk itu rumah seharusnya dapat  memberikan wadah bagi kegiatan seluruh anggopta keluarga dengan baik.&lt;br /&gt;1.Arti rumah bagi keluarga sebagai :&lt;span id="more-13"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;a. Tempat untuk berlindung&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;Keluarga bertempat tinggal dalam rumah untuk melindungi diri dari    panas,    hujan, angin, dan gangguan lainnya, sehingga dapat tinggal  dengan    rasa aman.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;b. Tempat pembinaan keluarga&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;Rumah sebagai tempat tinggal dan pertumbuhan keluarga mempunyai peranan  yang besar dalam pembinaan watak penghuninya. Rumah hendaknya dapat  menjadi wadah kegiatan pembinaan keluarga melalui bimbingan pengetahuan,  keterampilan dan perilaku yang baik.&lt;br /&gt;Karena rumah merupakan tempat pendidikan yang pertama dan utama bagi  keluaraga, terutama bagi pengembangan kepribadian anak.&lt;br /&gt;Dengan mempersiapkan rumah yang memenuhi syarat, diharapkan dapat  menampung kegiatan pembinaan bagi anggota keluarga dan mendorong  terciptanya kerukunan dankebahagiaan keluarga.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;c. Tempat kegiatan keluarga.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Rumah sebagai tempat pertemuan berbagai kegiatan keluarga, mempunyai  arti yang penting dalam memberikan ruang dan suasana yang menunjang  kegiatan itu sendidri. Sehingga didalam rumah keluarga dapat menjalankan  kegiatan dengan rasa senang, tenteram dan nyaman tenteram dan nyaman.  Untuk mencapai keadaan ini, perlu dipersiapkan rumah sehat yang dapat  menampung anggota keluarga dalam melakukan kegiatan dan kebiasaannya  dengan baik. Rumah sehat dan nyaman akan berpengaruh pada kesehatan&lt;br /&gt;jasmani dan rohani anggota keluarga itu sendiri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;2. Syarat rumah sehat.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;a.memenuhi segi kesehatan Artinya bagian bagian rumah yang mempengaruhi  kesehatan keluarga hendaknya dipersiapkan dengan baik&lt;br /&gt;terutama :&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt; Penerangan dan per anginan dalam setiap ruang harus cukup.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penyediaan air bersih.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;pengaturan pembuangan air linmbah, kotoran manusia dan sampah tidak  menimbulkan pencemaran.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Luas rumah yang sebanding dengan jumlah penghuni.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bagian bagian ruang seperti lantai dan dinding tidak lembab.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak terjadi pencamaran seperti bau,  rembesan air kotor, udara  kotor, dan sebagainya.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;b.Memenuhi segi kekuatan bangunan.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Artinya bagian bagian dari bangunan rumah mempunyai konstruksi dan bahan  bangunan yang dapat dijamin keamanannya seperti :&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt; Konstruksi bangunan yang cuckup kuat, baik untuk menahan beratnya  sendiri maupan pengaruh luar seperti angin, hujan, gempa dan lain lain&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Pemakaina bahanbangunan yang bisa dijamin keawetan dan kemudahan  dalam pemeliharaan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Penggunaaan bahan tahan api, untuk bagian yang mudah terbakar, dan  bahan tahan air untuk bagian yang selalu basah.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;c. Memperhatikan segi kenyamanan.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Agar keluarga dapat tinggal dengan nyaman dan dapat melakukan kegiatan  dengan mudah, diperlukan :&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt; Penyediaan ruangan yang mencukupi&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Ukuran ruangan yang sesuai dengan kegiatan penghuni didalamnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penataan ruangan yang cukup baik.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dekorasi dan warna ruangan yang serasi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Penghijauan halaman diatur sesuai kebutuhan.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;d. Memenuhi Segi keterjangkauan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Hendaknya rumah dibangun, dilengkapi dan dipelihara dengan dana yang  sesuai dengan kemampuan keluarga&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;B.Lingkungan perumahan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Lingkungan perumahan merupakan kumpulan dari rumah rumah yang dilengkapi  dengan prasarana jaringan pelayanan umum fasilitas sosial yang  dibutuhkan untuk memudahkan kegiatan masyarakat dilingkungan tersebut.  Letak suatu lingkungan perumahan harus didalam daerah yang diperuntukan  bagi perumahan, dan bukan dilingkungan industri besar atau pabrik.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1.Hal hal yang harus dipenuhi untuk suatu perumahan adalah :&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt; Penyediaan prasarana yang cukup memadai, seperti jalan, saluran  pembuangan air limbah, dan saluran air hujan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Penyedian jaringan pelayanan umum ( utilitas umum ) adalah bangunan  bangunan yang dibutuhkan dalam mengelola pelayanan lingkungan seperti :&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt; – Jaringan listrik&lt;/li&gt;&lt;li&gt; – jaringan air bersih&lt;/li&gt;&lt;li&gt; – Jaringan telepon&lt;/li&gt;&lt;li&gt; – Pemadam kebakaran&lt;/li&gt;&lt;li&gt; – dan sebagainya.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;c. Penyediaan fasilitas sosial perumahan.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Untuk memudahkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya seperti :&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;- Fasilitas ibadah : langgar, mesjid dan sebagainya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;- Fasilitas kesehatan : Puskesmas, Dokter, Bidan dsbnya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;- Fasilitas perbelanjaan : pasar, warung, toko, mall dsbnya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;- Fasilitas kebersihan : Pelayanan pembuanagn sampah lingkungan,MCK  dsbnya.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;- Fasilitas pendidikan : Sekolah ( TK, SD, SMP, SMA dsbnya)&lt;br /&gt;- Fasilitas Rekreasi : Tempat olah raga, Tempat bermain anak  dansebagainya.&lt;br /&gt;- Fasilitas lainnya : gedung/ balai pertemuan dsbnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;img class="alignleft size-full wp-image-45" title="Jkt-Bdg" src="http://abahjack.com/wp-content/uploads/2010/01/Jkt-Bdg.jpg" alt="Jkt-Bdg" width="227" height="157" /&gt;2. Syarat lingkungan perumahan  sehat.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Memenuhi segi penyehatan lingkungan. Artinya komponen komponen  lingkungan perumahan yang    mempengaruhi    kesehatan masyarakat  hendaknya dilengkapi sesuai dengan kebutuhan, seperti :&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt; Penyedian prasarana lingkungan yang memadai, sehingga memenuhi  kebutuhan masyarakat&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Penyediaan fasilitas lingkungan sesuai dengan banyaknya  masyarakat  yang dilayani.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Pengamanan lingkungan perumahan terhadap pencemaran seperti  pemeliharaan sumber sumber air bersih, pembuangan sampah dan air limbah  yang tidak mengganggu dan lain lain.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;b. Memenuhi segi ketertiban.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Lingkungan perumahan yang tertib dibangun dengan mematuhi peraturan dan  petunjuk petunjuk yang berlaku disuatu daerah,   lingkungan perumahan  akan terhindar dari kenungkinan bencana ( runtuh, kebakaran dsb)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;c. Memperhatikan keserasian lingkungan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Melestarikan pohon pelindung dan tanaman, disamping untuk penyegaran  udara dan memberikan pemandangan indah, juga bermanfaat untuk menguatkan  tanah dan penyimpanan air tanah&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;- Memberi penerangan alami dan buatan yang mencukupi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;- Mengatur tata letak perumahan sehingga cukup serasi.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5174795030016746954-4822460498942889707?l=kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com/feeds/4822460498942889707/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com/2010/07/lingkungan-yang-sehat-dan-rumah-sehat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5174795030016746954/posts/default/4822460498942889707'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5174795030016746954/posts/default/4822460498942889707'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com/2010/07/lingkungan-yang-sehat-dan-rumah-sehat.html' title='Lingkungan Yang Sehat dan Rumah Sehat'/><author><name>Neng Novie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15278417659884257785</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://1.bp.blogspot.com/_fg5YaBD5Q2c/TEsvUNfDcrI/AAAAAAAAAI4/UjehE7MGkn4/S220/contact.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5174795030016746954.post-3306532179777783053</id><published>2010-07-23T09:11:00.000-07:00</published><updated>2010-07-28T09:14:17.207-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lingkungan Sekolah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Siswa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan Lingkungan Sekolah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan Lingkungan'/><title type='text'>Kesehatan Lingkungan Sekolah Siswa</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;"  lang="IN"&gt;HUBUNGAN&lt;br /&gt;ANTARA HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA TENTANG PENDIDIKAN KEPENDUDUKAN DAN&lt;br /&gt;LINGKUNGAN HIDUP (PKLH) DAN SIKAP SISWA TERHADAP KESEHATAN LINGKUNGAN  DENGAN&lt;br /&gt;PARTISIPASI &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;"  lang="IN"&gt;SISWA DALAM&lt;br /&gt;KEGIATAN KESEHATAN LINGKUNGAN SEKOLAH &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;"  lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;a herf="'http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com" title="Kesehatan  Lingkungan Sekolah, Kesehatan Lingkungan Masyarakat, Kesehatan  Lingkungan Kerja, Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit, Kesehatan Lingkungan  Hidup, Kesehatan Lingkungan Pemukiman, Kesehatan Lingkungan ppt,  Kesehatan Lingkungan Industri, Kesehatan Lingkungan Puskesmas"&gt;&lt;img style="width: 275px; height: 269px;" alt="Kesehatan Lingkungan Sekolah, Kesehatan Lingkungan Masyarakat,  Kesehatan Lingkungan Kerja, Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit, Kesehatan  Lingkungan Hidup, Kesehatan Lingkungan Pemukiman, Kesehatan Lingkungan  ppt, Kesehatan Lingkungan Industri, Kesehatan Lingkungan Puskesmas" src="http://sekolahinovatif.blogdetik.com/files/2008/09/logo-ukspsd.jpg" title="Kesehatan Lingkungan Sekolah, Kesehatan Lingkungan Masyarakat,  Kesehatan Lingkungan Kerja, Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit, Kesehatan  Lingkungan Hidup, Kesehatan Lingkungan Pemukiman, Kesehatan Lingkungan  ppt, Kesehatan Lingkungan Industri, Kesehatan Lingkungan Puskesmas" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;"  lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;"  lang="IN"&gt;A. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;"  lang="IN"&gt;Latar&lt;br /&gt;Belakang Masalah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  lang="IN" &gt; Belajar  merupakan&lt;br /&gt;suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu  perubahan&lt;br /&gt;tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalaman  individu&lt;br /&gt;itu sendiri dalam interaksinya dengan lingkungan. Perubahan tersebut  akan&lt;br /&gt;nampak dalam penguasaan pola-pola respons yang baru terhadap lingkungan,  yang&lt;br /&gt;berupa keterampilan, kebiasaan, sikap, kecakapan, pengetahuan,  pengalaman&lt;br /&gt;apresiasi dan sebagainya. Dengan demikian hasil belajar ditandai dengan  adanya&lt;br /&gt;perubahan seluruh aspek tingkah laku (Mohammad Surya, 1992 : 23-25).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  lang="IN" &gt; Masalah&lt;br /&gt;kependudukan dan lingkungan hidup pada hakekatnya adalah masalah  kemanusiaan&lt;br /&gt;yang erat hubungannya dengan sistem nilai, adat istiadat, dan agama  dalam&lt;br /&gt;mengendalikan eksistensi sebagai penduduk dan pengelolaan lingkungan  hidup.&lt;br /&gt;Oleh karena itu cara mengatasinya tidak dapat hanya dengan melakukan&lt;br /&gt;usaha-usaha yang bersifat teknis semata-mata, melainkan haruslah ada  usaha yang&lt;br /&gt;bersifat edukatif dan persuasif. Dengan demikian akan dapat dilakukan  usaha ke&lt;br /&gt;arah perubahan sikap dan perilaku yang sudah lama melekat dalam  masyarakat.&lt;br /&gt;Kegiatan yang dimaksudkan adalah pelaksanaan Pendidikan Kependudukan dan&lt;br /&gt;Lingkungan Hidup (PKLH), yaitu program pendidikan untuk membina anak  didik agar&lt;br /&gt;memiliki pengertian, kesadaran, sikap dan tingkah lakukependudukan dan&lt;br /&gt;lingkungan hidup secara rasional dan bertanggung jawab dari segi sosial,&lt;br /&gt;politik, ekonomi, dan kesejahteraan keluarga, masyarakat, lingkungan  hidup&lt;br /&gt;negaranya, dan manusia pada umumnya (Nana Sudjana dan Dendasurono&lt;br /&gt;Prawiroatmodjo (1989 : 9).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  lang="IN" &gt; Sikap&lt;br /&gt;memiliki tiga komponen sikap, yaitu : 1) komponen kognisi yang  hubungannya&lt;br /&gt;dengan &lt;em&gt;beliefs&lt;/em&gt;, ide dan konsep, 2)&lt;br /&gt;komponen afeksi yang menyangkut kehidupan emosional seseorang, dan 3)  komponen&lt;br /&gt;konasi yang merupakan kecenderungan bertingkah laku. Untuk lebih  menjelaskan&lt;br /&gt;konteks sikap, perlu dibedakan terlebih dahulu fungsi sikap dan  kejadian.&lt;br /&gt;Karakteristik dari sikap senantiasa mengikutsertakan segi evaluasi yang  berasal&lt;br /&gt;dari komponen afeksi (Mar’at, 1981 : 13). Sikap siswa terhadap kesehatan  lingkungan&lt;br /&gt;akan melahirkan tindakan atau perilaku siswa, apakah ia akan peduli atau  tidak&lt;br /&gt;peduli terhadap masalah kesehatan lingkungan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  lang="IN" &gt; Usaha&lt;br /&gt;kesehatan lingkungan merupakan salah satu usaha dari enam usaha dasar  kesehatan&lt;br /&gt;masyarakat. Enam usaha dasar kesehatan masyarakat tersebut, yaitu : 1)&lt;br /&gt;pemeliharaan dokumen kesehatan, 2) pendidikan kesehatan, 3) kesehatan&lt;br /&gt;lingkungan, 4) pemberantasan penyakit menular, 5) kesejahteraan ibu dan  anak,&lt;br /&gt;dan 6) pelayanan medis dan perawatan kesehatan. Di antara sekian banyak  kegiatan&lt;br /&gt;kesehatan lingkungan, dapat disebutkan program atau kegiatan penyediaan  air&lt;br /&gt;minum, pengolahan dan pembuangan limbah cair, gas, dan padat, mencegah&lt;br /&gt;kebisingan, mencegah kecelakaan, mencegah penyebaran penyakit bawaan  air,&lt;br /&gt;udara, makanan, dan vektor, pengelolaan kualitas lingkungan air, udara,&lt;br /&gt;makanan, pemukiman, dan bahan berbahaya (Juli Soemirat Slamet, 1994 :  6-7).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  lang="IN" &gt; Kesehatan&lt;br /&gt;lingkungan sekolah di negara-negara berkembang termasuk di Indonesia,  pada&lt;br /&gt;umumnya masih rendah. Sebagai contoh, penyediaan fasilitas toilet yang  tidak&lt;br /&gt;memadai dengan jumlah warga sekolah, ruangan belajar yang berdempetan  karena&lt;br /&gt;lahan sempit sementara jumlah ruangan banyak, saluran pembuangan limbah  yang&lt;br /&gt;tidak lancar, persediaan air bersih yang tidak memadai, dan lain  sebagainya.&lt;br /&gt;Kesehatan lingkungan sekolah sangat besar pengaruhnya terhadap prestasi  atau&lt;br /&gt;hasil belajar siswa. Kesehatan lingkungan juga mempengaruhi pembentukan  sikap&lt;br /&gt;siswa terhadap lingkungannya, sehingga pada akhirnya juga akan sangat&lt;br /&gt;menentukan partisipasi siswa dalam kegiatan kesehatan lingkungan,  khususnya di&lt;br /&gt;lingkungan sekolah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  lang="IN" &gt; Lingkungan&lt;br /&gt;sekolah yang sehat antara lain adalah dengan tersedianya fasilitas  toilet yang&lt;br /&gt;memadai dengan jumlah siswa dan warga sekolah lainnya, persediaan air  bersih&lt;br /&gt;yang cukup, terdapatnya tanaman penghijauan yang menambah kadar oksigen  dan&lt;br /&gt;keteduhan, saluran air limbah yang baik, lingkungan yang tidak terlalu  bising,&lt;br /&gt;disamping keharusan adanya Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Dalam hal ini,&lt;br /&gt;kesehatan lingkungan di SMU Negeri 1 Tasikmalaya masih kurang memadai,  terutama&lt;br /&gt;misalnya dalam penyediaan fasilitas toilet yang tidak seimbang dengan  jumlah&lt;br /&gt;siswa dan warga sekolah lainnya, penyediaan air bersih yang kurang  mencukupi,&lt;br /&gt;ruangan istirahat yang tidak memadai, kurangnya tanaman penghijauan di  halaman&lt;br /&gt;sekolah, dan lain sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  lang="IN" &gt;  Dalam usaha  memelihara dan meningkatkan&lt;br /&gt;lingkungan sekolah yang bersih dan sehat, maka sebaiknya ditingkatkan&lt;br /&gt;partisipasi siswa dalam usaha kesehatan lingkungan sekolah. Partisipasi  siswa&lt;br /&gt;dapat dalam bentuk partisipasi tenaga, partisipasi buah pikiran, atau  pun&lt;br /&gt;partisipasi harta-benda. Partisipasi tenaga dapat dalam bentuk terjun  langsung&lt;br /&gt;secara fisik seperti menyapu halaman, membersihkan selokan, dan lainnya.&lt;br /&gt;Partisipasi buah pikiran dapat berbentuk ide untuk menyediakan tempat  sampah&lt;br /&gt;dengan bentuk yang indah dan menarik. Sedangkan partisipasi harta benda  dapat&lt;br /&gt;dalam bentuk menyumbangkan alat-alat kebersihan seperti sapu ijuk dan  sapu&lt;br /&gt;lidi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;"  lang="IN"&gt;B. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;"  lang="IN"&gt;Kerangka&lt;br /&gt;Pemikiran&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  lang="IN" &gt; Setiap&lt;br /&gt;individu memiliki hasil belajar kognitif PKLH yang berbeda. Individu  yang memiliki hasil belajar kognitif PKLH yang&lt;br /&gt;tinggi cenderung untuk memiliki partisipasi yang tinggi dalam kesehatan&lt;br /&gt;lingkungan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  lang="IN" &gt; Agar&lt;br /&gt;diperoleh partisipasi siswa yang tinggi dalam kegiatan kesehatan  lingkungan,&lt;br /&gt;maka diperlukan peningkatan proses belajar mengajar tentang PKLH yang  lebih&lt;br /&gt;efektif dan efisien bagi para siswa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  lang="IN" &gt; Edi&lt;br /&gt;Hernawan (1999) mengemukakan hasil penelitiannya tentang Perbedaan Hasil&lt;br /&gt;Belajar Kognitif PKLH dan Sikap Siswa Sekolah Dasar Terhadap Lingkungan  Hidup&lt;br /&gt;Antara Siswa SD Negeri di Kota dan di Luar Kota Tasikmalaya, bahwa hasil&lt;br /&gt;belajar kognitif PKLH dan sikap terhadap lingkungan hidup siswa yang  berasal&lt;br /&gt;dari SD Negeri di kota Tasikmalaya lebih tinggi dibandingkan dengan  siswa yang&lt;br /&gt;berasal dari SD Negeri di luar kota Tasikmalaya. Hal ini disebabkan  siswa di&lt;br /&gt;kota memiliki fasilitas belajar dan bahan bacaan, khususnya bahan bacaan&lt;br /&gt;tentang lingkungan hidup, yang lebih lengkap. Selain itu, pembinaan  terhadap&lt;br /&gt;siswa oleh guru-guru di SD Negeri kota Tasikmalaya lebih terarah, karena&lt;br /&gt;guru-guru di kota juga memiliki bahan-bahan bacaan, khususnya bahan  bacaan&lt;br /&gt;tentang lingkungan hidup, yang lebih lengkap dibandingkan dengan  guru-guru di&lt;br /&gt;luar kota.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  lang="IN" &gt; Hasil&lt;br /&gt;penelitian ini membuktikan bahwa ada perbedaan yang nyata antara hasil  belajar&lt;br /&gt;kognitif PKLH siswa yang berasal dari SD kota dengan siswa yang berasal  dari SD&lt;br /&gt;luar kota. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  lang="IN" &gt; Setiap&lt;br /&gt;individu memiliki sikap yang berbeda terhadap kesehatan lingkungan.  Individu&lt;br /&gt;yang memiliki sikap yang lebih baik terhadap kesehatan lingkungan  cenderung&lt;br /&gt;untuk memiliki partisipasi yang tinggi dalam kegiatan kesehatan  lingkungan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  lang="IN" &gt; Agar&lt;br /&gt;diperoleh partisipasi yang tinggi dalam kegiatan kesehatan lingkungan,  maka&lt;br /&gt;diperlukan pembinaan sikap siswa yang lebih baik dan positip dalam  kegiatan&lt;br /&gt;kesehatan lingkungan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  lang="IN" &gt; Tarjuki&lt;br /&gt;(2000) mengemukakan hasil penelitiannya tentang Hubungan Antara  Pengetahuan&lt;br /&gt;Lingkungan dan Prestasi Belajar Siswa Dengan Partisipasi Siswa Dalam&lt;br /&gt;Pemeliharaan Lingkungan Sekolah di SLTP Negeri 1 Gandrungmangu Kabupaten&lt;br /&gt;Cilacap, bahwa terdapat hubungan positip antara pengetahuan lingkungan  dan&lt;br /&gt;prestasi belajar siswa dengan partisipasi siswa dalam pemeliharaan  lingkungan&lt;br /&gt;sekolah, baik secara sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama. Hal ini&lt;br /&gt;berarti makin luas pengetahuan siswa tentang lingkungan, makin tinggi  pula&lt;br /&gt;tingkat partisipasi siswa dalam pemeliharaan lingkungan sekolah.  Demikian juga,&lt;br /&gt;makin tinggi prestasi belajar siswa, makin tinggi pula partisipasi siswa  dalam&lt;br /&gt;pemeliharaan lingkungan sekolah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  lang="IN" &gt; Hasil&lt;br /&gt;penelitian ini juga membuktikan bahwa pengetahuan siswa tentang  lingkungan dan&lt;br /&gt;prestasi belajar siswa memberikan kontribusi yang nyata terhadap tingkat&lt;br /&gt;partisipasi siswa dalam pemeliharaan lingkungan sekolah. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  lang="IN" &gt; Hasil&lt;br /&gt;belajar kognitif PKLH yang tinggi dan sikap siswa yang lebih baik  terhadap kesehatan&lt;br /&gt;lingkungan akan menghasilkan partisipasi siswa yang tinggi dalam  kegiatan&lt;br /&gt;kesehatan lingkungan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  lang="IN" &gt; Untuk&lt;br /&gt;meningkatkan partisipasi siswa dalam kegiatan kesehatan lingkungan  sekolah,&lt;br /&gt;maka diperlukan adanya peningkatan hasil belajar kognitif PKLH dan  pembinaan&lt;br /&gt;sikap siswa dalam kegiatan kesehatan lingkungan sekolah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  lang="IN" &gt; Lili Sutji  (2000) mengemukakan hasil&lt;br /&gt;penelitiannya tentang Hubungan Antara Tingkat Pendidikan dan Tingkat  Ekonomi&lt;br /&gt;Dengan Partisipasi Masyarakat Dalam Kegiatan Kesehatan Lingkungan di  Desa Cijulang,&lt;br /&gt;Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya, bahwa terdapat hubungan positif  antara&lt;br /&gt;tingkat pendidikan dan tingkat ekonomi, secara sendiri-sendiri maupun  secara&lt;br /&gt;bersama-sama, dengan partisipasi masyarakat dalam kegiatan kesehatan&lt;br /&gt;lingkungan. Hal ini berarti makin tinggi tingkat pendidikan dan tingkat&lt;br /&gt;ekonomi, makin tinggi pula tingkat partisipasi masyarakat dalam kegiatan&lt;br /&gt;kesehatan lingkungan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  lang="IN" &gt; Berdasarkan&lt;br /&gt;hasil penelitian Lili Sutji tersebut di atas, diharapkan akan diperoleh  hasil&lt;br /&gt;yang senada dengan penelitian ini, dimana makin tinggi hasil belajar  kognitif&lt;br /&gt;PKLH dan sikap terhadap lingkungan, akan diperoleh tingkat partisipasi  siswa&lt;br /&gt;dalam kesehatan lingkungan sekolah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  lang="IN" &gt; Aning&lt;br /&gt;Effendi (2000) mengemukakan hasil penelitiannya tentang Hubungan Antara  Pengetahuan&lt;br /&gt;Tentang Kebersihan Lingkungan dan Sikap Terhadap Kebersihan Lingkungan  Dengan&lt;br /&gt;Partisipasi Pedagang Dalam Kebersihan Lingkungan di Obyek Wisata Situs&lt;br /&gt;karangkamulyan, Kabupaten Ciamis, bahwa terdapat hubungan positif antara&lt;br /&gt;pengetahuan tentang kebersihan lingkungan dan sikap terhadap kebersihan&lt;br /&gt;lingkungan, baik secara sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama,  dengan&lt;br /&gt;partisipasi pedagang dalam kebersihan lingkungan. Hal ini berarti makin  tinggi&lt;br /&gt;pengetahuan tentang lingkungan dan sikap terhadap kebersihan lingkungan,  makin&lt;br /&gt;tinggi pula tingkat partisipasi pedagang dalam kebersihan lingkungan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  lang="IN" &gt; Berdasarkan&lt;br /&gt;hasil penelitian Aning Effendi tersebut di atas, diharapkan akan  diperoleh&lt;br /&gt;hasil yang senada dengan penelitian ini, dimana makin tinggi hasil  belajar kognitif&lt;br /&gt;PKLH dan sikap terhadap lingkungan, akan diperoleh tingkat partisipasi  siswa&lt;br /&gt;dalam kesehatan lingkungan sekolah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  lang="IN" &gt;Dari hasil&lt;br /&gt;penelitian Edi Hernawan (1999), Tarjuki (2000), Lili Sutji (2000), dan  Aning&lt;br /&gt;Effendi (2000) tersebut di atas, terdapat perbedaan hasil belajar  kognitif siswa tentang PKLH dan sikap siswa&lt;br /&gt;terhadap lingkungan hidup antara siswa dari SD Negeri kota dan siswa  dari SD&lt;br /&gt;Negeri luar kota, terdapat hubungan positip antara pengetahuan siswa  tentang&lt;br /&gt;lingkungan dan prestasi belajar siswa dengan partisipasi siswa dalam&lt;br /&gt;pemeliharaan lingkungan sekolah, terdapat hubungan positif antara  tingkat&lt;br /&gt;pendidikan dan tingkat ekonomi dengan partisipasi masyarakat dalam  kegiatan&lt;br /&gt;kesehatan lingkungan, dan terdapatnya hubungan positif antara  pengetahuan kebersihan&lt;br /&gt;lingkungan dan sikap terhadap kebersihan lingkungan dengan partisipasi  pedagang&lt;br /&gt;dalam kebersihan lingkungan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  lang="IN" &gt; Mengacu&lt;br /&gt;pada hasil penelitian tersebut, diharapkan dalam penelitian ini juga  terdapat&lt;br /&gt;hubungan positip antara hasil belajar kognitif siswa tentang PKLH dan  sikap&lt;br /&gt;siswa terhadap kesehatan lingkungan dengan partisipasi siswa dalam  kegiatan&lt;br /&gt;kesehatan lingkungan, baik secara sendiri-sendiri maupun secara  bersama-sama.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tasikmalaya,  Juli 2008&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Romy  Faisal Mustofa&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Staf  Pengajar Program Studi Pendidikan Biologi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Fakultas  Keguruan dan Ilmu Pendidikan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Universitas  Siliwangi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Tasikmalaya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5174795030016746954-3306532179777783053?l=kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com/feeds/3306532179777783053/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com/2010/07/kesehatan-lingkungan-sekolah-siswa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5174795030016746954/posts/default/3306532179777783053'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5174795030016746954/posts/default/3306532179777783053'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com/2010/07/kesehatan-lingkungan-sekolah-siswa.html' title='Kesehatan Lingkungan Sekolah Siswa'/><author><name>Neng Novie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15278417659884257785</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://1.bp.blogspot.com/_fg5YaBD5Q2c/TEsvUNfDcrI/AAAAAAAAAI4/UjehE7MGkn4/S220/contact.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5174795030016746954.post-8224370796276429666</id><published>2010-07-22T09:14:00.000-07:00</published><updated>2010-07-28T09:18:33.079-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sampah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sanitasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Masyarakat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan Lingkungan Masyarakat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rumah Sehat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan Lingkungan'/><title type='text'>Kesehatan Lingkungan Masyarakat - Info Kesehatan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Untuk Menilai Keadaan Upaya dan   Lingkungan Masyarakat.&lt;/strong&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Beberapa upaya untuk memperkecil resiko  turunnya kualitas lingkungan telah dilaksanakan oleh berbagai instansi  terkait seperti pembangunan sarana sanitasi dasar, pemantauan dan  penataan lingkungan, pengukuran dan pengendalian kualitas lingkungan.  Pembangunan sarana sanitasi dasar bagi masyarakat yang berkaitan  langsung dengan masalah kesehatan meliputi penyediaan air bersih, jamban  sehat, perumahan sehat yang biasanya ditangani secara lintas sektor.  Sedangkan dijajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang kegiatan yang  dilaksanakan meliputi pemantauan kualitas air minum, pemantauarn sanitasi  rumah sakit, pembinaan dan pemantauan sanitasi tempat-tempat umum,  tempat pengolahan makanan, tempat pengolahan pestisida dan sebagainya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt; &lt;a herf="'http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com" title="Kesehatan   Lingkungan Sekolah, Kesehatan Lingkungan Masyarakat, Kesehatan   Lingkungan Kerja, Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit, Kesehatan Lingkungan   Hidup, Kesehatan Lingkungan Pemukiman, Kesehatan Lingkungan ppt,   Kesehatan Lingkungan Industri, Kesehatan Lingkungan Puskesmas"&gt;&lt;img style="width: 483px; height: 252px;" alt="Kesehatan Lingkungan Sekolah,  Kesehatan Lingkungan Masyarakat,  Kesehatan Lingkungan Kerja, Kesehatan  Lingkungan Rumah Sakit, Kesehatan  Lingkungan Hidup, Kesehatan  Lingkungan Pemukiman, Kesehatan Lingkungan  ppt, Kesehatan Lingkungan  Industri, Kesehatan Lingkungan Puskesmas" src="http://pengolahanair.files.wordpress.com/2008/01/clip.jpg" title="Kesehatan Lingkungan Sekolah, Kesehatan Lingkungan Masyarakat,   Kesehatan Lingkungan Kerja, Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit, Kesehatan   Lingkungan Hidup, Kesehatan Lingkungan Pemukiman, Kesehatan Lingkungan   ppt, Kesehatan Lingkungan Industri, Kesehatan Lingkungan Puskesmas" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Beberapa indikator kesehatan  lingkungan sebagai berikut:&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;&lt;em&gt;1.  &lt;strong&gt;Penggunaan Air Bersih&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Untuk tahun 2007 jumlah keluarga yang  diperiksa yang memiliki akses air bersih 72,35 persen. Dari hasil  inspeksi sanitasi petugas Puskesmas penggunaan air bersih pada setiap  keluarga yang paling tertinggi adalah sumur gali +34,99%, sumur pompa  tangan +31,86% ledeng +18,59.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;&lt;em&gt;2.  &lt;strong&gt;Rumah Sehat&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bagi sebagian besar masyarakat, rumah  merupakan tempat berkumpul bagi semua anggota keluarga dan menghabiskan  sebagian besar waktunya, sehingga kondisi kesehatan perumahan dapat  berperan sebagai media penularan penyakit diantara anggota keluarga atau  tetangga sekitarnya. Pada tahun 2007 telah dilakukan pemeriksaan rumah  sehat di 40 wilayah Puskesmas di kab.Tangerang, dari hasil inspeksi  sanitasi 560.426 rumah maka 68,34 persen dinyatakan sehat.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;3.  &lt;strong&gt;Keluarga Dengan Kepemilikan Sarana Sanitasi Dasar. &lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Keluarga dengan kepemilikan sarana  sanitasi dasar meliputi persediaan air bersih, kepemilikan jamban  keluarga, tempat sampah dan pengelolaan air limbah keluarga keseluruhan  hal tersebut sangat diperlukan didalam peningkatan&lt;em&gt; kesehatan  lingkungan&lt;/em&gt;. Dari hasil pendataan yang dilakukan oleh sanitasi &lt;em&gt;Puskesmas  &lt;/em&gt;menggambarkan sampai tahun 2007 dapat digambarkan pada grafik  berikut.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;4.  &lt;strong&gt;Tempat Umum dan Pengolahan Makanan&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Makanan termasuk minuman, merupakan  kebutuhan pokok dan sumber utama bagi kehidupan manusia, namun makanan  yang tidak dikelola dengan baik justru akan menjadi media yang sangat  efektif didalam penularan penyakit saluran pencernaan. Terjadinya  peristiwa keracunan dan penularan penyakit akut yang sering membawa  kematian banyak bersumber dari makanan yang berasal dari tempat  pengolahan makanan khususnya &lt;em&gt;jasaboga&lt;/em&gt;, rumah makan dan makanan  jajanan yang pengelolaannya tidak memenuhi syarat kesehatan atau  sanitasi lingkungan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Kesehatan Masyarakat&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Pengertian Informasi  Penyakit Menular Seksual&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;&lt;em&gt;A.  Virus HIV&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;HIV adalah singkatan dari Human  Immunodeficiency Virus yang dapat menyebabkan AIDS dengan cara menyerang  sel darah putih yang bernama sel CD4 sehingga dapat merusak sistem  kekebalan tubuh manusia yang pada akhirnya tidak dapat bertahan dari  gangguan penyakit walaupun yang sangat ringan sekalipun. Tanpa kekebalan  tubuh maka ketika diserang penyakit maka tubuh kita tidak memiliki  pelindung. Dampaknya adalah kita dapat meninggal dunia terkena pilek  biasa.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;&lt;em&gt;B.  Penyakit AIDS&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;AIDS adalah singkatan dari Acquired  Immune Deficiency Syndrome yang merupakan dampak atau efek dari  perkembang biakan virus hiv dalam tubuh makhluk hidup. Virus HIV  membutuhkan waktu untuk menyebabkan sindrom AIDS yang mematikan dan  sangat berbahaya. Penyakit AIDS disebabkan oleh melemah atau  menghilangnya sistem kekebalan tubuh yang tadinya dimiliki karena sel  CD4 pada sel darah putih yang banyak dirusak oleh Virus HIV.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Pengertian Dampak Pencemaran  Lingkungan Hidup dan Tubuh Manusia.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pencemaran suara adalah gangguan pada  lingkungan yang diakibatka oleh bunyi atau suara yang mengganggu  ketentraman makhluk hidup di sekitarnya. Pencemaran suara biasanya  diukur dalam satuan dB atau desibel.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Berikut ini adalah beberapa efek samping  negatif dari pencemaran suara :&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;a. stres&lt;br /&gt;b. gila&lt;br /&gt;c. perubahan denyut nadi&lt;br /&gt;d. tekanan darah berubah&lt;br /&gt;e. gangguan fungsi jantung&lt;br /&gt;f. kontraksi perut&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Pengertian Diabetes Mellitus&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Diabetes melitus adalah suatu penyakit  gangguan kesehatan di mana kadar gula dalam darah seseorang menjadi  tinggi karena gula dalam darah tidak dapat digunakan oleh tubuh.  Diabetes Mellitus / DM dikenal juga dengan sebutan penyakit gula darah  atau kencing manis yang mempunyai jumpah penderita yang cukup banyak di  Indonesia juga di seluruh dunia. Kadar gula yang tinggi akan dibuang  melalui air seni. Dengan demikian air seni penderita kencing manis akan  mengandung gula sehingga sering dilebung atau dikerubuti semut.  Selanjutnya orang tersebut akan kekurangan energi / tenaga, mudah lelah,  lemas, mudah haus dan lapar, sering kesemutan, sering buang air kecil,  gatal-gatal, dan sebagainya. Kandungan atau kadar gula penderita  diabetes saat puasa adalah lebih dari 126 mg/dl dan saat tidak puasa  atau normal lebih dari 200 mg/dl. Pada orang normal kadar gulanya  berkisar 60-120 mg/dl.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Diabetes bukan 100% penyakit turunan.  Diabetes melistus bisa disebakan riwayat keturunan maupun disebabkan  oleh gaya hidup yang buruk. Setiap orang bisa terkena penyakit kencing  manis baik tua maupun muda. Waspada bagi anda yang memiliki orang tua  yang merupakan pengidap diabetes, karena anda akan juga memiliki bakat  gula darah jika tidak menjalankan gaya hidup yang baik. Resiko terkena  diabetes dapat dikurangi dengan mengatur pola makan yang sehat, rajin  olahraga, tidur yang cukup, menghindari rokok mirasantika dan lain  sebagainya. Bagi anda yang sudah terkena diabetes sebaiknya berolahraga  setiap pagi, makan makanan yang bergizi rendah karbohidrat dan lemak  namun tinggi protein, vitamin dan mineral. Perbanyak makan sayuran dan  makanan berserat tinggi lainnya.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5174795030016746954-8224370796276429666?l=kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com/feeds/8224370796276429666/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com/2010/07/kesehatan-lingkungan-masyarakat-info.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5174795030016746954/posts/default/8224370796276429666'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5174795030016746954/posts/default/8224370796276429666'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com/2010/07/kesehatan-lingkungan-masyarakat-info.html' title='Kesehatan Lingkungan Masyarakat - Info Kesehatan'/><author><name>Neng Novie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15278417659884257785</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://1.bp.blogspot.com/_fg5YaBD5Q2c/TEsvUNfDcrI/AAAAAAAAAI4/UjehE7MGkn4/S220/contact.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5174795030016746954.post-1313762186142424364</id><published>2010-07-20T09:19:00.000-07:00</published><updated>2010-07-28T09:23:40.927-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lingkungan Kerja'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Higiene Industri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keselamatan Kerja'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan Lingkungan Kerja'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perusahaan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan Lingkungan'/><title type='text'>Kesehatan Lingkungan Kerja atau Higiene Industri</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kesehatan lingkungan kerja sering kali dikenal juga dengan istilah  Higiene Industri atau Higiene Perusahaan. Kegiatannya bertujuan agar  tenaga kerja terlindung dari berbagai macam resiko akibat lingkungan  kerja. Menurut Suma’mur (1976) Higiene Perusahaan adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;spesialisasi dalam ilmu hygiene beserta  prakteknya yang melakukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;penilaian pada faktor penyebab penyakit  secara kualitatif dan kuantitatif di lingkungan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;kerja Perusahaan,  yang hasilnya digunakan untuk dasar tindakan korektif pada lingkungan,  serta pencegahan, agar pekerja dan masyarakat di sekitar perusahaan  terhindar dari bahaya akibat kerja, serta memungkinkan mengecap derajat  Kesehatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;yang setinggi- tingginya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt; &lt;a herf="'http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com" title="Kesehatan   Lingkungan Sekolah, Kesehatan Lingkungan Masyarakat, Kesehatan   Lingkungan Kerja, Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit, Kesehatan Lingkungan   Hidup, Kesehatan Lingkungan Pemukiman, Kesehatan Lingkungan ppt,   Kesehatan Lingkungan Industri, Kesehatan Lingkungan Puskesmas"&gt;&lt;img style="width: 483px; height: 252px;" alt="Kesehatan Lingkungan Sekolah,  Kesehatan Lingkungan Masyarakat,  Kesehatan Lingkungan Kerja, Kesehatan  Lingkungan Rumah Sakit, Kesehatan  Lingkungan Hidup, Kesehatan  Lingkungan Pemukiman, Kesehatan Lingkungan  ppt, Kesehatan Lingkungan  Industri, Kesehatan Lingkungan Puskesmas" src="http://pinginpintar.com/wp-content/uploads/2008/08/ergonomi.bmp" title="Kesehatan Lingkungan Sekolah, Kesehatan Lingkungan Masyarakat,   Kesehatan Lingkungan Kerja, Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit, Kesehatan   Lingkungan Hidup, Kesehatan Lingkungan Pemukiman, Kesehatan Lingkungan   ppt, Kesehatan Lingkungan Industri, Kesehatan Lingkungan Puskesmas" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Di  Indonesia, upaya Kesehatan lingkungan kerja dikembangkan selaras dengan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;aspek  ergonomi, kesehatan dan keselamatan kerja, baik dari segi keilmuan  maupun&lt;br /&gt;penerapannya. Sedang pada perusahaan besar diberbagai Negara,  pelaksananya adalah&lt;br /&gt;Industrial Hygienist yang mempunyai latar  belakang pendidikan teknis yang memperoleh&lt;br /&gt;tambahan pengetahuan  dibidang lain yang terkait seperti fisika, kimia, kesehatan,&lt;br /&gt;kedokteran  dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam penerapan Kesehatan lingkungan kerja  dikenal tiga aspek utama yakni pengenalan, penilaian dan pengendalian  lingkungan kerja. Teknik identifikasi/&lt;br /&gt;pengenalan lingkungan kerja  dapat dilakukan melalui suatu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“ walk  through survey “&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; atau  survey pendahuluan berupa pencatatan data dan observasi secara umum  seperti nama&lt;br /&gt;bagian, jumlah pekerja, proses produksi/ lay out proses,  bagan perusahaan dan&lt;br /&gt;dilanjutkan dengan pengamatan tentang potensi  bahaya, jenis mesin/ peralatan, tanda&lt;br /&gt;peringatan, tata rumah tangga,  tanggap darurat, tehnologi pengendalian yang ada dan&lt;br /&gt;sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan  tersebut dilakukan oleh ahli hygiene perusahaan, yang berdasarkan  pengetahuan dan pengalaman yang dimilikinya, seringkali telah dapat  menentukan&lt;br /&gt;permasalahan lingkungan kerja di perusahaan, secara garis  besar.&lt;br /&gt;Dengan demikian, pengenalan lingkungan bermanfaat guna  mengetahui secara&lt;br /&gt;kualitatif bahaya potensial di tempat kerja,  menentukan lokasi, jenis dan metode&lt;br /&gt;pengujian yang perlu dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada  tahap penilaian / evaluasi lingkungan, dilakukan pengukuran,  pengambilan&lt;br /&gt;sampel dan analisis di laboratorium. Melalui penilaian  lingkungan dapat ditentukan&lt;br /&gt;kondisi lingkungan kerja secara kuant  itatif dan terinci, serta membandingkan hasil&lt;br /&gt;pengukuran dan standar  yang berlaku, sehingga dapat ditentukan perlu atau tidaknya&lt;br /&gt;teknologi  pengendalian, ada atau tidaknya korelasi kasus kecelakaan dan penyakit  akibat kerja dengan lingkungannya , serta sekaligus merupakan dokumen  data di tempat kerja .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerapan pengendalian merupakan metode  teknik untuk menurunkan tingkat factor bahaya lingkungan sampai batas  yang masih dapat ditolerir dan sekaligus&lt;br /&gt;melindungi pekerja.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5174795030016746954-1313762186142424364?l=kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com/feeds/1313762186142424364/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com/2010/07/kesehatan-lingkungan-kerja-atau-higiene.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5174795030016746954/posts/default/1313762186142424364'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5174795030016746954/posts/default/1313762186142424364'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com/2010/07/kesehatan-lingkungan-kerja-atau-higiene.html' title='Kesehatan Lingkungan Kerja atau Higiene Industri'/><author><name>Neng Novie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15278417659884257785</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://1.bp.blogspot.com/_fg5YaBD5Q2c/TEsvUNfDcrI/AAAAAAAAAI4/UjehE7MGkn4/S220/contact.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5174795030016746954.post-2466759997662467436</id><published>2010-07-18T09:23:00.000-07:00</published><updated>2010-07-28T09:26:59.809-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lingkungan Kerja'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Higiene Industri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keselamatan Kerja'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan Lingkungan Kerja'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perusahaan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan Lingkungan'/><title type='text'>Kesehatan Lingkungan Kerja di Tempat Lingkungan Kerja</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;h5&gt;&lt;span id="advenueINTEXT" name="advenueINTEXT"&gt;&lt;strong&gt;LINGKUNGAN&lt;/strong&gt;  tempat bekerja ternyata dapat menjadi ancaman bagi kesehatan karyawan.  Bagaimana itu bisa terjadi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi orang-orang yang masih aktif  bekerja, hampir separuh waktu hidupnya dihabiskan di lingkungan tempat  bekerja. Interaksi yang cukup lama itu ternyata juga membawa dampak bagi  kesehatan masing-masing pekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan jika Anda bekerja  di sebuah industri dengan berbagai peralatan&lt;span class="adv_class" id="adv_hiliteText"&gt; teknologi &lt;/span&gt;&lt;innity&gt;&lt;/innity&gt;di dalamnya.  Belum lagi bagi Anda yang bekerja di lingkungan bekerja yang menggunakan  bahan-bahan kimia sebagai faktor pendukung. &lt;span id="advholder" name="advholder"&gt;&lt;object width="100%" height="1"&gt;&lt;param name="movie" value="http://id.innity.net/media/201006_2613/10824/push_src/intext_probe.swf?_allowDomain=lifestyle.okezone.com"&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;param name="allowScriptAccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://id.innity.net/media/201006_2613/10824/push_src/intext_probe.swf?_allowDomain=lifestyle.okezone.com" wmode="transparent" allowscriptaccess="always" width="100%" height="1"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;iframe style="width: 459px; height: 156px; margin: 0px; padding: 0px; display: none;" name="advfr" id="advfr" frameborder="0" scrolling="no"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h5&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span id="advenueINTEXT" name="advenueINTEXT"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt; &lt;a herf="'http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com" title="Kesehatan    Lingkungan Sekolah, Kesehatan Lingkungan Masyarakat, Kesehatan    Lingkungan Kerja, Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit, Kesehatan Lingkungan    Hidup, Kesehatan Lingkungan Pemukiman, Kesehatan Lingkungan ppt,    Kesehatan Lingkungan Industri, Kesehatan Lingkungan Puskesmas"&gt;&lt;img style="width: 367px; height: 252px;" alt="Kesehatan Lingkungan Sekolah,   Kesehatan Lingkungan Masyarakat,  Kesehatan Lingkungan Kerja, Kesehatan   Lingkungan Rumah Sakit, Kesehatan  Lingkungan Hidup, Kesehatan   Lingkungan Pemukiman, Kesehatan Lingkungan  ppt, Kesehatan Lingkungan   Industri, Kesehatan Lingkungan Puskesmas" src="http://i.okezone.com/content/2008/04/08/27/98574/qjH89rk4UA.jpg" title="Kesehatan Lingkungan Sekolah, Kesehatan Lingkungan Masyarakat,    Kesehatan Lingkungan Kerja, Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit, Kesehatan    Lingkungan Hidup, Kesehatan Lingkungan Pemukiman, Kesehatan Lingkungan    ppt, Kesehatan Lingkungan Industri, Kesehatan Lingkungan Puskesmas" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;span id="advenueINTEXT" name="advenueINTEXT"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;h5&gt;&lt;span id="advenueINTEXT" name="advenueINTEXT"&gt;&lt;br /&gt; Interaksi karyawan dengan teknologi maupun bahan- bahan pendukung saat  bekerja untuk menghasilkan produk yang bermanfaat bagi masyarakat luas  ternyata dapat menimbulkan beragam penyakit bagi karyawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Seperti diungkapkan Ir Iyus Hidayat Mkes, pembicara dari Hiperkes  Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI, dalam pelatihan "Pengaruh  Bahan Kimia terhadap Kesehatan Tenaga Kerja" yang diselenggarakan oleh  Lippo Cikarang beberapa waktu lalu. Dia mengungkapkan bahwa penggunaan  teknologi memiliki dua sisi yang berlawanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di satu sisi,  teknologi menjadi positif karena mempercepat kinerja manusia dan dapat  memberikan kualitas yang lebih baik untuk suatu produk. Namun, di sisi  lain, teknologi juga mendatangkan dampak negatif, yakni menimbulkan  polusi, baik itu air dan paparan potensi bahaya di lingkungan bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Sementara SDM atau karyawan merupakan unsur penting untuk mengolah  bahan baku dan peralatan lain yang mendukung," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampak  negatif yang dikeluarkan teknologi tersebut, menurut Iyus, tentu saja  dapat diminimalisasi melalui teknologi pengendalian terhadap lingkungan  kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Juga upaya mencegah dan melindungi tenaga kerja agar  terhindar dari dampak negatif dalam melaksanakan pekerjaan," sebutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pelatihan tersebut diikuti oleh perwakilan &lt;em&gt;tenant&lt;/em&gt; yang berada  di Delta Silicon. Kawasan tersebut terdapat 285 pabrik/perusahaan yang  berada di bawah naungan manajemen Lippo Cikarang. Pelatihan ini  diharapkan akan menghasilkan satu iklim kerja kondusif, yakni para  tenaga kerja dapat bekerja dengan sehat dan nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pelatihan  harus disertai dengan manajemen yang baik. Dengan demikian, tenaga kerja  dapat bekerja secara efisien, efektif, dan produktif," harap Managing  Direktur PT Lippo Cikarang Harun Permadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk tujuan  tersebut, pembicara lain dari Balai Keselamatan dan Kesehatan Kerja  Bandung dr Diana Rosa mengatakan, adalah kewajiban perusahaan untuk  melindungi tenaga kerja dari gangguan kesehatan yang timbul akibat  pekerjaan dan lingkungan kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Penyelenggaraan kesehatan  kerja dapat diwujudkan dengan memberikan bantuan kepada tenaga kerja  dalam penyesuaian pekerjaan dan fisik," ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bantuan  tersebut, menurut dia, dapat berupa meningkatkan kesehatan badan,  kondisi mental, dan kemampuan fisik karyawan. "Tentu saja upaya tersebut  dilakukan dengan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif,"  ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;/h5&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5174795030016746954-2466759997662467436?l=kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com/feeds/2466759997662467436/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com/2010/07/kesehatan-lingkungan-kerja-di-tempat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5174795030016746954/posts/default/2466759997662467436'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5174795030016746954/posts/default/2466759997662467436'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com/2010/07/kesehatan-lingkungan-kerja-di-tempat.html' title='Kesehatan Lingkungan Kerja di Tempat Lingkungan Kerja'/><author><name>Neng Novie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15278417659884257785</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://1.bp.blogspot.com/_fg5YaBD5Q2c/TEsvUNfDcrI/AAAAAAAAAI4/UjehE7MGkn4/S220/contact.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5174795030016746954.post-2439822291893106902</id><published>2010-07-08T09:30:00.000-07:00</published><updated>2010-07-28T09:33:15.428-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rumah sakit'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesehatan lingkungan rumah sakit'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lingkungan rumah sakit'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan Lingkungan'/><title type='text'>Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit (Bag 1)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#ff0000;"&gt;Standard Ruang Bangunan Rumah Sakit&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Tulisan berikut secara berurutan akan kami tuliskan beberapa seri  kesehatan lingkungan rumah sakit. Dasar yang dipakai menggunakan masih  tetap menggunakan Kepmenkes No.1204/ Menkes/ SK/ X/ 2004 tentang  Persyaratan kesehatan lingkungan rumah sakit, serta beberapa sumber  referensi lainnya. Kami berharap tulisan ini sedikit dapat menambah  wacana dan referensi bagi rekan Sanitarian yang beraktifitas di Unit  Sanitasi di Rumah Sakit.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Menurut American Hospital  Association (1974) dalam Azwar (1996), definisi dari rumah sakit adalah  suatu organisasi yang melalui tenaga medis professional yang  terorganisir serta sarana kedokteran yang permanen yang menyelenggarakan  pelayanan kedokteran, asuhan keperawatan yang berkesinambungan,  diagnosis serta pengobatan penyakit yang diderita pasien.&lt;img title="29032010739" style="border-width: 0px; display: inline; margin: 5px;" alt="29032010739" src="http://lh3.ggpht.com/_GsDH4fDmdUM/S-YCU6qJmlI/AAAAAAAAAmQ/BVY--GeEYts/29032010739_thumb3.jpg?imgmax=800" align="left" border="0" width="260" height="200" /&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff0000;"&gt;Ruang bangunan rumah sakit&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Menurut  Kepmenkes No.1204/ Menkes/ SK/ X/ 2004 tentang Persyaratan kesehatan  lingkungan rumah sakit, penataan ruang bangunan dan penggunaannya harus  sesuai dengan fungsi serta memenuhi persyaratan kesehatan yaitu dengan  mengelompokkan ruangan berdasarkan tingkat risiko terjadinya penularan  penyakit sebagai berikut:&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;Zona dengan risiko rendah&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Zona  risiko rendah meliputi: ruang administrasi, ruang komputer, ruang  pertemuan, ruang perpustakaan, ruang resepsionis, dan ruang pendidikan  dan latihan.&lt;/p&gt;  &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Permukaan dinding harus rata dan berwarna  terang. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lantai harus terbuat dari bahan yang kuat, mudah  dibersihkan, kedap air, berwarna terang, dan pertemuan antara lantai  dengan dinding harus berbentuk konus. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Langit- langit harus  terbuat dari bahan multipleks atau bahan yang kuat, warna terang, mudah  dibersihkan, kerangka harus kuat, dan tinggi minimal 2,7 meter dari  lantai. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lebar pintu minimal 1,2 meter dan tinggi minimal  2,1 meter dan ambang bawah jendela minimal 1 meter dari lantai. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ventilasi alamiah harus dapat menjamin aliran udara di dalam kamar  atau ruang dengan baik, bila ventilasi alamiah tidak menjamin adanya  pergantian udara dengan baik, harus dilengkapi dengan penghawaan mekanis  (&lt;i&gt;exhauster&lt;/i&gt;). &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Semua stop kontak dan saklar dipasang  pada ketinggian minimal 1,4 meter dari lantai. &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Zona  dengan risiko sedang&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Zona risiko sedang meliputi:  ruang rawat inap bukan penyakit menular, rawat jalan, ruang ganti  pakaian, dan ruang tunggu pasien. Persyaratan bangunan pada zona dengan  risiko sedang sama dengan persyaratan pada zona risiko rendah.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; &lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Zona dengan risiko tinggi&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Zona risiko  tinggi meliputi: ruang isolasi, ruang perawatan intensif, laboratorium,  ruang penginderaan medis (&lt;i&gt;medical imaging&lt;/i&gt;), ruang bedah mayat (&lt;i&gt;autopsy&lt;/i&gt;),  dan ruang jenazah.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;1. Dinding permukaan harus rata dan berwarna  terang.&lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Dinding ruang laboratorium dibuat dari porselin  atau keramik setinggi 1,5 meter dari lantai dan sisanya dicat warna  terang. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dinding ruang penginderaan medis harus  berwarna gelap, dengan ketentuan dinding disesuaikan dengan pancaran  sinar yang dihasilkan dari peralatan yang dipasang di ruangan tersebut,  tembok pembatas antara ruang sinar X dengan kamar gelap dilengkapi  dengan &lt;i&gt;transfer &lt;/i&gt;&lt;i&gt;cassette.&lt;/i&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;2.  Lantai  terbuat dari bahan yang kuat, mudah dibersihkan, kedap iar, berwarna  terang, dan pertemuan antara lantai dengan dinding harus berbentuk  konus.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;3.  Langit- langit terbuat dari bahan multipleks atau  bahan yang kuat, warna terang, mudah dibersihkan, kerangka harus kuat,  dan tinggi minimal 2,7 meter dari lantai.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;4. Lebar pintu minimal  1,2 meter dan tinggi minimal 2,1 meter, dan ambang bawah jendela  minimal 1 meter dari lantai.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;5. Semua stop kontak dan saklar  dipasang pada ketinggian minimal 1,4 meter dari lantai.&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;&lt;b&gt;Zona dengan risiko sangat tinggi.&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Zona dengan risiko  sangat tinggi meliputi: ruang operasi, ruang bedah mulut, ruang  perawatan gigi, ruang rawat gawat darurat, ruang bersalin dan ruang  patologi.&lt;/p&gt;  &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Dinding terbuat dari bahan porselin atau vynil  setinggi langit- langit atau dicat dengan cat tembok yang tidak luntur  dan aman, berwarna terang. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Langit- langit terbuat dari  bahan yang kuat dan aman, tinggi minimal 2,7 meter dari lantai. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lebar pintu minimal 1,2 meter dan tinggi minimal 2,1 meter dan  semua pintu kamar harus selalu dalam keadaan tertutup. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lantai  terbuat dari bahan yang kuat, kedap air, mudah dibersihkan, dan  berwarna terang. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Harus disediakan gelagar (gantungan) lampu  bedah dengan profil baja &lt;i&gt;double&lt;/i&gt; INP 20 yang dipasang sebelum  pemasangan langit- langit. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tersedia rak dan lemari untuk  penyimpanan reagensia siap pakai. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ventilasi atau penghawaan  sebaiknya digunakan AC tersendiri yang dilengkapi filter bakteri, untuk  setiap ruang operasi yang terpisah dengan ruang lainnya. Pemasangan AC  minimal 2 meter dari lantai dan aliran udara bersih yang masuk ke dalam  kamar operasi berasal dari atas ke bawah. Khusus untuk ruang bedah  ortopedi atau transplantasi organ harus menggunakan pengaturan udara UCA  (&lt;i&gt;Ultra Clean Air&lt;/i&gt;) System. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak dibenarkan terdapat  hubungan langsung dengan udara luar, untuk itu harus dibuat ruang  antara. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hubungan dengan ruang &lt;i&gt;scrub-up &lt;/i&gt;untuk melihat  ke dalam ruang operasi perlu dipasang jendela kaca mati, hubungan ke  ruang steril dari bagian &lt;i&gt;cleaning&lt;/i&gt; cukup dengan sebuah loket yang  dapat dibuka dan ditutup. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pemasangan gas medis secara  sentral diusahakan melalui bawah lantai atau di atas langit- langit. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dilengkapi dengan sarana pengumpulan limbah medis. &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;---------------------&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Free About Sanitarian Seri Kesehatan Lingkungan  Rumah Sakit Bag 1&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Seri Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit  Bag 1  . Posted by Munif Arifin Saturday, May 1, 2010. Standard Ruang Bangunan  Rumah Sakit.  Tulisan berikut secara berurutan akan kami tuliskan  beberapa seri kesehatan lingkungan rumah sakit. ...&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;h2&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Free About Sanitarian Seri Kesehatan Lingkungan  Rumah Sakit Bag 3&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Seri Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit  Bag 3  . Posted by Munif Arifin Monday, February 15, 2010. Kualitas Udara  Ruang Rumah Sakit. Menurut Kepmenkes No.1204  Menkes  SK  X  2004  tentang Persyaratan kesehatan lingkungan rumah sakit, ... Ventilasi  ruang operasi harus dijaga pada tekanan lebih positif sedikit minimum  0,1 mbar  dibandingkan ruang  ruang lain di rumah sakit. Sistem suhu dan  kelembaban hendaknya didesain sedemikian rupa sehingga dapat  menyediakan suhu dan ...&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5174795030016746954-2439822291893106902?l=kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com/feeds/2439822291893106902/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com/2010/07/kesehatan-lingkungan-rumah-sakit-bag-1.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5174795030016746954/posts/default/2439822291893106902'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5174795030016746954/posts/default/2439822291893106902'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com/2010/07/kesehatan-lingkungan-rumah-sakit-bag-1.html' title='Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit (Bag 1)'/><author><name>Neng Novie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15278417659884257785</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://1.bp.blogspot.com/_fg5YaBD5Q2c/TEsvUNfDcrI/AAAAAAAAAI4/UjehE7MGkn4/S220/contact.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh3.ggpht.com/_GsDH4fDmdUM/S-YCU6qJmlI/AAAAAAAAAmQ/BVY--GeEYts/s72-c/29032010739_thumb3.jpg?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5174795030016746954.post-3949377932683976146</id><published>2010-06-30T09:50:00.000-07:00</published><updated>2010-07-28T09:52:10.280-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rumah sakit'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesehatan lingkungan rumah sakit'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lingkungan rumah sakit'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan Lingkungan'/><title type='text'>Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit (Bag 5)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-size:130%;" &gt;Pengukuran Parameter Kualitas Udara  dalam Ruangan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Parameter yang harus dipantau untuk mengukur standard baku mutu  kualitas udara dalam ruangan Rumah Sakit antara lain meliputi kualitas  fisik, kimia, dan mikrobiologi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. &lt;strong&gt;Pengukuran Kualitas Lingkungan Fisik&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;    a. Pengukuran kelembaban udara menggunakan Hygrometer. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;    b. Pengukuran suhu udara menggunakan Thermometer.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;    &lt;img title="air-pollution-appendicitis" style="border-width: 0px; display: inline; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" alt="air-pollution-appendicitis" src="http://lh5.ggpht.com/_GsDH4fDmdUM/S-YDNFDi23I/AAAAAAAAAmY/BR-fPtHgpv8/airpollutionappendicitis_thumb1.jpg?imgmax=800" align="right" border="0" /&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;2.&lt;strong&gt; Pengambilan sampel kimia gas&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Pengambilan sampel gas: HC, CO, Ether menggunakan &lt;i&gt;Plastic Bag.&lt;/i&gt;a.  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengukuran debu total &lt;i&gt;Total Suspended Partikulate &lt;/i&gt;(TSP)  menggunakan &lt;i&gt;Low Volume Air &lt;/i&gt;&lt;i&gt;      Sampler&lt;/i&gt;   (LVS). &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengambilan sampel gas: H2S, NH3 , SO2 , Ozone, NO2 menggunakan &lt;i&gt;Impinger  Gas Sampler.&lt;/i&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;   &lt;/p&gt; &lt;p&gt;3.&lt;strong&gt; Pengambilan sampel mikrobiologi&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sampling mikrobiologis udara dapat diperoleh dengan menggunakan  metode &lt;i&gt;settling plates&lt;/i&gt; (peletakan lempeng agar) dan metode  mekanik &lt;i&gt;Volumetric Air Sampling (Mertaniasih dkk (2004) &lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Metode &lt;i&gt;settling plates. Prinsip metod eini pada &lt;/i&gt;peletakan  lempeng agar dalam petri diameter 100 mm yang terbuka akan menampung  pengendapan partikel mikroba udara sekitar 1 m&lt;sup&gt;3&lt;/sup&gt; selama  terpapar 15 menit, menggunakan media sampling standar &lt;i&gt;brain heart  infussion&lt;/i&gt; agar atau &lt;i&gt;trypticase soy agar&lt;/i&gt;. Metode ini mudah dan  tidak mahal tapi hasilnya tidak betul- betul kuantitatif. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Metode &lt;i&gt;Volumetric Air Sampling&lt;/i&gt; merupakan metode kuantitatif  yang lebih tepat, karena partikel udara yang lebih kecil (3 mm) dengan  kondisi kelembaban udara akan tetap tersuspensi di udara, tidak turun  mengendap di permukaan suatu lempeng agar tetapi dengan metode &lt;i&gt;high-  velocity- volumetric air sampling, &lt;/i&gt;partikel kecil di udara dapat  ditarik dengan kecepatan tinggi ke dalam saluran alat oleh karena suatu  pompa (&lt;i&gt;vacuum &lt;/i&gt;&lt;i&gt;pump&lt;/i&gt;). Selain itu keuntungan pada partikel  ukuran besar yang umumnya di udara rumah sakit, rerata 10- 15 mm, dapat  ditarik masuk ke dalam media cair (&lt;i&gt;collection fluid&lt;/i&gt;) dan terjadi  gelembung- gelembung udara yang dapat memecahkan partikel besar sehingga  semua kandungan sel- sel mikroba yang hidup akan terpencar dan merata  menimpa, menempel pada permukaan lempeng agar yang mengandung nutrisi (&lt;i&gt;brain  heart infussion&lt;/i&gt; agar atau &lt;i&gt;trypticase soy agar&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;Mueller  Hinton Agar dan Saboroud Glucosa Agar&lt;/i&gt;), sehingga merefleksi jumlah  total mikroba di dalam udara per satuan m&lt;sup&gt;3&lt;/sup&gt;. Sedangkan untuk  random sampling udara yang akurat dan sering dilakukan menggunakan  metode &lt;i&gt;slit sampling&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;centrifugal sampling&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;staged  &lt;/i&gt;&lt;i&gt;sampling.&lt;/i&gt; Kecepatan aliran udara harus dikalibrasi dengan  tepat untuk menjamin hasil yang akurat. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-size:130%;" &gt;Cara Pengambilan Sampel Udara  Ruangan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berdasarkan Kepmenkes RI No. 1335/ Menkes/ SK/ X/ 2002 tentang  standar operasional pengambilan dan pengukuran sampel kualitas udara  ruangan di rumah sakit, cara pengambilan sampel udara ruangan adalah  sebagai berikut:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. Pengambilan sampel mikrobiologi udara&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Waktu pengambilan sampel udara adalah setelah proses sterilisasi dan  pembersihan ruangan. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lakukan uji fungsi alat &lt;i&gt;microbiology air sampler&lt;/i&gt; yang  digunakan untuk mengambil sampel udara. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lepas kipas dan pelindungnya lalu bungkus dengan kertas, sterilkan  dalam autoclave dengan suhu 12 1°C selama 15 menit atau dengan  sterilisasi kering dengan suhu 70°C selama 1 jam. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Badan alat didesinfeksi dengan menggunakan alcohol 70 % atau  desinfektan lainnya. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pasang battey pada alat atau adaptor &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pasang kembali kipas dan pelindung pada badan alat. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Atur waktu sesuai dengan lama pengambilan sampel yang direncanakan  yaitu 4 menit. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pasang alat pada piring penyangga / tripod &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Siapkan agar strip (media agar) &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tempatkan alat pada titik pengambilan sampel. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lepaskan media agar strip dari kemasannya dan segera pasangkan pada  tempatnya (pelindung kipas) dengan posisi permukaan agar strip mengarah  kipas. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hidupkan alat. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tekan tombol start pada remote starter (jarak pengukur dengan alat  minimal 3 meter) tinggalkan ruangan apabila alat sedang beroperasi. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Alat akan berhenti secara otomatis sesuai dengan pengaturan waktu. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengukur segera masuk dan mematikan alat. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lepaskan media agar strip dari tempatnya dan masukkan kembali pada  kemasannya, tutup rapat dan disegel. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Beri keterangan atau label seperlunya antara lain: waktu  pengambilan, lokasi/ tempat, lama pengambilan sampel, dan nama pengukur.  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Amankan agar strip dengan cara: lapisi agar strip dengan aluminium  foil, simpan pada &lt;i&gt;cool box&lt;/i&gt; (kotak pendingin ) dengan suhu 4- 10  ºC &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Masukkan agar strip pada incubator dengan suhu 30- 35 ºC dan selama  24 jam (bila 24 jam tidak ada pertumbuhan kuman, pembiakan 24 jam lagi).  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Setelah waktu pembiakan kuman selesai, jumlah koloni kuman yang  tumbuh dihitung dengan menggunakan &lt;i&gt;colony counter.&lt;/i&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;2. Pengukuran kualitas fisik udara&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Pengukuran suhu &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengukuran dilakukan dengan menggunakan &lt;i&gt;thermometer &lt;/i&gt;yang  dipaparkan pada ruangan sampai menunjukkan angka yang stabil. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengukuran kelembaban relatif, Pengukuran dilakukan dengan  menggunakan &lt;i&gt;hygrometer atau humidity &lt;/i&gt;&lt;i&gt;meter &lt;/i&gt;yang dipaparkan  pada ruangan sampai menunjukkan angka yang stabil. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kecepatan aliran udara &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;Pengukuran dilakukan dengan menggunakan alat &lt;i&gt;Kata termometer&lt;/i&gt;  yang dipaparkan selama ± 15 menit pada ruang kerja.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5174795030016746954-3949377932683976146?l=kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com/feeds/3949377932683976146/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com/2010/06/kesehatan-lingkungan-rumah-sakit-bag-5.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5174795030016746954/posts/default/3949377932683976146'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5174795030016746954/posts/default/3949377932683976146'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com/2010/06/kesehatan-lingkungan-rumah-sakit-bag-5.html' title='Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit (Bag 5)'/><author><name>Neng Novie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15278417659884257785</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://1.bp.blogspot.com/_fg5YaBD5Q2c/TEsvUNfDcrI/AAAAAAAAAI4/UjehE7MGkn4/S220/contact.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh5.ggpht.com/_GsDH4fDmdUM/S-YDNFDi23I/AAAAAAAAAmY/BR-fPtHgpv8/s72-c/airpollutionappendicitis_thumb1.jpg?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5174795030016746954.post-283207260773106037</id><published>2010-06-28T09:33:00.000-07:00</published><updated>2010-07-28T09:39:25.990-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lingkungan Kerja'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengertian Kesehatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan Lingkungan Adalah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan Lingkungan'/><title type='text'>Kesehatan Lingkungan Adalah Merupakan Ilmu Preventif</title><content type='html'>&lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jurusan  Kesehatan lingkungan yang ada di Politeknik Kesehatan dulunya dikenal  Akademi Penilik Kesehatan (APK), kemudian berubah menjadi Pendidikan  Ahli Madia Sanitasi Kesehatan Lingkungan (PAM-SKL), lalu menjadi Akademi  Kesehatan Lingkungan (AKL), kini AKL melebur menjadi Politeknik  Kesehatan menjadi sebuah jurusan tersendiri. Sejauh ini, memang masih  ada masyarakat yang belum mengetahui jika AKL telah menjadi jurusan di  Poltekkes. “Masyarakat sudah kenal duluan dengan APK.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="more-10"&gt;&lt;/span&gt;Kesehatan  lingkungan merupakan ilmu preventif. “Sebab upaya ilmu itu berusaha  menciptakan supaya orang tidak sakit. Kesehatan lingkungan memiliki  lingkup tersendiri. “Jadi konsepnya juga bagaimana agar orang sehat itu  tetap sehat. Karena itu aplikasi kesehatan lingkungan tidak serat merta  dirasakan masyarakat. “Karena terkait dengan penataan lingkungan, berupa  pengelolaan sanitasi dasar, contohnya pengolahan limbah rumah tangga,  penyediaan air bersih , dan pembuangan tinja, pengelolaan sampah,  sanitasi makanan dan minuman dll. Dari beberapa contoh itulah, serta hal  lain terintegrasi menjadi satu kesatuan, sehingga menciptakan  lingkungan yang sehat. Kalau semua itu sehat, maka otomatis tidak sakit.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sekilas Tentang Jurusan Kesling&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt; &lt;a herf="'http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com" title="Kesehatan    Lingkungan Sekolah, Kesehatan Lingkungan Masyarakat, Kesehatan    Lingkungan Kerja, Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit, Kesehatan Lingkungan    Hidup, Kesehatan Lingkungan Pemukiman, Kesehatan Lingkungan ppt,    Kesehatan Lingkungan Industri, Kesehatan Lingkungan Puskesmas"&gt;&lt;img style="width: 483px; height: 252px;" alt="Kesehatan Lingkungan Sekolah,   Kesehatan Lingkungan Masyarakat,  Kesehatan Lingkungan Kerja, Kesehatan   Lingkungan Rumah Sakit, Kesehatan  Lingkungan Hidup, Kesehatan   Lingkungan Pemukiman, Kesehatan Lingkungan  ppt, Kesehatan Lingkungan   Industri, Kesehatan Lingkungan Puskesmas" src="http://www.dimsum.its.ac.id/id/wp-content/kesling11.jpg" title="Kesehatan Lingkungan Sekolah, Kesehatan Lingkungan Masyarakat,    Kesehatan Lingkungan Kerja, Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit, Kesehatan    Lingkungan Hidup, Kesehatan Lingkungan Pemukiman, Kesehatan Lingkungan    ppt, Kesehatan Lingkungan Industri, Kesehatan Lingkungan Puskesmas" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Untuk diketahui, saat ini jurusan kesehatan lingkungan Poltekkes  Makassar memiliki dua Prodi, yaitu Prodi D III dan Prodi D IV. Karena  program diploma, Poltekkes tentu tetap mengedepankan praktikum. Makanya,  untuk jurusan kesehatan lingkungan pun mahasiswanya memiliki kegiatan  praktikum. Begitupun saat akan menyusun tugas akhir. “Tempat prakteknya  bisa di rumah sakit, puskesmas, bahkan hingga restoran dan hotel. Kampus  yang berlokasi di Jalan Wijaya Kusuma I No. 2 Makassar ini memiliki  beberapa laboratorium untuk tempat praktik mahasiswa. “Ada labor kimia,  komputer, termasuk bengkel kerja.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Alumninya sudah bertebaran pada unit  kerja, mulai puskesmas, Dinkes Kab./ Kota, Rumah Sakit, BTKL, Kesehatan  Pelabuhan, Dinkes Provinsi, Dosen dll dan bahkan ada di PT. Inco.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;by zaenab&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5174795030016746954-283207260773106037?l=kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com/feeds/283207260773106037/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com/2010/06/kesehatan-lingkungan-adalah-merupakan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5174795030016746954/posts/default/283207260773106037'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5174795030016746954/posts/default/283207260773106037'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com/2010/06/kesehatan-lingkungan-adalah-merupakan.html' title='Kesehatan Lingkungan Adalah Merupakan Ilmu Preventif'/><author><name>Neng Novie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15278417659884257785</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://1.bp.blogspot.com/_fg5YaBD5Q2c/TEsvUNfDcrI/AAAAAAAAAI4/UjehE7MGkn4/S220/contact.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5174795030016746954.post-1659320666884615718</id><published>2010-06-25T09:53:00.000-07:00</published><updated>2010-07-28T09:54:34.444-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rumah sakit'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesehatan lingkungan rumah sakit'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lingkungan rumah sakit'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan Lingkungan'/><title type='text'>Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit (Bag 4)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff0000;"&gt;Desinfeksi dan sterilisasi di rumah  sakit&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rumah sakit merupakan tempat dengan derajat kontaminasi yang cukup  tinggi. Sumber kontaminasi utama di rumah sakit umumnya adalah manusia  berupa limbah dari proses kehidupan seperti urine, tinja, semburan  pernafasan, kelupasan kulit yang selalu diproduksi dan disebarkan.  Disinfeksi dan sterilisasi berikut menggunakan acuan Depkes RI ((tahun  2002). &lt;img title="DISINFEKSI" style="border: 0px none; display: inline; margin: 5px 15px 5px 0px;" alt="DISINFEKSI" src="http://lh4.ggpht.com/_GsDH4fDmdUM/S-YBZ_tWVJI/AAAAAAAAAmI/5WLv-5D4cD0/DISINFEKSI_thumb%5B3%5D.jpg?imgmax=800" align="left" border="0" /&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Terhadap kontaminan pokok itu, individu sakit akan menambah residu  dan sekresi yang berasal dari jaringan yang sakit. Banyak kuman patogen  yang berada dalam lingkungan inanimate, seperti jamur dan kuman patogen  gram negatif maupun gram positif yang terbawa masuk ke dalam rumah sakit  dan tersebar melalui kegiatan masyarakat di rumah sakit.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kontaminasi dapat terjadi pada udara, peralatan, perlengkapan,  personalia, air buangan dari pasien, dan secara rinci kemungkinan  terjadinya kontaminasi adalah sebagai berikut:&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Udara :&lt;/span&gt; &lt;/b&gt;Udara kering sebetulnya  bukan tempat yang baik untuk kehidupan mikroorganisme. Berbeda halnya  kalau ada uap air, udara dapat menjadi media penularan penyakit.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Air :&lt;/span&gt; &lt;/b&gt;Air dapat merupakan tempat  pertumbuhan yang baik bagi mikroorganisme dan dapat berfungsi sebagai  media penularan penyakit.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Ruangan dan bangunan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt; :&lt;/span&gt; &lt;/b&gt;Dinding, plafon, lantai, saluran  pembuangan, pintu, jendela yang tidak dibersihkan dan didesinfeksi mudah  ditumbuhi jamur dan bakteri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Perlengkapan atau peralatan :&lt;/span&gt; &lt;/b&gt;Hampir  semua peralatan di rumah sakit dapat ditempati dan ditumbuhi  mikroorganisme. Jenis dan jumlah mikroorganisme yang tumbuh tergantung  pada sumber kontaminasi sebelumnya, kondisi nutrisi, dan temperatur  lingkungan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Personalia :&lt;/span&gt; &lt;/b&gt;Selama kegiatan di  ruang aseptic bisa terjadi kontaminasi yang bersumber dari kulit,  tangan, rambut, dan pernafasan petugas. Jumlah mikroorganisme akan  meningkat bila terdapat luka- luka terbuka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Pasien&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt; :&lt;/span&gt;  &lt;/b&gt;Pasien yang telah terinfeksi merupakan sumber penularan bagi  dirinya sendiri dari bagian satu ke bagian lainnya dari tubuhnya atau  kepada pasien lain.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pencegahan dan mitigasi kontaminasi mikroorganisme di rumah sakit  umumnya dilakukan melalui dua tahapan prosedur, berupa dekontaminasi dan  diikuti dengan desinfeksi atau sterilisasi tergantung pada tingkat  bebas kuman yang dikehendaki. &lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pengawasan dan pencegahan kontaminasi mikroorganisme di rumah sakit  seharusnya dilaksanakan oleh semua rumah sakit. Keberhasilan usaha  tersebut akan tercermin pada jenis dan jumlah mikroorganisme yang  terdapat pada bahan, alat, dan lingkungan rumah sakit. &lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff0000;"&gt;Desinfeksi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Desinfeksi diartikan sebagai proses menurunkan jumlah mikroorganisma  penyebab penyakit atau yang berpotensi patogen dengan cara fisika atau  kimiawi. Proses ini biasanya tidak termasuk menghancurkan spora.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setiap proses desinfeksi harus selalu didahului dengan proses  menghilangkan sebagian besar kuman yang terdapat pada permukaan benda  dan sisa kuman yang sedikit akan lebih mudah dibunuh oleh zat bahan  desinfektan. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Desinfeksi pada lingkungan rumah sakit dilakukan pada:&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Permukaan alat- alat kesehatan, misalnya: tombol- tombol alat  kesehatan, alat- alat radiologi yang digunakan untuk arteriografi, alat-  alat laboratorium yang digunakan untuk fungsi vena. Permukaan alat-  alat yang terkontaminasi dengan darah, produk darah, atau cairan tubuh  memerlukan proses desinfeksi tingkat menegah. Metode desinfeksi yang  digunakan adalah dengan cairan senyawa chlorin, alcohol, glutaraldehid,  hydrogen peroksida, formaldehid, senyawa phenol, dan yodium. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Permukaan alat- alat rumah tangga, misalnya: dinding, lantai, tempat  cuci tangan, permukaan meja. Kontaminasi dengan nanah, darah, produk  darah, urine, cairan tubuh, dan tinja pada permukaan alat- alat rumah  tangga perlu desinfeksi tingkat menengah. Metode desinfeksi yang  digunakan sama dengan desinfeksi pada permukaan alat- alat kesehatan  (Depkes RI, 2002). &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff0000;"&gt;Sterilisasi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sterilisasi adalah suatu proses perlakuan terhadap bahan atau barang  dimana pada akhir proses tidak dapat ditunjukkan adanya mikroorganisme  hidup pada bahan atau barang tersebut (Depkes RI, 2002).&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kematian mikroorganisme ditentukan oleh daya tahan mikroorganisme  terhadap teknik sterilisasi. Daya tahan ini tergantung pada jenis,  jumlah, umur mikroorganisme, serta kondisi lingkungan proses  sterilisasi. Sedangkan sterilisasi dengan teknik pemisahan  mikroorganisme yang memerlukan penyaring dengan ukuran diameter saringan  lebih kecil dari diameter mikroorganisme.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sterilisasi dapat dilakukan dengan cara:&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Pemanasan: pemanasan basah (dengan dimasak pada air mendidih, dengan  menggunakan uap air pada suhu 100ºC, dengan uap air jenuh pada tekanan  tinggi atau autoclave), dan panas kering (dengan pemijaran dan udara  kering atau oven). &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bahan kimia: gas etilen oksida, dan formaldehid. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penyinaran: sterilisasi dengan sinar UV, sinar Gama, sinar X dan  sinar katoda. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penyaringan: dengan polimer selulose (MF Milipore, Poli hidrokarbon  Teflon), dan &lt;i&gt;High efficiency particular air&lt;/i&gt; (Hepa)- udara untuk  ruangan aseptik juga disterilkan dengan cara penyaringan ini. &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;Untuk menjaga kualitas udara dapat digunakan antara lain dengan  Aerosol: Glysein, resorcinol, dan triethilen glycol ; Saringan electron-  presipator : serta Penggunaan lampu UV (&lt;i&gt;Ultra Violet&lt;/i&gt;).&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5174795030016746954-1659320666884615718?l=kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com/feeds/1659320666884615718/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com/2010/06/kesehatan-lingkungan-rumah-sakit-bag-4.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5174795030016746954/posts/default/1659320666884615718'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5174795030016746954/posts/default/1659320666884615718'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com/2010/06/kesehatan-lingkungan-rumah-sakit-bag-4.html' title='Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit (Bag 4)'/><author><name>Neng Novie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15278417659884257785</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://1.bp.blogspot.com/_fg5YaBD5Q2c/TEsvUNfDcrI/AAAAAAAAAI4/UjehE7MGkn4/S220/contact.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh4.ggpht.com/_GsDH4fDmdUM/S-YBZ_tWVJI/AAAAAAAAAmI/5WLv-5D4cD0/s72-c/DISINFEKSI_thumb%5B3%5D.jpg?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5174795030016746954.post-4281487637994966403</id><published>2010-06-23T10:02:00.000-07:00</published><updated>2010-07-28T10:11:15.748-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hidup Bersih'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan Lingkungan Hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengertian Kesehatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan Lingkungan'/><title type='text'>Pentingnya Kesehatan Lingkungan Hidup</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;Oleh :&lt;/strong&gt; Fatmah Afrianty Gobel (Dosen FKM UMI,  Makassar)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="tgl"&gt;&lt;strong&gt;Tanggal :&lt;/strong&gt; Kamis,  25 Maret 2010&lt;/span&gt; &lt;p&gt;KAJIAN tentang implikasi  Undang-Undang No.  32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan  Lingkungan Hidup  terhadap kondisi kesehatan lingkungan belum banyak  dilakukan.  Kebanyakan kajian dilakukan mengenai implikasi UU ini  terhadap migas  dan sumber daya alam (kajian ekonomi sumber daya) dan  kajian ilmu  lingkungan itu sendiri.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Kesehatan lingkungan sebagai  bagian dari disiplin ilmu kesehatan  masyarakat sebenarnya memiliki  relevansi tersendiri dengan UU No.  32/2009. Mengutip Notoatmodjo  (2003), kesehatan lingkungan pada  hakikatnya adalah suatu kondisi atau  keadaan lingkungan yang optimum  sehingga berpengaruh positif terhadap  terwujudan status kesehatan yang  optimum pula. Ruang lingkup kesehatan  lingkungan tersebut, antara lain  mencakup penyediaan air bersih,  pembuangan sampah, pembuangan air kotor  (limbah),  pembuangan kotoran  manusia (tinja), dan sebagainya. Sementara  usaha kesehatan lingkungan  adalah suatu usaha untuk memperbaiki atau  mengoptimalkan lingkungan  hidup manusia agar merupakan media yang baik  untuk terwujudnya  kesehatan yang optimum bagi manusia yang hidup  didalamnya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;   &lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt; &lt;a herf="'http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com" title="Kesehatan   Lingkungan Sekolah, Kesehatan Lingkungan Masyarakat, Kesehatan   Lingkungan Kerja, Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit, Kesehatan Lingkungan   Hidup, Kesehatan Lingkungan Pemukiman, Kesehatan Lingkungan ppt,   Kesehatan Lingkungan Industri, Kesehatan Lingkungan Puskesmas"&gt;&lt;img style="width: 483px; height: 252px;" alt="Kesehatan Lingkungan Sekolah,  Kesehatan Lingkungan Masyarakat,  Kesehatan Lingkungan Kerja, Kesehatan  Lingkungan Rumah Sakit, Kesehatan  Lingkungan Hidup, Kesehatan  Lingkungan Pemukiman, Kesehatan Lingkungan  ppt, Kesehatan Lingkungan  Industri, Kesehatan Lingkungan Puskesmas" src="http://azamul.files.wordpress.com/2007/06/pencemaran_air.gif" title="Kesehatan Lingkungan Sekolah, Kesehatan Lingkungan Masyarakat,   Kesehatan Lingkungan Kerja, Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit, Kesehatan   Lingkungan Hidup, Kesehatan Lingkungan Pemukiman, Kesehatan Lingkungan   ppt, Kesehatan Lingkungan Industri, Kesehatan Lingkungan Puskesmas" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;Dari  segi keilmuan, ilmu kesehatan masyarakat sangat berhubungan  erat  dengan ilmu lingkungan, khususnya ilmu kesehatan lingkungan (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;environment health science&lt;/span&gt;) dengan   obyek ilmu yang sama pada masalah pengolahan air limbah. Soeparman   (2002) menyebutkan air limbah merupakan sisa dari hasil aktifitas yang   dilakukan manusia sebagai makhluk hidup, individu maupun makhluk sosial.   Kehidupan manusia yang dominan dan menentukan terjadinya perubahan  dari  berbagai aspek kehidupan, sedang lingkungannya dituntut untuk  memenuhi  berbagai kebutuhan hidupnya. Beberapa penyakit yang  ditimbulkan oleh  pembuangan sampah dan air limbah yang kurang baik  serta lingkungan yang  tidak sehat dan sanitasi yang kurang baik, di  antaranya adalah: diare,  demam berdarah, disentri, hepatitis A, kolera,  tiphus, cacingan, dan  malaria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar keilmuan kesehatan  lingkungan adalah mengidentifikasi,  mengukur, menganalisis, menilai,  memprediksi bahaya berbagai pajanan di  lingkungan, dan melakukan  pengendalian dengan tujuan mencegah dan  melindungi kesehatan masyarakat  dan ekosistem.  Ilmu kesehatan  lingkungan mempelajari interaksi  dinamis berbagai pajanan atau agen  lingkungan (fisik, radiasi, kimia,  biologi, dan perilaku) melalui wahana  udara, air, limbah, makanan dan  minuman, vektor atau binatang pembawa  penyakit, dan manusia di  lingkungan pemukiman, tempat kerja atau  sekolah, tempat-tempat umum  maupun perjalanan dengan risiko dampak  kesehatan (kejadian penyakit)  pada kelompok manusia atau masyarakat  (FKM-UI, 2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Problematika Kesehatan Lingkungan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pencemaran  lingkungan sebagian besar disebabkan oleh ulah manusia  sendiri.  Berdasarkan lingkungan yang mengalami pencemaran, secara garis  besar  pencemaran lingkungan dapat dikelompokkan menjadi pencemaran air,   tanah, dan udara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencemaran pada tanah dan air biasanya  terjadi pada areal perairan  seperti laut, sungai, danau, air tanah, dan  seterusnya. Sementara  pencemaran pada tanah adalah pencemaran yang  terjadi pada wilayah  daratan. Prevalensi pencemaran air dan tanah  berlangsung sangat massif  sehingga membuat daya dukung alam sudah tidak  mampu mengembalikan pada  kondisi sediakala. Karena itu alam kehilangan  kemampuan untuk memurnikan  pencemaran yang telah terjadi. Pencemaran  yang dominan dan memperparah  kondisi pengrusakan lingkungan adalah  sampah dan zat seperti sampah  plastik, deterjen, DDT (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dikloro  Difenil Trikloroetana&lt;/span&gt;) yang  semuanya tidak ramah lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor-faktor penyebab  pencemaran lingkungan pada tanah adalah:  pertama, sampah buangan  manusia dari pemukiman penduduk; Kedua, zat  kimia dari rumah penduduk,  industri, pertanian, dan sebagainya; Ketiga,  erosi karena curah hujan  yang tinggi. Sementara penyebab pencemaran pada  air umumnya karena  akibat dari penggunaan zat kimia pemberantas hama  DDT, utamanya di  pedesaan. DDT banyak digunakan oleh petani untuk  memberantas hama yang  menyerang tanaman pertanian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat dari penggunaan DDT, banyak  binatang dalam mata rantai  makanan yang panjang akan terkena  dampaknya. Proses mata rantai makanan  dari satu hewan ke hewan lain  yang mengakumulasi zat DDT akan ikut  tercemar zat DTT, termasuk pada  manusia. DDT yang telah masuk ke dalam  tubuh kemudian larut dalam  lemak, terakumulasi sepanjang waktu hingga  mengakibatkan efek negatif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan DDT berdampak pada biological magnification  (pembesaran  biologis) pada organisme sehingga dapat merusak jaringan  tubuh setiap  makhluk hidup yang secara perlahan dapat menyebabkan  penyakit kanker,  dapat menimbulkan otot kejang hingga kelumpuhan, serta  dapat menghambat  proses pengapuran dinding telur pada hewan bertelur  yang mengakibatkan  telur itu tidak dapat menetas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara  pencemaran udara terjadi bila pada lapisan udara  mengandung unsur-unsur  yang mengotori udara. Adapun bentuk pencemar  udara berbagai macam  jenisnya: ada yang berbentuk gas dan ada yang  berbentuk partikel cair  atau padat. Pencemar udara berbentuk gas adalah  karbon monoksida,  senyawa belerang (SO2 dan H2S), senyawa nitrogen  (NO2), dan  chloroflourocarbon (CFC). Pencemar udara berbentuk partikel  cair  titik-titik air atau kabut sedang yang berbentuk padat berupa debu  atau  abu vulkanik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara teoritis, pencemaran udara dalam bentuk  gas terjadi bila  beberapa gas dengan jumlah melebihi batas toleransi  lingkungan masuk ke  lingkungan udara sehingga dapat mengganggu  kehidupan makhluk hidup.   Misalnya kadar CO2 yang terlampau tinggi di  udara dapat menyebabkan suhu  udara di permukaan bumi meningkat dan  dapat mengganggu sistem  pernapasan. Kadar gas CO lebih dari 100 ppm di  dalam darah dapat merusak  sistem saraf dan dapat menimbulkan kematian.  Gas SO2 dan H2S dapat  bergabung dengan partikel air dan menyebabkan  hujan asam. Keracunan NO2  dapat menyebabkan gangguan sistem pernapasan,  kelumpuhan, dan kematian.  Sementara itu, CFC dapat menyebabkan  rusaknya lapian ozon di atmosfer.  Partikel yang mencemari udara dapat  berasal dari pembakaran bensin.  Bensin yang digunakan dalam kendaraan  bermotor biasanya dicampur dengan  senyawa timbal agar pembakarannya  cepat mesin berjalan lebih sempurna.  Timbal akan bereaki dengan klor  dan brom membentuk partikel PbClBr.  Partikel tersebut akan dihamburkan  oleh kendaraan melalui knalpot ke  udara sehingga akan mencemari udara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara pencemaran udara yang berbentuk partikel cair berupa  kabut  dapat menyebabkan sesak napas jika terhiap ke dalam paru-paru.   Bila  dalam bentuk padat dapat berupa debu atau abu vulkanik merupakan  sumber  penyakit yang dapat mengganggu kesehatan manusia. Selain debu  dan abu  vulkanik, partikel padat dapat juga berasal dari makhluk hidup,  misalnya  bakteri, spora, virus, serbuk sari, atau serangga-serangga  yang telah  mati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, masalah produk rekayasa genetik  masih kontroversi di  seluruh dunia karena baik ilmuwan, pemerintah  maupun pengembang produk  rekayasa genetik belum bisa memastikan  keamanan dan efek negatifnya bagi  kesehatan manusia dan lingkungan  hidup. Jadi masyarakat hanya  ditekankan prinsip kehati-hatian (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;precautionary  principle&lt;/span&gt;) dalam  menggunakan dan mengonsumsi produk rekayasa  genetik.&lt;br /&gt;UU No.  32/2009 sebagai Solusi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan baru dalam UU ini adalah  pengaturan masalah rekayasa  genetika, sebelumnya dalam UU Lingkungan  Hidup  yang lama  (UU No.  23/1997) hanya menyebutkan jasad renik.  Produk rekayasa genetik diatur  dalam Pasal 69 dan Pasal 101. Dalam  Pasal 69 ayat 1.g. menyebutkan bahwa  setiap orang dilarang melepaskan  produk rekayasa genetik ke media  lingkungan hidup yang bertentangan  dengan peraturan perundang-undangan  atau izin lingkungan. Sedang pada  Pasal 101 menyebutkan bahwa setiap  orang yang melepaskan dan/atau  mengedarkan produk rekayasan genetic  dipidana dengan pidana penjara  paling singkat satu tahun dan paling lama  tiga tahun atau denda paling  sedikit Rp1.000.000.000 (satu miliar  rupiah) dan paling banyak  Rp3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan adanya  pengaturan rekayasa genetik dalam UU, maka Departemen  Kesehatan bersama  Badan POM dan Kementerian Negara Lingkungan Hidup  dapat bekerjasama  lintas departemen mengatur pelabelan produk rekayasa  yang dijual bebas  di pasar. Dengan demikian, masyarakat sebagai konsumen  dapat membedakan  produk yang mengandung GMO (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Genetical  Modified Organism&lt;/span&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterlibatan masyarakat dalam  pengawasan perlindungan lingkungan  hidup dalam UU No. 32/2009 merupakan  perkembangan bagus yang patut  diapresiasi. Hal ini terlihat dalam  Pasal 70 UU yang disahkan pada 3  Oktober 2009 tersebut. Dari segi  pengawasan dan penegakan hukumnya, UU  No. 32/2009 lebih ketat karena  bukan hanya pelaku kejahatan lingkungan  (biasanya pelaku usaha) yang  bisa terjerat pidana tetapi juga pejabat  negara yang bersangkutan. (*)&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;Sumber:  http://www.mediaindonesia.com&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5174795030016746954-4281487637994966403?l=kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com/feeds/4281487637994966403/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com/2010/06/pentingnya-kesehatan-lingkungan-hidup.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5174795030016746954/posts/default/4281487637994966403'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5174795030016746954/posts/default/4281487637994966403'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com/2010/06/pentingnya-kesehatan-lingkungan-hidup.html' title='Pentingnya Kesehatan Lingkungan Hidup'/><author><name>Neng Novie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15278417659884257785</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://1.bp.blogspot.com/_fg5YaBD5Q2c/TEsvUNfDcrI/AAAAAAAAAI4/UjehE7MGkn4/S220/contact.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5174795030016746954.post-3842763656671098834</id><published>2010-06-23T09:55:00.000-07:00</published><updated>2010-07-28T09:55:55.953-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rumah sakit'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesehatan lingkungan rumah sakit'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lingkungan rumah sakit'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan Lingkungan'/><title type='text'>Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit (Bag 3)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff0000;"&gt;Kualitas Udara Ruang Rumah Sakit&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut Kepmenkes No.1204/ Menkes/ SK/ X/ 2004 tentang Persyaratan  kesehatan lingkungan rumah sakit, standard kualitas udara ruang  rumah sakit adalah sebagai berikut ini:&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Tidak berbau (terutama bebas dari H2S dan amonia). &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kadar debu (&lt;i&gt;particulate matter&lt;/i&gt;) berdiameter kurang dari 10  micron dengan rata- rata pengukuran 8 jam atau 24 jam tidak melebihi 150  µg/ m&lt;sup&gt;3&lt;/sup&gt;, dan tidak mengandung debu asbes. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Indeks angka kuman untuk seiap ruang atau unit seperti tabel  berikut: &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;Indeks angka kuman menurut fungsi ruang atau unit&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top" width="38"&gt; &lt;p&gt;No.&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="178"&gt; &lt;p&gt;Ruang atau unit&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="313"&gt; &lt;p&gt;Konsentrasi maksimum mikroorganisme per m3 udara (CFU/ m&lt;sup&gt;3&lt;/sup&gt;)&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td width="38"&gt; &lt;p&gt;1.&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="178"&gt; &lt;p&gt;Operasi&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="313"&gt; &lt;p&gt;10&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td width="38"&gt; &lt;p&gt;2.&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="178"&gt; &lt;p&gt;Bersalin&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="313"&gt; &lt;p&gt;200&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td width="38"&gt; &lt;p&gt;3&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="178"&gt; &lt;p&gt;Pemulihan/perawatan&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="313"&gt; &lt;p&gt;200-500&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td width="38"&gt; &lt;p&gt;4.&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="178"&gt; &lt;p&gt;Observasi bayi&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="313"&gt; &lt;p&gt;200&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td width="38"&gt; &lt;p&gt;5.&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="178"&gt; &lt;p&gt;Perawatan bayi&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="313"&gt; &lt;p&gt;200&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td width="38"&gt; &lt;p&gt;6.&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="178"&gt; &lt;p&gt;Perawatan premature&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="313"&gt; &lt;p&gt;200&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td width="38"&gt; &lt;p&gt;7.&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="178"&gt; &lt;p&gt;ICU&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="313"&gt; &lt;p&gt;200&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;p&gt;Indeks angka kuman menurut fungsi ruang atau unit&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top" width="38"&gt; &lt;p&gt;No.&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="178"&gt; &lt;p&gt;Ruang atau unit&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="313"&gt; &lt;p&gt;Konsentrasi maksimum mikroorganisme per m3             &lt;br /&gt;udara  (CFU/ m&lt;sup&gt;3&lt;/sup&gt;)&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td width="38"&gt; &lt;p&gt;8&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="178"&gt; &lt;p&gt;Jenazah/ autopsi&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="313"&gt; &lt;p&gt;200-500&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td width="38"&gt; &lt;p&gt;9&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="178"&gt; &lt;p&gt;Penginderaan medis&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="313"&gt; &lt;p&gt;200&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td width="38"&gt; &lt;p&gt;10&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="178"&gt; &lt;p&gt;Laboratorium&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="313"&gt; &lt;p&gt;200-500&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td width="38"&gt; &lt;p&gt;11&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="178"&gt; &lt;p&gt;Radiologi&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="313"&gt; &lt;p&gt;200-500&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td width="38"&gt; &lt;p&gt;12&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="178"&gt; &lt;p&gt;Sterilisasi&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="313"&gt; &lt;p&gt;200&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td width="38"&gt; &lt;p&gt;13&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="178"&gt; &lt;p&gt;Dapur&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="313"&gt; &lt;p&gt;200-500&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td width="38"&gt; &lt;p&gt;14&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="178"&gt; &lt;p&gt;Gawat darurat&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="313"&gt; &lt;p&gt;200&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td width="38"&gt; &lt;p&gt;15&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="178"&gt; &lt;p&gt;Administrasi, pertemuan&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="313"&gt; &lt;p&gt;200-500&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td width="38"&gt; &lt;p&gt;16&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="178"&gt; &lt;p&gt;Ruang luka bakar&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="313"&gt; &lt;p&gt;200&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;p&gt;Sumber: Kepmenkes No.1204/ Menkes/ SK/ X/ 2004&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Indeks kadar gas dan bahan berbahaya dalam udara ruang rumah sakit  Konsentrasi gas dalam udara tidak melebihi konsentrasi maksimum seperti  dalam tabel berikut:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Indeks Kadar Gas dan Bahan Berbahaya dalam Udara Ruang Rumah Sakit&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top" width="38"&gt; &lt;p&gt;No.&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="166"&gt; &lt;p&gt;Parameter kimiawi&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="132"&gt; &lt;p&gt;Rata- rata waktu             &lt;br /&gt;pengukuran&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="193"&gt; &lt;p&gt;Konsentrasi maksimal             &lt;br /&gt;sebagai standar&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td width="38"&gt; &lt;p&gt;1.&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="166"&gt; &lt;p&gt;Karbon monoksida (CO)&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="132"&gt; &lt;p&gt;8 jam&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="193"&gt; &lt;p&gt;10.000 jig/ m3&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td width="38"&gt; &lt;p&gt;2.&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="166"&gt; &lt;p&gt;Karbondioksida (CO2)&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="132"&gt; &lt;p&gt;8 jam&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="193"&gt; &lt;p&gt;1 ppm&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td width="38"&gt; &lt;p&gt;3.&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="166"&gt; &lt;p&gt;Timbal (Pb)&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="132"&gt; &lt;p&gt;1 tahun&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="193"&gt; &lt;p&gt;0,5 jig/ m3&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td width="38"&gt; &lt;p&gt;4.&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="166"&gt; &lt;p&gt;Nitrogen Dioksida (NO2)&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="132"&gt; &lt;p&gt;1 jam&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="193"&gt; &lt;p&gt;200 jig/ m3&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td width="38"&gt; &lt;p&gt;5.&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="166"&gt; &lt;p&gt;Radon (Rn)&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="132"&gt; &lt;p&gt;-&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="193"&gt; &lt;p&gt;4 pCi/ liter&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td width="38"&gt; &lt;p&gt;6.&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="166"&gt; &lt;p&gt;Sulfur dioksida (SO2)&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="132"&gt; &lt;p&gt;24 jam&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="193"&gt; &lt;p&gt;125 jig/ m3&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td width="38"&gt; &lt;p&gt;7.&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="166"&gt; &lt;p&gt;Formaldehida&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="132"&gt; &lt;p&gt;30 menit&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="193"&gt; &lt;p&gt;100 g/ m3&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top" width="38"&gt; &lt;p&gt;8.&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="166"&gt; &lt;p&gt;Total senyawa organik&lt;/p&gt; &lt;p&gt;yang mudah menguap (T. VOC)&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="132"&gt; &lt;p&gt;-&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="193"&gt; &lt;p&gt;1 ppm&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff0000;"&gt;Pencahayaan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Indeks Pencahayaan menurut Jenis Ruangan atau Unit&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top" width="38"&gt; &lt;p&gt;No.&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="179"&gt; &lt;p&gt;Ruangan atau Unit&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="107"&gt; &lt;p&gt;Intensitas             &lt;br /&gt;Cahaya (Lux)&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="205"&gt; &lt;p&gt;Keterangan&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top" width="38"&gt; &lt;p&gt;1.&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="179"&gt; &lt;p&gt;Ruangan pasien – saat tidak tidur – saat tidur&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="bottom" width="107"&gt; &lt;p&gt;100-200             &lt;br /&gt;maksimal 50&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="205"&gt; &lt;p&gt;Warna cahaya sedang&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td width="38"&gt; &lt;p&gt;2.&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="179"&gt; &lt;p&gt;R. Operasi umum&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="107"&gt; &lt;p&gt;300-500&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="205"&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top" width="38"&gt; &lt;p&gt;3.&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="179"&gt; &lt;p&gt;Meja operasi&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="107"&gt; &lt;p&gt;10.000- 20.000&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="205"&gt; &lt;p&gt;Warna cahaya sejuk atau sedang tanpa bayangan&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td width="38"&gt; &lt;p&gt;4.&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="179"&gt; &lt;p&gt;Anastesi, pemulihan&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="107"&gt; &lt;p&gt;300-500&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="205"&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td width="38"&gt; &lt;p&gt;5.&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="179"&gt; &lt;p&gt;Endoscopy&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="107"&gt; &lt;p&gt;75- 100&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="205"&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td width="38"&gt; &lt;p&gt;6.&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="179"&gt; &lt;p&gt;Sinar X&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="107"&gt; &lt;p&gt;Minimal 60&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="205"&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top" width="38"&gt; &lt;p&gt;No.&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="179"&gt; &lt;p&gt;Ruangan atau Unit&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="107"&gt; &lt;p&gt;Intensitas             &lt;br /&gt;Cahaya (Lux)&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="205"&gt; &lt;p&gt;Keterangan&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top" width="38"&gt; &lt;p&gt;7.&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="179"&gt; &lt;p&gt;Koridor, tangga, administrasi/ kantor, ruang cuci, toilet&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="107"&gt; &lt;p&gt;Minimal 100&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="205"&gt; &lt;p&gt;Tangga pada malam hari&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top" width="38"&gt; &lt;p&gt;8.&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="179"&gt; &lt;p&gt;Ruang alat/ gudang, farmasi, dapur&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="107"&gt; &lt;p&gt;Minimal 200&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="205"&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top" width="38"&gt; &lt;p&gt;9.&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="179"&gt; &lt;p&gt;Ruang isolasi khusus&lt;/p&gt; &lt;p&gt;penyakit tetanus&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="107"&gt; &lt;p&gt;0,1- 0,5&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="205"&gt; &lt;p&gt;Warna cahaya biru&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td width="38"&gt; &lt;p&gt;10.&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="179"&gt; &lt;p&gt;Ruang luka bakar&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="107"&gt; &lt;p&gt;100-200&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="205"&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff0000;"&gt;Penghawaan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Persyaratan penghawaan untuk masing- masing ruang atau unit seperti  berikut:&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Ruang- ruang tertentu seperti ruang operasi, perawatan bayi,  laboratorium, perlu mendapat perhatian yang khusus karena sifat  pekerjaan yang terjadi di ruang- ruang tersebut. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ventilasi ruang operasi harus dijaga pada tekanan lebih positif  sedikit minimum 0,1 mbar) dibandingkan ruang- ruang lain di rumah sakit.  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sistem suhu dan kelembaban hendaknya didesain sedemikian rupa  sehingga dapat menyediakan suhu dan kelembaban seperti dalam tabel  berikut: &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;Standar Suhu, Kelembaban, dan Tekanan Udara menurut Fungsi Ruang atau  Unit&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top" width="38"&gt; &lt;p&gt;No.&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="176"&gt; &lt;p&gt;Ruang atau Unit&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="106"&gt; &lt;p&gt;Suhu (&lt;sup&gt;0&lt;/sup&gt;C)&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="108"&gt; &lt;p&gt;Kelembaban             &lt;br /&gt;(%)&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="101"&gt; &lt;p&gt;Tekanan&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td width="38"&gt; &lt;p&gt;1.&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="176"&gt; &lt;p&gt;Operasi&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="106"&gt; &lt;p&gt;19-24&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="108"&gt; &lt;p&gt;45-60&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="101"&gt; &lt;p&gt;positif&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td width="38"&gt; &lt;p&gt;2.&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="176"&gt; &lt;p&gt;Bersalin&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="106"&gt; &lt;p&gt;24-26&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="108"&gt; &lt;p&gt;45-60&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="101"&gt; &lt;p&gt;positif&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td width="38"&gt; &lt;p&gt;3.&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="176"&gt; &lt;p&gt;Pemulihan/ perawatan&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="106"&gt; &lt;p&gt;22-24&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="108"&gt; &lt;p&gt;45-60&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="101"&gt; &lt;p&gt;seimbang&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td width="38"&gt; &lt;p&gt;4.&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="176"&gt; &lt;p&gt;Observasi bayi&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="106"&gt; &lt;p&gt;2 1-24&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="108"&gt; &lt;p&gt;45-60&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="101"&gt; &lt;p&gt;seimbang&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td width="38"&gt; &lt;p&gt;5.&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="176"&gt; &lt;p&gt;Perawatan bayi&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="106"&gt; &lt;p&gt;22-26&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="108"&gt; &lt;p&gt;3 5-60&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="101"&gt; &lt;p&gt;seimbang&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td width="38"&gt; &lt;p&gt;6.&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="176"&gt; &lt;p&gt;Perawatan premature&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="106"&gt; &lt;p&gt;24-26&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="108"&gt; &lt;p&gt;35-60&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="101"&gt; &lt;p&gt;positif&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td width="38"&gt; &lt;p&gt;7.&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="176"&gt; &lt;p&gt;ICU&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="106"&gt; &lt;p&gt;22-23&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="108"&gt; &lt;p&gt;35-60&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="101"&gt; &lt;p&gt;positif&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td width="38"&gt; &lt;p&gt;8.&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="176"&gt; &lt;p&gt;Jenazah/ Autopsi&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="106"&gt; &lt;p&gt;2 1-24&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="108"&gt; &lt;p&gt;-&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="101"&gt; &lt;p&gt;negatif&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td width="38"&gt; &lt;p&gt;9.&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="176"&gt; &lt;p&gt;Penginderaan medis&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="106"&gt; &lt;p&gt;19-24&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="108"&gt; &lt;p&gt;45-60&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="101"&gt; &lt;p&gt;seimbang&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td width="38"&gt; &lt;p&gt;10.&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="176"&gt; &lt;p&gt;Laboratorium&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="106"&gt; &lt;p&gt;22-26&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="108"&gt; &lt;p&gt;35-60&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="101"&gt; &lt;p&gt;negatif&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td width="38"&gt; &lt;p&gt;11.&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="176"&gt; &lt;p&gt;Radiologi&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="106"&gt; &lt;p&gt;22-26&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="108"&gt; &lt;p&gt;45-60&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="101"&gt; &lt;p&gt;seimbang&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td width="38"&gt; &lt;p&gt;12.&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="176"&gt; &lt;p&gt;Sterilisasi&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="106"&gt; &lt;p&gt;22-30&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="108"&gt; &lt;p&gt;35-60&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="101"&gt; &lt;p&gt;negatif&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td width="38"&gt; &lt;p&gt;13.&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="176"&gt; &lt;p&gt;Dapur&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="106"&gt; &lt;p&gt;22-30&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="108"&gt; &lt;p&gt;35-60&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="101"&gt; &lt;p&gt;seimbang&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td width="38"&gt; &lt;p&gt;14.&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="176"&gt; &lt;p&gt;Gawat darurat&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="106"&gt; &lt;p&gt;19-24&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="108"&gt; &lt;p&gt;45-60&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="101"&gt; &lt;p&gt;positif&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td width="38"&gt; &lt;p&gt;15.&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="176"&gt; &lt;p&gt;Administrasi/ pertemuan&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="106"&gt; &lt;p&gt;2 1-24&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="108"&gt; &lt;p&gt;-&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="101"&gt; &lt;p&gt;seimbang&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pedoman untuk parameter spesifik fisik udara dalam ruang&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top" width="156"&gt; &lt;p&gt;Parameter&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="244"&gt; &lt;p&gt;Rentang untuk kualitas udara ruang             &lt;br /&gt;yang dapat  diterima&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="129"&gt; &lt;p&gt;Satuan&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td width="156"&gt; &lt;p&gt;Suhu udara&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="244"&gt; &lt;p&gt;22,5- 25,5&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="129"&gt; &lt;p&gt;0C&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td width="156"&gt; &lt;p&gt;Kelembaban udara&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="244"&gt; &lt;p&gt;? 70&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="129"&gt; &lt;p&gt;%&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top" width="156"&gt; &lt;p&gt;Gerakan udara (pada&lt;/p&gt; &lt;p&gt;kantor dalam wilayah kerja)&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="244"&gt; &lt;p&gt;? 0,25&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="129"&gt; &lt;p&gt;m/ det&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;p&gt; Sumber : &lt;i&gt;Guideline for Good Indoor Quality, 1996 &lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5174795030016746954-3842763656671098834?l=kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com/feeds/3842763656671098834/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com/2010/06/kesehatan-lingkungan-rumah-sakit-bag-3.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5174795030016746954/posts/default/3842763656671098834'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5174795030016746954/posts/default/3842763656671098834'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com/2010/06/kesehatan-lingkungan-rumah-sakit-bag-3.html' title='Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit (Bag 3)'/><author><name>Neng Novie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15278417659884257785</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://1.bp.blogspot.com/_fg5YaBD5Q2c/TEsvUNfDcrI/AAAAAAAAAI4/UjehE7MGkn4/S220/contact.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5174795030016746954.post-6500326172224049614</id><published>2010-06-20T10:20:00.000-07:00</published><updated>2010-07-28T10:24:48.475-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lingkungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dinding'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ventilasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bangunan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rumah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hunian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemukiman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan Lingkungan Pemukiman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan Lingkungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kepadatan'/><title type='text'>Penyehatan Pemukiman - Kesehatan Lingkungan Pemukiman</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;p class="Style" style="text-align: justify; text-indent: 34.8pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Rumah  pada dasarnya merupakan tempat hunian yang sangat penting bagi  kehidupan setiap orang. Rumah tidak sekedar sebagai tempat untuk melepas  lelah setelah bekerja seharian, namun didalamnya terkandung arti yang  penting sebagai tempat untuk membangun kehidupan keluarga sehat dan  sejahtera. Rumah yang sehat dan layak huni tidak harus berwujud rumah  mewah dan besar namun rumah yang sederhana dapat juga menjadi rumah yang  sehat dan layak dihuni Rumah sehat adalah kondisi fisik, kimia, biologi  didalam rumah dan perumahan sehingga memungkinkan penghuni atau  masyarakat memperoleh derajat kesehatan yang optimal. Untuk menciptakan  rumah sehat maka diperlukan perhatian terhadap beberapa aspek yang  sangat berpengaruh, antara lain: &lt;img class="alignright size-full wp-image-196" title="rumah-sehat1" src="http://putraprabu.files.wordpress.com/2009/01/rumah-sehat1.jpg?w=250&amp;amp;h=188" alt="rumah-sehat1" width="250" height="188" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="Style" style="margin-left: 36.45pt; text-align: justify; text-indent: -16.55pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Sirkulasi udara yang baik.&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="Style" style="margin-left: 36.45pt; text-align: justify; text-indent: -16.55pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Penerangan yang cukup.&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="Style" style="margin-left: 36.45pt; text-align: justify; text-indent: -16.55pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Air bersih terpenuhi.&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="Style" style="margin-left: 36.45pt; text-align: justify; text-indent: -16.55pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pembuangan air limbah diatur dengan baik agar tidak menimbulkan pencemaran.&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="Style" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;5.&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Bagian-bagian ruang seperti lantai dan dinding tidak lembab serta tidak&lt;span&gt; &lt;/span&gt;terpengaruh pencemaran seperti bau, rembesan air kotor maupun udara kotor.&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="Style" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="Style" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;Persyaratan  Kesehatan Rumah Tinggal menurut Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor :  829/Menkes/SK/VII/1999 adalah sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="Style" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Bahan Bangunan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="Style" style="text-align: justify; text-indent: -16.8pt; line-height: 200%; margin: 0pt 0.5pt 0.0001pt 36pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Tidak terbuat dari bahan yang dapat melepaskan zat-zat yang dapat membahayakan kesehatan, antara lain sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="Style" style="text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 200%; margin: 0pt 0.05pt 0.0001pt 54pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;" lang="SV"&gt;&lt;span&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Debu Total tidak lebih dari 150 &lt;span&gt;µg &lt;/span&gt;m&lt;sup&gt;3&lt;/sup&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="Style" style="text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 200%; margin: 0pt 0.05pt 0.0001pt 54pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;" lang="SV"&gt;&lt;span&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Asbes bebas tidak melebihi 0,5 fiber/m&lt;sup&gt;3&lt;/sup&gt;/4jam &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="Style" style="text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 200%; margin: 0pt 0.05pt 0.0001pt 54pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;" lang="SV"&gt;&lt;span&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Timah hitam tidak melebihi 300 mg/kg &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="Style" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Tidak terbuat dari bahan yang dapat menjadi tumbuh dan berkembangnya mikroorganisme patogen. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="Style" style="margin-left: 0pt; text-align: justify; text-indent: 0pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Komponen dan penataan ruang rumah&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="Style" style="text-align: justify; line-height: 200%; margin: 0pt 0.2pt 0.0001pt 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Komponen rumah harus memenuhi persyaratan fisik dan biologis sebagai berikut: &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="Style" style="text-align: justify; text-indent: 0pt; line-height: 200%; margin: 0pt 0.2pt 0.0001pt 18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Lantai kedap air dan mudah dibersihkan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="Style" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: 0pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Dinding&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="Style" style="text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 200%; margin: 0.2pt 1.2pt 0.0001pt 54pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;&lt;span&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Di ruang tidur, ruang keluarga dilengkapi dengan sarana ventilasi untuk pengaturan sirkulasi udara&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="Style" style="text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 200%; margin: 0.2pt 1.2pt 0.0001pt 54pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;&lt;span&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Di kamar mandi dan tempat cuci harus kedap air dan mudah dibersihkan&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="Style" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -19.5pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;c.&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Langit-langit harus mudah dibersihkan dan tidak rawan kecelakaan&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="Style" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -19.5pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;d.&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Bumbung rumah yang memiliki tinggi 10 meter atau lebih harus­ dilengkapi dengan penangkal petir&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="Style" style="text-align: justify; text-indent: -19.5pt; line-height: 200%; margin: 0.2pt 1.65pt 0.0001pt 36pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;e.&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Ruang  di dalam rumah harus ditata agar berfungsi sebagai ruang tamu, ruang  keluarga, ruang makan, ruang tidur, ruang dapur, ruang mandi dan ruang  bermain anak.&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="Style" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -19.5pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;f.&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Ruang dapur harus dilengkapi dengan sarana pembuangan asap.&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="Style" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -35.85pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pencahayaan&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="Style" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pencahayaan  alam atau buatan langsung atau tidak langsung dapat menerangi seluruh  bagian ruangan minimal intensitasnya 60 lux dan tidak menyilaukan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="Style" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;4. &lt;span&gt; &lt;/span&gt;Kualitas Udara &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="Style" style="text-align: justify; line-height: 200%; margin: 0pt 0.2pt 0.0001pt 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Kualitas udara di dalam rumah tidak melebihi ketentuan sebagai berikut : &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="Style" style="text-align: justify; text-indent: -16.55pt; line-height: 200%; margin: 0pt 0.95pt 0.0001pt 36pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Suhu udara nyaman berkisar antara l8°C sampai 30°C&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="Style" style="text-align: justify; text-indent: -16.55pt; line-height: 200%; margin: 0pt 0.95pt 0.0001pt 36pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="PT-BR"&gt;&lt;span&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="PT-BR"&gt;Kelembaban udara berkisar antara 40% sampai 70% &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="Style" style="text-align: justify; text-indent: -16.55pt; line-height: 200%; margin: 0pt 0.95pt 0.0001pt 36pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;c.&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Konsentrasi gas SO&lt;sub&gt;2 &lt;/sub&gt;tidak melebihi 0,10 ppm/24 jam&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="Style" style="text-align: justify; text-indent: -16.55pt; line-height: 200%; margin: 0pt 0.95pt 0.0001pt 36pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;d.&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pertukaran udara&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="Style" style="text-align: justify; text-indent: -16.55pt; line-height: 200%; margin: 0pt 0.95pt 0.0001pt 36pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;e.&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Konsentrasi gas CO tidak melebihi 100 ppm/8jam&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="Style" style="text-align: justify; text-indent: -16.55pt; line-height: 200%; margin: 0pt 0.95pt 0.0001pt 36pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="NO-BOK"&gt;&lt;span&gt;f.&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="NO-BOK"&gt;Konsentrasi gas formaldehide tidak melebihi 120 mg/m&lt;sup&gt;3&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="Style" style="margin-left: 0pt; text-align: justify; text-indent: 0pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;5.&lt;/span&gt;&lt;span lang="NO-BOK"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Ventilasi&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="Style" style="text-align: justify; line-height: 200%; margin: 0pt 0.2pt 0.0001pt 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Luas penghawaan atau ventilasi a&lt;span&gt;1&lt;/span&gt;amiah yang permanen minimal 10% dari luas lantai. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="Style" style="margin-left: 0pt; text-align: justify; text-indent: -0.45pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;6.&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Binatang penular penyakit&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="Style" style="text-align: justify; text-indent: -0.45pt; line-height: 200%; margin: 0pt 0.2pt 0.0001pt 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Tidak ada tikus bersarang di rumah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="Style" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;7. &lt;span&gt; &lt;/span&gt;Air &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="Style" style="text-align: justify; text-indent: -19.5pt; line-height: 200%; margin: 0pt 0.95pt 0.0001pt 36pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Tersedia air bersih dengan kapasitas minmal 60 lt/hari/orang &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="Style" style="text-align: justify; text-indent: -19.5pt; line-height: 200%; margin: 0pt 0.95pt 0.0001pt 36pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Kualitas  air harus memenuhi persyaratan kesehatan air bersih dan air minum  sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="Style" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -54pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;8.&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Tersediannya sarana penyimpanan makanan yang aman dan hygiene.&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="Style" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;9.&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Limbah&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="Style" style="text-align: justify; text-indent: -15.8pt; line-height: 200%; margin: 0pt 0.2pt 0.0001pt 36pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Limbah cair berasal dari rumah, tidak mencemari sumber air, tidak menimbulkan bau dan tidak mencemari permukaan tanah.&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="Style" style="text-align: justify; text-indent: -15.8pt; line-height: 200%; margin: 0pt 0.2pt 0.0001pt 36pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Limbah padat harus dikelola agar tidak menimbulkan bau, tidak menyebabkan pencemaran terhadap permukaan tanah dan air tanah.&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="Style" style="margin-left: 90.75pt; text-align: justify; text-indent: -90.75pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;10.&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Kepadatan hunian ruang tidur&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="Style" style="text-align: justify; line-height: 200%; margin: 0pt 0.95pt 0.0001pt 27pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Luas ruang tidur minimal 8m&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt; dan tidak dianjurkan digunakan lebih dari dua orang tidur dalam satu ruang tidur, kecuali anak dibawah umur 5 tahun.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="Style" style="text-align: justify; text-indent: 35.25pt; line-height: 200%; margin: 0.2pt 0.95pt 0.0001pt 1.45pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Masalah perumahan telah diatur dalam Undang-Undang pemerintahan tentang perumahan dan pemukiman No.4/l992 bab III&lt;span&gt; &lt;/span&gt;pasal  5 ayat l yang berbunyi “Setiap warga negara mempunyai hak untuk  menempati dan atau menikmati dan atau memiliki rumah yang layak dan  lingkungan yang sehat, aman , serasi, dan teratur”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="Style" style="text-align: justify; text-indent: 32.6pt; line-height: 200%; margin: 10.8pt 0pt 0.0001pt 1.7pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bila  dikaji lebih lanjut maka sudah sewajarnya seluruh lapisan masyarakat  menempati rumah yang sehat dan layak huni. Rumah tidak cukup hanya  sebagai tempat tinggal dan berlindung dari panas cuaca dan hujan, Rumah  harus mempunyai fungsi sebagai :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="Style" style="text-align: justify; text-indent: -17pt; line-height: 200%; margin: 0pt 0.05pt 0.0001pt 34.3pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Mencegah terjadinya penyakit&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="Style" style="text-align: justify; text-indent: -17pt; line-height: 200%; margin: 0pt 0.05pt 0.0001pt 34.3pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Mencegah terjadinya kecelakaan&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="Style" style="text-align: justify; text-indent: -17pt; line-height: 200%; margin: 0pt 0.05pt 0.0001pt 34.3pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Aman dan nyaman bagi penghuninya &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="Style" style="text-align: justify; text-indent: -17pt; line-height: 200%; margin: 0pt 0.05pt 0.0001pt 34.3pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Penurunan ketegangan jiwa dan sosial &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="Style" style="text-align: justify; line-height: 200%; margin: 0.7pt 0.7pt 0.0001pt 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="Style" style="text-align: justify; line-height: 150%; margin: 0.7pt 0.55pt 0.0001pt 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Sumber: &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="Style" style="text-align: justify; line-height: 150%; margin: 0.7pt 0.55pt 0.0001pt 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Keputusan Menteri Kesehatan RI&lt;span&gt; &lt;/span&gt;No. 829 Menkes SK/VII/1999 Tentang Persyaratan Kesehatan Perumahan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Ditjen P2MPLM, Petunjuk Tentang Perumahan dan Lingkungan Serta Penggunaan Kartu Rumah, 1995.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5174795030016746954-6500326172224049614?l=kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com/feeds/6500326172224049614/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com/2010/06/penyehatan-pemukiman-kesehatan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5174795030016746954/posts/default/6500326172224049614'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5174795030016746954/posts/default/6500326172224049614'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com/2010/06/penyehatan-pemukiman-kesehatan.html' title='Penyehatan Pemukiman - Kesehatan Lingkungan Pemukiman'/><author><name>Neng Novie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15278417659884257785</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://1.bp.blogspot.com/_fg5YaBD5Q2c/TEsvUNfDcrI/AAAAAAAAAI4/UjehE7MGkn4/S220/contact.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5174795030016746954.post-994700025257058605</id><published>2010-06-18T10:30:00.000-07:00</published><updated>2010-07-28T10:41:08.805-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pembangunan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perencanaan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan Lingkungan PPT'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesehatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PPT'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan Lingkungan'/><title type='text'>Kesehatan Lingkungan PPT Berbentuk Modul Gratis</title><content type='html'>&lt;p class="result_title"&gt;&lt;b&gt;PERENCANAAN PEMBANGUNAN &lt;b&gt;KESEHATAN&lt;/b&gt; TAHUN 2006 ( &lt;b&gt;PPT&lt;/b&gt; : 233 &lt;b&gt;...&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="result_snippet"&gt;&lt;span&gt;Meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat melalui peningkatan sosialisasi   &lt;b&gt;kesehatan lingkungan&lt;/b&gt; dan pola hidup sehat; dan peningkatan pendidikan &lt;b&gt;kesehatan&lt;/b&gt;   &lt;b&gt;...&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="result_link"&gt;&lt;a href="http://www.litbang.depkes.go.id/download/presentasi/Setjen.ppt" target="_blank" rel="nofollow" title="PERENCANAAN PEMBANGUNAN KESEHATAN TAHUN 2006 ( PPT : 233 ... | Book Market"&gt;&lt;img src="http://e-bookmarket.com/images/ppt.gif" border="0" /&gt; Setjen.ppt&lt;/a&gt; - Books perencanaan pembangunan kesehatan tahun 2006 &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="result_title"&gt;&lt;b&gt;Ditjen-BinaKesmas.&lt;b&gt;ppt&lt;/b&gt; - &lt;b&gt;PowerPoint&lt;/b&gt; Presentation&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="result_snippet"&gt;&lt;span&gt;Intervensi &lt;b&gt;kesehatan&lt;/b&gt; masyarakat mencakup: Intervensi prilaku; Intervensi   &lt;b&gt;lingkungan&lt;/b&gt;; Intervensi managemen. POKOK PROGRAM KESMAS. MASALAH. &lt;b&gt;KESEHATAN&lt;/b&gt; &lt;b&gt;...&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="result_link"&gt;&lt;a href="http://www.litbang.depkes.go.id/download/presentasi/Ditjen-BinaKesmas.ppt" target="_blank" rel="nofollow" title="Ditjen-BinaKesmas.ppt - PowerPoint Presentation | Book Market"&gt;&lt;img src="http://e-bookmarket.com/images/ppt.gif" border="0" /&gt; Ditjen-BinaKesmas.ppt&lt;/a&gt; - Books ditjen binakesmas powerpoint presentation &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="result_title"&gt;&lt;b&gt;manajemen &lt;b&gt;kesehatan&lt;/b&gt; komunitas - &lt;b&gt;PowerPoint&lt;/b&gt; Presentation&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="result_snippet"&gt;&lt;span&gt;Faktor sosial ekonomi; Gaya hidup dan perilaku masyarakat; &lt;b&gt;Lingkungan&lt;/b&gt; masyarakat  ; Yang berkaitan dengan sistem pelayanan &lt;b&gt;kesehatan&lt;/b&gt; &lt;b&gt;...&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="result_link"&gt;&lt;a href="http://carahidup.um.ac.id/wp-content/uploads/2009/12/manajemen-kesehatan-komunitas.ppt" target="_blank" rel="nofollow" title="manajemen kesehatan komunitas - PowerPoint Presentation | Book Market"&gt;&lt;img src="http://e-bookmarket.com/images/ppt.gif" border="0" /&gt; manajemen-kesehatan-komunitas.ppt&lt;/a&gt; - Books manajemen kesehatan komunitas powerpoint presentation&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a herf="'http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com" title="Kesehatan Lingkungan Sekolah, Kesehatan Lingkungan Masyarakat, Kesehatan Lingkungan Kerja, Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit, Kesehatan Lingkungan Hidup, Kesehatan Lingkungan Pemukiman, Kesehatan Lingkungan ppt, Kesehatan Lingkungan Industri, Kesehatan Lingkungan Puskesmas"&gt;&lt;img alt="Kesehatan Lingkungan Sekolah, Kesehatan Lingkungan Masyarakat, Kesehatan Lingkungan Kerja, Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit, Kesehatan Lingkungan Hidup, Kesehatan Lingkungan Pemukiman, Kesehatan Lingkungan ppt, Kesehatan Lingkungan Industri, Kesehatan Lingkungan Puskesmas" src="http://pwsdelima.files.wordpress.com/2010/02/ptp-alur1.jpg" title="Kesehatan Lingkungan Sekolah, Kesehatan Lingkungan Masyarakat, Kesehatan Lingkungan Kerja, Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit, Kesehatan Lingkungan Hidup, Kesehatan Lingkungan Pemukiman, Kesehatan Lingkungan ppt, Kesehatan Lingkungan Industri, Kesehatan Lingkungan Puskesmas" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="result_snippet"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="result_title"&gt;&lt;b&gt;PHBS - &lt;b&gt;PowerPoint&lt;/b&gt; Presentation&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="result_snippet"&gt;&lt;span&gt;ASPEK APA SAJA YANG DIANGGAP PENTING DALAM &lt;b&gt;KESEHATAN LINGKUNGAN&lt;/b&gt;. ADA 3 ASPEK   PENTING. &lt;b&gt;Lingkungan&lt;/b&gt;; Perilaku; &lt;b&gt;Kesehatan&lt;/b&gt;. &lt;b&gt;Lingkungan&lt;/b&gt; adalah segala sesuatu yang   &lt;b&gt;...&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="result_link"&gt;&lt;a href="http://carahidup.um.ac.id/wp-content/uploads/2009/12/PHBS.ppt" target="_blank" rel="nofollow" title="PHBS - PowerPoint Presentation | Book Market"&gt;&lt;img src="http://e-bookmarket.com/images/ppt.gif" border="0" /&gt; PHBS.ppt&lt;/a&gt; - Books phbs powerpoint presentation &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="result_title"&gt;&lt;b&gt;REKAYASA &lt;b&gt;LINGKUNGAN&lt;/b&gt; S0104&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="result_snippet"&gt;&lt;span&gt;Pertumbuhan penduduk yang cepat; Komposisi umur penduduk – tua  muda;   Tingginya angka urbanisasi; Sarana &lt;b&gt;kesehatan lingkungan&lt;/b&gt; yang tidak memadai &lt;b&gt;...&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="result_link"&gt;&lt;a href="http://repository.binus.ac.id/content/S0104/S010447343.ppt" target="_blank" rel="nofollow" title="REKAYASA LINGKUNGAN S0104 | Book Market"&gt;&lt;img src="http://e-bookmarket.com/images/ppt.gif" border="0" /&gt; S010447343.ppt&lt;/a&gt; - Books rekayasa lingkungan s0104 &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="result_title"&gt;&lt;b&gt;KONSEP PROMOSI &lt;b&gt;KESEHATAN&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="result_snippet"&gt;&lt;span&gt;Kebijakan Berwawasan &lt;b&gt;Kesehatan&lt;/b&gt;; &lt;b&gt;Lingkungan&lt;/b&gt; yang Mendukung; Reorientasi Pelayanan   &lt;b&gt;Kesehatan&lt;/b&gt;; Keterampilan Individu; Gerakan Masyarakat. Bahan Kuliah P 400 &lt;b&gt;...&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="result_link"&gt;&lt;a href="http://staff.ui.ac.id/internal/132161167/material/04KonsepPromkes.ppt" target="_blank" rel="nofollow" title="KONSEP PROMOSI KESEHATAN | Book Market"&gt;&lt;img src="http://e-bookmarket.com/images/ppt.gif" border="0" /&gt; 04KonsepPromkes.ppt&lt;/a&gt; - Books konsep promosi kesehatan &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="result_title"&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;PowerPoint&lt;/b&gt; Presentation&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="result_snippet"&gt;&lt;span&gt;Menurunnya Kualitas &lt;b&gt;Kesehatan&lt;/b&gt; (Ps 12 ICESCR); Hilangnya &lt;b&gt;Lingkungan&lt;/b&gt; Hidup yang   sehat dan baik ( 28 H UUD); Hilangnya Kesempatan Pendidikan (Ps 28 C UUD dan &lt;b&gt;...&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="result_link"&gt;&lt;a href="http://www.komnasham.go.id/portal/files/Chalid%20Muhammad_Korporatrokrasi,%20Eksploitasi%20Alam%20dan%20Pelanggaran%20HAM.ppt" target="_blank" rel="nofollow" title="PowerPoint Presentation | Book Market"&gt;&lt;img src="http://e-bookmarket.com/images/ppt.gif" border="0" /&gt; Chalid Muhammad_Korporatrokrasi, Eksploitasi Alam dan Pelanggaran HAM.ppt&lt;/a&gt; - Books powerpoint presentation &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="result_title"&gt;&lt;b&gt;BAHASAN UNDANG-UNDANG &lt;b&gt;LINGKUNGAN&lt;/b&gt; HIDUP SEBAGAI SUATU PEMAHAMAN &lt;b&gt;...&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="result_snippet"&gt;&lt;span&gt;UU &lt;b&gt;Lingkungan&lt;/b&gt; Hidup No. 23 tahun 1997 adalah suatu produk pemerintah untuk &lt;b&gt;...&lt;/b&gt;   &lt;b&gt;lingkungan&lt;/b&gt; hidup atau membahayakan &lt;b&gt;kesehatan&lt;/b&gt; umum atau nyawa orang lain, &lt;b&gt;...&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="result_link"&gt;&lt;a href="http://www.kejaksaan.go.id/uplimg/LINGKUNGAN%20HIDUP%20V.ppt" target="_blank" rel="nofollow" title="BAHASAN UNDANG-UNDANG LINGKUNGAN HIDUP SEBAGAI SUATU PEMAHAMAN ... | Book Market"&gt;&lt;img src="http://e-bookmarket.com/images/ppt.gif" border="0" /&gt; LINGKUNGAN HIDUP V.ppt&lt;/a&gt; - Books bahasan undang lingkungan hidup sebagai suatu pemahaman&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="result_snippet"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="result_link"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="result_snippet"&gt;&lt;span class="result_link"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5174795030016746954-994700025257058605?l=kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com/feeds/994700025257058605/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com/2010/06/kesehatan-lingkungan-ppt-berbentuk.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5174795030016746954/posts/default/994700025257058605'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5174795030016746954/posts/default/994700025257058605'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com/2010/06/kesehatan-lingkungan-ppt-berbentuk.html' title='Kesehatan Lingkungan PPT Berbentuk Modul Gratis'/><author><name>Neng Novie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15278417659884257785</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://1.bp.blogspot.com/_fg5YaBD5Q2c/TEsvUNfDcrI/AAAAAAAAAI4/UjehE7MGkn4/S220/contact.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5174795030016746954.post-7427738271025297970</id><published>2010-06-15T10:45:00.000-07:00</published><updated>2010-07-28T10:52:19.576-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keselamatan Kerja'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesehatan lingkungan industri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lingkungan industri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesehatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan Lingkungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='industri'/><title type='text'>Kesehatan Lingkungan Industri, dan Keselamatan Kerja</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA DI LINGKUNGAN INDUSTRI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ragil Setiyabudi, S.KM&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;a herf="'http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com" title="Kesehatan  Lingkungan Sekolah, Kesehatan Lingkungan Masyarakat, Kesehatan  Lingkungan Kerja, Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit, Kesehatan Lingkungan  Hidup, Kesehatan Lingkungan Pemukiman, Kesehatan Lingkungan ppt,  Kesehatan Lingkungan Industri, Kesehatan Lingkungan Puskesmas"&gt;&lt;img style="width: 354px; height: 405px;" alt="Kesehatan Lingkungan Sekolah, Kesehatan Lingkungan Masyarakat,  Kesehatan Lingkungan Kerja, Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit, Kesehatan  Lingkungan Hidup, Kesehatan Lingkungan Pemukiman, Kesehatan Lingkungan  ppt, Kesehatan Lingkungan Industri, Kesehatan Lingkungan Puskesmas" src="http://www.inimedanbung.com/files/imagecache/DisplayForContent/files/limbah_0.jpg" title="Kesehatan Lingkungan Sekolah, Kesehatan Lingkungan Masyarakat,  Kesehatan Lingkungan Kerja, Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit, Kesehatan  Lingkungan Hidup, Kesehatan Lingkungan Pemukiman, Kesehatan Lingkungan  ppt, Kesehatan Lingkungan Industri, Kesehatan Lingkungan Puskesmas" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;A.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Pengertian dan tujuan kesehatan dan keselamatan kerja&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Menurut Sumakmur (1988) &lt;b&gt;kesehatan kerja&lt;/b&gt;  adalah spesialisasi dalam ilmu kesehatan/kedokteran beserta prakteknya  yang bertujuan, agar pekerja/masyarakat pekerja beserta memperoleh  derajat kesehatan yang setinggi-tingginya, baik fisik, atau mental,  maupun sosial, dengan usaha-usaha preventif dan kuratif, terhadap  penyakit-penyakit/gangguan –gangguan kesehatan yang diakibatkan  faktor-faktor pekerjaan dan lingkungan kerja, serta terhadap  penyakit-penyakit umum.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Keselamatan kerja sama dengan Hygiene Perusahaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Kesehatan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kerja memiliki sifat sebagai berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 75.75pt; text-align: justify; text-indent: -39.75pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sasarannya adalah manusia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 75.75pt; text-align: justify; text-indent: -39.75pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Bersifat medis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Keselamatan kerja&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;  adalah keselamatan yang bertalian dengan mesin, pesawat, alat kerja,  bahan, dan proses pengolahannya, landasan tempat kerja dan lingkungannya  serta cara-cara melakukan pekerjaan (Sumakmur, 1993).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Keselamatan kerja memiliki sifat sebagai berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sasarannya adalah lingkungan kerja&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Bersifat teknik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pengistilahan  Keselamatan dan Kesehatan kerja (atau sebaliknya) bermacam macam ; ada  yang menyebutnya Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja (Hyperkes) dan  ada yang hanya disingkat K3, dan dalam istilah asing dikenal  Occupational Safety and Health. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tujuan K3&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tujuan umum dari K3 adalah menciptakan tenaga kerja yang sehat dan produktif.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tujuan hyperkes dapat dirinci sebagai berikut (Rachman, 1990) : &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Agar tenaga kerja dan setiap orang berada di tempat kerja selalu dalam keadaan sehat dan selamat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Agar sumber-sumber produksi dapat berjalan secara lancar tanpa adanya hambatan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ruang Lingkup K3&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ruang lingkup hyperkes dapat dijelaskan sebagai berikut (Rachman, 1990) :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kesehatan  dan keselamatan kerja diterapkan di semua tempat kerja yang di dalamnya  melibatkan aspek manusia sebagai tenaga kerja, bahaya akibat kerja dan  usaha yang dikerjakan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 56.1pt; text-align: justify; text-indent: -18.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Aspek perlindungan dalam hyperkes meliputi :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.75in; text-align: justify; text-indent: -1in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;1)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Tenaga kerja dari semua jenis dan jenjang keahlian &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.75in; text-align: justify; text-indent: -1in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;2)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Peralatan dan bahan yang dipergunakan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.75in; text-align: justify; text-indent: -1in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;3)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Faktor-faktor lingkungan fisik, biologi, kimiawi, maupun sosial.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.75in; text-align: justify; text-indent: -1in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;4)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Proses produksi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.75in; text-align: justify; text-indent: -1in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;5)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Karakteristik dan sifat pekerjaan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.75in; text-align: justify; text-indent: -1in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;6)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Teknologi dan metodologi kerja&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 56.1pt; text-align: justify; text-indent: -18.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Penerapan  Hyperkes dilaksanakan secara holistik sejak perencanaan hingga  perolehan hasil dari kegiatan industri barang maupun jasa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 56.1pt; text-align: justify; text-indent: -18.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;d.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Semua pihak yang terlibat dalam proses industri/perusahaan ikut bertanggung jawab atas keberhasilan usaha hyperkes. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 37.4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;B.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Kebijakan penerapan kesehatan dan keselamatan kerja di era global&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 57.75pt; text-align: justify; text-indent: -39.75pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dalam bidang pengorganisasian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Di Indonesia K3 ditangani oleh 2 departemen ; departemen Kesehatan dan departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pada Depnakertrans ditangani oleh Dirjen (direktorat jendral) Pembinaan dan Pengawasan Ketenagakerjaan, dimana ada 4 Direktur :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 99pt; text-align: justify; text-indent: -63pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Direktur Pengawasan Ketenagakerjaan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 99pt; text-align: justify; text-indent: -63pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Direktur Pengawasan Norma Kerja Perempuan dan Anak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 99pt; text-align: justify; text-indent: -63pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Direktur Pengawasan Keselamatan Kerja, yang terdiri dari Kasubdit ;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.75in; text-align: justify; text-indent: -1in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;1)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kasubdit mekanik, pesawat uap dan bejana tekan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.75in; text-align: justify; text-indent: -1in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;2)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kasubdit konstruksi bangunan, instalasi listrik dan penangkal petir&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.75in; text-align: justify; text-indent: -1in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;3)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Kasubdit Bina kelembagaan dan keahlian keselamatan ketenagakerjaan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 99pt; text-align: justify; text-indent: -63pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;d.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Direktur Pengawasan Kesehatan Kerja, yang terdiri dari kasubdit ;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.75in; text-align: justify; text-indent: -1in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;1)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kasubdit Kesehatan tenaga kerja&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.75in; text-align: justify; text-indent: -1in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;2)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kasubdit Pengendalian Lingkungan Kerja&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.75in; text-align: justify; text-indent: -1in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;3)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Kasubdit Bina kelembagaan dan keahlian kesehatan kerja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Pada  Departemen Kesehatan sendiri ditangani oleh Pusat Kesehatan Kerja  Depkes. Dalam upaya pokok Puskesmas terdapat Upaya Kesehatan Kerja (UKK)  yang kiprahnya lebih pada sasaran sektor Informal (Petani, Nelayan,  Pengrajin, dll)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 57.75pt; text-align: justify; text-indent: -39.75pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dalam bidang regulasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Regulasi yang telah dikeluarkan oleh Pemerintah sudah banyak, diantaranya :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;UU No 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;UU No 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;KepMenKes No 1405/Menkes/SK/XI/2002 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Kerja Perkantoran dan Industri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;d.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Peraturan Menaker No Per 01/MEN/1981 tentang Kewajiban Melapor Penyakit Akibat Kerja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;e.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Peraturan Menaker No Per 01/MEN/1976 tentang Kewajiban Latihan Hiperkes Bagi Dokter Perusahaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;f.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Peraturan Menaker No Per 01/MEN/1979 tentang Kewajiban Latihan Hygiene Perusahaan K3 Bagi Tenaga Paramedis Perusahaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;g.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Keputusan Menaker No Kep 79/MEN/2003 tentang Pedoman Diagnosis dan Penilaian Cacat Karena Kecelakaan dan Penyakit Akibat Kerja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 57.75pt; text-align: justify; text-indent: -39.75pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dalam bidang pendidikan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pemerintah  telah membentuk dan menyelenggarakan pendidikan untuk menghasilkan  tenaga Ahli K3 pada berbagai jenjang Pendidikan, misalnya :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Diploma 3 Hiperkes di Universitas Sebelas Maret&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Strata 1 pada Fakultas Kesehatan Masyarakat khususnya peminatan K3 di Unair, Undip, dll dan jurusan K3 FKM UI.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Starta 2 pada Program Pasca Sarjana khusus Program Studi K3, misalnya di UGM, UNDIP, UI, Unair.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pada  beberapa Diploma kesehatan semacam Kesehatan Lingkungan dan Keperawatan  juga ada beberapa SKS dan Sub pokok bahasan dalam sebuah mata kuliah  yang khusus mempelajari K3.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;C.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kecelakaan kerja&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 57.75pt; text-align: justify; text-indent: -39.75pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pengertian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Menurut  Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI Nomor : 03 /MEN/1998 tentang Tata  Cara Pelaporan dan Pemeriksaan Kecelakaan bahwa yang dimaksud dengan  kecelakaan adalah suatu kejadian yang tidak dikehendaki dan tidak diduga  semula yang dapat menimbulkan korban manusia dan atau harta benda. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 57.75pt; text-align: justify; text-indent: -39.75pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Penyebab kecelakaan kerja&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Secara umum, ada dua sebab terjadinya kecelakaan kerja, yaitu penyebab langsung &lt;i&gt;(immediate causes)&lt;/i&gt; dan penyebab dasar &lt;i&gt;(basic causes)&lt;/i&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 99pt; text-align: justify; text-indent: -63pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Penyebab Dasar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.75in; text-align: justify; text-indent: -1in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;1)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Faktor manusia/pribadi, antara lain karena :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 207pt; text-align: justify; text-indent: -135pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;a)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;kurangnya kemampuan fisik, mental, dan psikologis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 207pt; text-align: justify; text-indent: -135pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;b)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;kurangny/lemahnya pengetahuan dan ketrampilan/keahlian.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 207pt; text-align: justify; text-indent: -135pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;c)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;stress&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 207pt; text-align: justify; text-indent: -135pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;d)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;motivasi yang tidak cukup/salah &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.75in; text-align: justify; text-indent: -1in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;2)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Faktor kerja/lingkungan, antara lain karena :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 207pt; text-align: justify; text-indent: -135pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;a)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;tidak cukup kepemimpinan dan atau pengawasan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 207pt; text-align: justify; text-indent: -135pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;b)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;tidak cukup rekayasa &lt;i&gt;(engineering)&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 207pt; text-align: justify; text-indent: -135pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;c)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;tidak cukup pembelian/pengadaan barang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 207pt; text-align: justify; text-indent: -135pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;d)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;tidak cukup perawatan &lt;i&gt;(maintenance)&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 207pt; text-align: justify; text-indent: -135pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;e)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;tidak cukup alat-alat, perlengkapan dan berang-barang/bahan-bahan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 207pt; text-align: justify; text-indent: -135pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;f)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;tidak cukup standard-standard kerja&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 207pt; text-align: justify; text-indent: -135pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;g)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;penyalahgunaan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 99pt; text-align: justify; text-indent: -63pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Penyebab Langsung&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;1)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kondisi berbahaya (&lt;i&gt;unsafe conditions&lt;/i&gt;/kondisi-kondisi yang tidak standard) yaitu tindakan yang akan menyebabkan kecelakaan, misalnya (Budiono, Sugeng, 2003) :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.25in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;a)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Peralatan pengaman/pelindung/rintangan yang tidak memadai atau tidak memenuhi syarat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.25in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;b)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Bahan, alat-alat/peralatan rusak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.25in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;c)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Terlalu sesak/sempit&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.25in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;d)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sistem-sistem tanda peringatan yang kurang mamadai&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.25in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;e)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Bahaya-bahaya kebakaran dan ledakan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.25in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;f)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kerapihan/tata-letak (housekeeping) yang buruk&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.25in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;g)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Lingkungan berbahaya/beracun : gas, debu, asap, uap, dll&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.25in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;h)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Bising&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.25in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;i)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Paparan radiasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.25in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;j)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ventilasi dan penerangan yang kurang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;2)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tindakan berbahaya (&lt;i&gt;unsafe act&lt;/i&gt;/tindakan-tindakan  yang tidak standard) adalah tingkah laku, tindak-tanduk atau perbuatan  yang akan menyebabkan kecelakaan, misalnya (Budiono, Sugeng, 2003)&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.25in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;a)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Mengoperasikan alat/peralatan tanpa wewenang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.25in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;b)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Gagal untuk memberi peringatan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.25in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;c)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Gagal untuk mengamankan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.25in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;d)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Bekerja dengan kecepatan yang salah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.25in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;e)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Menyebabkan alat-alat keselamatan tidak berfungsi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.25in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;f)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Memindahkan alat-alat keselamatan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.25in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;g)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Menggunakan alat yang rusak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.25in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;h)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Menggunakan alat dengan cara yang salah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.25in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;i)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kegagalan memakai alat pelindung/keselamatan diri secara benar. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 57.75pt; text-align: justify; text-indent: -39.75pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Data-data tentang Kecelakaan Kerja&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Soekotjo  Joedoatmodjo, Ketua Dewan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional  (DK3N) menyatakan bahwa frekuensi kecelakaan kerja di perusahaan semakin  meningkat, sementara kesadaran pengusaha terhadap Kesehatan dan  Keselamatan Kerja (K3) masih rendah, yang lebih memprihatinkan pengusaha  dan pekerja sektor kecil menengah menilai K3 identik dengan biaya  sehingga menjadi beban, bukan kebutuhan. Catatan PT Jamsostek dalam tiga  tahun terakhir (1999 - 2001) terbukti jumlah kasus kecelakaan kerja  mengalami peningkatan, dari 82.456 kasus pada 1999 bertambah menjadi  98.902 kasus di tahun 2000 dan berkembang menjadi 104.774 kasus pada  2001. Untuk angka 2002 hingga Juni, tercatat 57.972 kasus, sehingga rata  - rata setiap hari kerja terjadi sedikitnya lebih dari 414 kasus  kecelakaan kerja di perusahaan yang tercatat sebagai anggota Jamsostek.  Sedikitnya 9,5 persen dari kasus kecelakaan kerja mengalami cacat, yakni  5.476 orang tenaga kerja, sehingga hampir setiap hari kerja lebih dari  39 orang tenaga kerja mengalami cacat tubuh. (www.gatra.com)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Direktur  Operasi dan Pelayanan PT Jamsostek (Persero), Djoko Sungkono menyatakan  bahwa berdasarkan data yang ada pada PT Jamsostek selama  Januari-September 2003 selama di Indonesia telah terjadi 81.169 kasus  kecelakaan kerja, sehingga rata-rata setiap hari terjadi lebih dari 451  kasus kecelakaan kerja. Ia mengatakan dari 81.169 kasus kecelakaan  kerja, 71 kasus diantaranya cacat total tetap, sehingga rata-rata dalam  setiap tiga hari kerja tenaga kerja mengalami cacat total dan tidak  dapat bekerja kembali. "Sementara tenaga kerja yang meninggal dunia  sebanyak  1.321 orang, sehingga &lt;i&gt;hampir setiap hari kerja terdapat lebih tujuh kasus meninggal dunia&lt;/i&gt; karena kecelakaan kerja," ujarnya (&lt;a href="http://www.kompas.co.id/"&gt;&lt;span style="text-decoration: none; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;www.kompas.co.id&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Menurut  International Labour Organization (ILO), setiap tahun terjadi 1,1 juta  kematian yang disebabkan oleh karena penyakit atau kecelakaan akibat  hubungan pekerjaan. Sekitar 300.000 kematian terjadi dari 250 juta  kecelakaan dan sisanya adalah kematian karena penyakit akibat hubungan  pekerjaan, dimana diperkirakan terjadi 160 juta penyakit akibat hubungan  pekerjaan baru setiap tahunnya (Pusat Kesehatan Kerja, 2005)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;D.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ergonomi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 57.75pt; text-align: justify; text-indent: -39.75pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pengertian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ergonomi  adalah ilmu serta penerapannya yang berusaha menyerasikan pekerjaan dan  lingkungan terhadap orang atau sebaliknya dengan tujuan tercapainya  produktivitas dan efisiensi yang setinggi-tingginya melalui pemanfaatan  manusia seoptimal mungkin. Di beberapa negara Ergonomi diistilahkan &lt;i&gt;Arbeitswissenschaft &lt;/i&gt;(Jerman), &lt;i&gt;Biotechnology&lt;/i&gt; (Skandinavia), &lt;i&gt;Human (factor) Engineering&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;Personal Research&lt;/i&gt; di Amerika Utara. (Budiono, Sugeng, 2003)&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 57.75pt; text-align: justify; text-indent: -39.75pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ruang lingkup ergonomi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 37.4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Penerapan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ergonomi/ruang lingkup ergonomi meliputi (Setyaningsih, Yuliani, 2002) ;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 56.1pt; text-align: justify; text-indent: -18.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Pembebanan kerja fisik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 56.1pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Beban  fisik yang dibenarkan umumnya tidak melebihi 30-40% kemampuan maksimum  seorang pekerja dalam waktu 8 jam sehari. Untuk mengukur kemampuan kerja  maksimum digunakan pengukuran denyut nadi yang diusahakan tidak  melebihi 30-40 kali per menit di atas denyut nadi sebelum bekerja. Di  Indonesia beban fisik untuk mengangkat dan mengangkut yang dilakukan  seorang pekerja dianjurkan agar tidak melebihi dari 40 kg setiap kali  mengangkat atau mengangkut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 56.1pt; text-align: justify; text-indent: -18.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Sikap tubuh dalam bekerja&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 56.1pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Sikap  pekerjaan harus selalu diupayakan agar merupakan sikap ergonomik. Sikap  yang tidak alamiah harus dihindari dan jika hal ini tidak mungkin  dilaksanakan harus diusahakan agar beban statis menjadi  sekecil-kecilnya. Untuk membantu tercapainya sikap tubuh yang ergonomik  sering diperlukan pula tempat duduk dan meja kerja yang kriterianya  disesuaikan dengan ukuran anthropometri pekerja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 56.1pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Ukuran anthropometri tubuh yang penting dalam ergonomi adalah :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 74.1pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;span style=""&gt;1)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Berdiri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 93.5pt; text-align: justify; text-indent: -18.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;span style=""&gt;a)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Tinggi badan berdiri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 93.5pt; text-align: justify; text-indent: -18.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;span style=""&gt;b)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Tinggi bahu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 93.5pt; text-align: justify; text-indent: -18.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;span style=""&gt;c)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Tinggi siku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 93.5pt; text-align: justify; text-indent: -18.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;span style=""&gt;d)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Tinggi pinggul&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 93.5pt; text-align: justify; text-indent: -18.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;span style=""&gt;e)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Depa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 93.5pt; text-align: justify; text-indent: -18.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;span style=""&gt;f)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Panjang lengan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 74.1pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;span style=""&gt;2)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Duduk &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 93.5pt; text-align: justify; text-indent: -18.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;span style=""&gt;a)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Tinggi duduk&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 93.5pt; text-align: justify; text-indent: -18.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;span style=""&gt;b)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Panjang lengan atas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 93.5pt; text-align: justify; text-indent: -18.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;span style=""&gt;c)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Panjang lengan bawah dan tangan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 93.5pt; text-align: justify; text-indent: -18.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;d)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Jarak lekuk lutut sampai dengan garis punggung&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 93.5pt; text-align: justify; text-indent: -18.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;e)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Jarak lekuk lutut sampai dengan telapak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 74.1pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;3)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Keadaan bekerja sambil &lt;b&gt;berdiri&lt;/b&gt;, mempunyai kriteria :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 93.5pt; text-align: justify; text-indent: -18.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;a)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tinggi optimum area kerja adalah 5-10 cm di bawah tinggi siku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 93.5pt; text-align: justify; text-indent: -18.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;b)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pekerjaan yang lebih membutuhkan ketelitian, tinggi meja yang digunakan 10-20 cm lebih tinggi dari siku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 93.5pt; text-align: justify; text-indent: -18.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;c)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pekerjaan yang memerlukan penekanan dengan tangan, tinggi meja 10-20 cm lebih rendah dari siku. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 56.1pt; text-align: justify; text-indent: -18.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Mengangkat dan mengangkut&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 56.1pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Beberapa  faktor yang berpengaruh pada proses mengangkat dan mengangkut adalah  beratnya beban, intensitas, jarak yang harus ditempuh, lingkungan kerja,  ketrampilan dan peralatan yang digunakan. Untuk efisiensi dan  kenyamanan kerja perlu dihindari manusia sebagai “alat utama” untuk  mengangkat dan mengangkut. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 56.1pt; text-align: justify; text-indent: -18.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;d.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Sistem manusia – mesin&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 56.1pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Penyesuaian  manusia-mesin sangat membantu dalam menciptakan kenyamanan dan  efisiensi kerja. Perencanaan sistem ini dimulai sejak tahap awal dengan  memperhatikan kelebihan dan keterbatasan manusia dan mesin yang  digunakan interaksi manusia-mesin memerlukan beberapa hal khusus yang  diperhatikan, misalnya :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 2.5in; text-align: justify; text-indent: -123.9pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;span style=""&gt;1)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;adanya informasi yang komunikatif&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 2.5in; text-align: justify; text-indent: -123.9pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;span style=""&gt;2)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;tombol dan alat pengendali baik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 74.8pt; text-align: justify; text-indent: -18.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;span style=""&gt;3)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;perlu standard pengukuran anthropometri yang sesuai untuk pekerjaannya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 56.1pt; text-align: justify; text-indent: -18.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;span style=""&gt;e.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Kebutuhan kalori&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 56.1pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Konsumsi  kalori sangat bervariasi tergantung pada jenis pekerjaan. Semakin berat  kegiatan yang dilakukan semakin besar kalori yang diperlukan. Selain  itu pekerjaan pria juga membutuhkan kalori yang berbeda dari pekerja  wanita. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dalam hal ini perlu diperhatikan juga saat dan frekuensi pemberian kalori pada pekerja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 2.5in; text-align: justify; text-indent: -123.9pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;span style=""&gt;1)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Pekerja Pria&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 93.5pt; text-align: justify; text-indent: -18.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;span style=""&gt;a)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Pekerjaan ringan : 2400 kal/hari&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 93.5pt; text-align: justify; text-indent: -18.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;span style=""&gt;b)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Pekerjaan sedang ; 2600 kal/hari&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 93.5pt; text-align: justify; text-indent: -18.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;span style=""&gt;c)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Pekerjaan berat : 3000 kal/hari&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 2.5in; text-align: justify; text-indent: -123.9pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;span style=""&gt;2)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Pekerja Wanita&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 93.5pt; text-align: justify; text-indent: -18.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;span style=""&gt;a)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Pekerjaan ringan : 2000 kal/hari&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 93.5pt; text-align: justify; text-indent: -18.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;span style=""&gt;b)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Pekerjaan sedang ; 2400 kal/hari&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 93.5pt; text-align: justify; text-indent: -18.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;span style=""&gt;c)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Pekerjaan berat : 2600 kal/hari&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 56.1pt; text-align: justify; text-indent: -18.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;span style=""&gt;f.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Pengorganisasian kerja&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 56.1pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Pengorganisasian  kerja berhubungan dengan waktu kerja, saat istirahat, pengaturan waktu  kerja gilir (shift) dari periode saat bekerja yang disesuaikan dengan  irama faal tubuh manusia. Waktu kerja dalam 1 hari antara 6-8 jam.  Dengan waktu istirahat ½ jam sesudah 4 jam bekerja. Perlu juga  diperhatikan waktu makan dan beribadah. Termasuk juga di dalamnya  terciptanya kerjasama antar pekerja dalam melakukan suatu pekerjaan  serta pencegahan pekerjaan yang berulang (repetitive)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 56.1pt; text-align: justify; text-indent: -18.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;span style=""&gt;g.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Lingkungan kerja&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 56.1pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dalam  peningkatan efisiensi dan produktifitas kerja berbagai faktor  lingkungan kerja sangat berpengaruh. Berbagai faktor lingkungan yang  berpengaruh misalnya suhu yang nyaman untuk bekerja adalah 24-26&lt;sup&gt;O&lt;/sup&gt; C. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 56.1pt; text-align: justify; text-indent: -18.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;span style=""&gt;h.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Olahraga dan kesegaran jasmani&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 56.1pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Kegiatan  olahraga dan pembinaan kesegaran jasmani dibutuhkan untuk meningkatkan  produktivitas. Oleh karena itu, tes kesehatan sebelum bekerja/tes  kesegaran jasmani perlu dilakukan sebagai tahap seleksi karyawan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 56.1pt; text-align: justify; text-indent: -18.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;span style=""&gt;i.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Musik dan dekorasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 56.1pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Musik  dapat meningkatkan kegairahan dan produktivitas kerja dengan  mempertimbangkan jenis, saat, lama dan sifat pekerjaan. Dekorasi dan  pengaturan warna dapat memberikan kesan jarak, kejiwaan dan suhu. &lt;/span&gt;Misalnya :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 225pt; text-align: justify; text-indent: -168.9pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;a)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;biru ; jarak jauh dan sejuk&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 225pt; text-align: justify; text-indent: -168.9pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;b)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;hijau ; menyegarkan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 225pt; text-align: justify; text-indent: -168.9pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;c)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;merah ; dekat, hangat, merangsang&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 225pt; text-align: justify; text-indent: -168.9pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;d)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;orange ; sangat dekat, merangsang. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 56.1pt; text-align: justify; text-indent: -18.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;j.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Kelelahan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 56.1pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Kelelahan  adalah mekanisme perlindungan tubuh terhindar dari kerusakan lebih  lanjut dan memerlukan terjadinya proses pemulihan. Sebab-sebab kelelahan  diantaranya adalah monotomi kerja, beban kerja yang berlebihan,  lingkungan kerja jelek, gangguan kesehatan dan gizi kurang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 56.1pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 56.1pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 56.1pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 56.1pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 56.1pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;E.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Penyakit akibat kerja&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 57.75pt; text-align: justify; text-indent: -39.75pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pengertian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Peraturan  Menaker No Per 01/MEN/1981 tentang Kewajiban Melapor Penyakit Akibat  Kerja menyebutkan bahwa Penyakit Akibat Kerja (PAK) adalah setiap  penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan atau lingkungan kerja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Beberapa ciri penyakit akibat kerja adalah : &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 77.95pt; text-align: justify; text-indent: -41.95pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Populasi pekerja&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 77.95pt; text-align: justify; text-indent: -41.95pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Penyebab spesifik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 77.95pt; text-align: justify; text-indent: -41.95pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Pemajanan di tempat kerja sangat menentukan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 77.95pt; text-align: justify; text-indent: -41.95pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;span style=""&gt;d.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Kompensasi ada&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 77.95pt; text-align: justify; text-indent: -41.95pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;span style=""&gt;e.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Contohnya adalah keracunan Pb, Asbestosis, Silikosis (Budiono, Sugeng. 2003)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 57.75pt; text-align: justify; text-indent: -39.75pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;Jenis &lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Penyakit&lt;/span&gt; Akibat Kerja&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Peraturan  Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor PER- 01/MEN/1981  mencantumkan 30 jenis penyakit, sedangkan Keputusan Presiden RI No  22/1993 tentang Penyakit yang Timbul Karena Hubungan Kerja memuat jenis  penyakit yang sama, ditambah ; ‘&lt;i&gt;penyakit yang disebabkan bahan kimia lainnya termasuk bahan obat&lt;/i&gt;.” Jenis penyakit akibat kerja tersebut adalah ;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;Pneumokoniosis&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt; yang disebabkan oleh debu mineral pembentukan jaringan parut &lt;b&gt;(silikosis, antrakosilikosis, asbestosis&lt;/b&gt;) dan silikotuberkulosis yang silikosisnya merupakan faktor utama penyebab cacat atau kematian.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;Penyakit paru dan saluran pernafasan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt; (bronkhopulmoner) yang disebabkan oleh &lt;b&gt;debu logam keras.&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;Penyakit paru dan saluran pernafasan (bronkhopulmoner) yang disebabkan oleh &lt;b&gt;debu kapas, vlas, henep dan sisal (bissinosis)&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;d.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;Asma akibat kerja&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt; yang disebabkan oleh penyebab sensitisasi dan zat perangsang yang dikenal yang berada dalam proses pekerjaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;e.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Alveolitis allergika&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt; yang disebabkan oleh faktor dari luar sebagai akibat penghirupan debu organik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;f.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Penyakit yang disebabkan oleh &lt;b&gt;berillium&lt;/b&gt; atau persenyawaannya yang beracun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;g.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Penyakit yang disebabkan oleh &lt;b&gt;kadmium&lt;/b&gt; atau persenyawaannya yang beracun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;h.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Penyakit yang disebabkan oleh &lt;b&gt;fosfor &lt;/b&gt;atau persenyawaannya yang beracun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;i.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Penyakit yang disebabkan oleh &lt;b&gt;krom&lt;/b&gt; atau persenyawaannya yang beracun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;j.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Penyakit yang disebabkan oleh &lt;b&gt;mangan &lt;/b&gt;atau persenyawaannya yang beracun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;k.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Penyakit yang disebabkan oleh &lt;b&gt;arsen &lt;/b&gt;atau persenyawaannya yang beracun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;l.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Penyakit yang disebabkan oleh &lt;b&gt;raksa &lt;/b&gt;atau persenyawaannya yang beracun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;m.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Penyakit yang disebabkan oleh &lt;b&gt;timbal&lt;/b&gt; atau persenyawaannya yang beracun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;n.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Penyakit yang disebabkan oleh &lt;b&gt;flour &lt;/b&gt;atau persenyawaannya yang beracun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;o.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Penyakit yang disebabkan oleh &lt;b&gt;karbon disulfida.&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;p.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Penyakit yang disebabkan oleh &lt;b&gt;derivat halogen dari persenyawaan hidrokarbon alifatik atau aromatik &lt;/b&gt;yang beracun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;q.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Penyakit yang disebabkan oleh benzena atau homolognya yang beracun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;r.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Penyakit yang disebabkan oleh &lt;b&gt;derivat nitro dan amina dari benzena&lt;/b&gt; atau homolognya yang beracun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;s.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Penyakit yang disebabkan oleh &lt;b&gt;nitrogliserin atau ester asam nitrat&lt;/b&gt; lainnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;t.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Penyakit yang disebabkan oleh &lt;b&gt;alkohol, glikol atau keton&lt;/b&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;u.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Penyakit yang disebabkan oleh &lt;b&gt;gas atau uap penyebab asfiksia&lt;/b&gt;  atau keracunan seperti karbon monoksida, hidrogensianida, hidrogen  sulfida atau derivatnya yang beracun, amoniak, seng, braso dan nikel.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;v.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Kelainan pendengaran&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt; yang disebabkan oleh kebisingan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;w.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Penyakit yang disebabkan oleh &lt;b&gt;getaran mekanik&lt;/b&gt; (kelainan-kelainan otot, urat, tulang persendian, pembuluh darah tepi atau syaraf tepi).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;x.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Penyakit yang disebabkan oleh &lt;b&gt;pekerjaan dalam udara yang bertekanan lebih.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;y.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Penyakit yang disebabkan oleh &lt;b&gt;radiasi elektromagnetik dan radiasi yang mengion.&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;z.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Penyakit kulit &lt;b&gt;(dermatosis)&lt;/b&gt; yang disebabkan oleh penyebab fisik, kimiawi atau biologik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;å.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Kanker kulit epitelioma&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;primer&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt; yang disebabkan oleh ter, pic, bitumen, minyak mineral, antrasena, atau persenyawaan, produk atau residu adri zat tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;ä.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Kanker paru atau mesotelioma yang disebabkan oleh asbes&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;ö.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus, bakteri, atau parasit&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt; yang didapat dalam suatu pekerjaan yang memiliki resiko kontaminasi khusus.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;aa.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Penyakit yang disebabkan oleh suhu tinggi atau rendah atau panas radiasi atau kelembaban udara tinggi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;bb.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;Penyakit yang disebabkan oleh bahan kimia lainnya termasuk bahan obat&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 57.75pt; text-align: justify; text-indent: -39.75pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Diagnosis&lt;/span&gt; spesifik Penyakit Akibat Kerja&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Secara teknis penegakkan diagnosis dilakukan dengan (Budiono, Sugeng, 2003) : &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Anamnesis/wawancara meliputi : identitas, riwayat kesehatan, riwayat penyakit, keluhan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Riwayat pekerjaan (kunci awal diagnosis)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;1)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Sejak pertama kali bekerja.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;2)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Kapan,  bilamana, apa yang dikerjakan, bahan yang digunakan, jenis bahaya yang  ada, kejadian sama pada pekerja lain, pemakaian alat pelindung diri,  cara melakukan pekerjaan, pekerjaan lain yang dilakukan, kegemaran  (hobby), kebiasaan lain (merokok, alkohol)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;3)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Sesuai tingkat pengetahuan, pemahaman pekerjaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Membandingkan gejala penyakit waktu bekerja dan dalam keadaan tidak bekerja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;1)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;waktu bekerja gejala timbul/lebih berat, waktu tidak bekerja/istirahat gejala berkurang/hilang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;2)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Perhatikan juga kemungkinan pemajanan di luar tempat kerja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;3)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Informasi tentang ini dapat ditanyakan dalam anamnesis atau dari data penyakit di perusahaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;d.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pemeriksaaan fisik, yang dilakukan dengan catatan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.75in; text-align: justify; text-indent: -1in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;1)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;gejala dan tanda mungkin tidak spesifik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.75in; text-align: justify; text-indent: -1in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;2)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;pemeriksaan laboratorium penunjang membantu diagnostik klinik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;3)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;dugaan adanya penyakit akibat kerja dilakukan juga melalui pemeriksaan laboratorium khusus/pemeriksaan biomedik. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;e.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Pemeriksaan laboratorium khusus/pemeriksaan biomedik&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;1)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Misal : pemeriksaan spirometri, foto paru (pneumokoniosis-pembacaan standard ILO)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.75in; text-align: justify; text-indent: -1in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;2)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Pemeriksaan audiometri&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.75in; text-align: justify; text-indent: -1in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;3)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Pemeriksaan hasil metabolit dalam darah/urine.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;f.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Pemeriksaan/pengujian lingkungan kerja atau data higiene perusahaan, yang memerlukan :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;1)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;kerjasama dengan tenaga ahli higiene perusahaan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;2)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;kemampuan mengevaluasi faktor fisik/kimia berdasarkan data yang ada.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;span style=""&gt;3)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Pengenalan secara langsung cara/sistem kerja, intensitas dan lama pemajanan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;g.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Konsultasi keahlian medis/keahlian lain&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;1)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Seringkali  penyakit akibat kerja ditentukan setelah ada diagnosis klinik, kemudian  dicari faktor kausa di tempat kerja, atau melalui pengamatan/penelitian  yang relatif lebih lama. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;2)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dokter spesialis lainnya, ahli toksikologi dan dokter penasehat (kaitan dengan kompensasi)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 57.75pt; text-align: justify; text-indent: -39.75pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;Penerapan konsep &lt;i&gt;five level of prevention deseases&lt;/i&gt; pada PAK&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Penerapan konsep 5 tingkatan pencegahan penyakit (&lt;i&gt;five level of prevention deseases)&lt;/i&gt; pada Penyakit Akibat Kerja adalah (Silalahi, Benet dan Silalahi, Rumondang, 1985) :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;i&gt;Health Promotion&lt;/i&gt; (peningkatan kesehatan)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Misalnya  : pendidikan kesehatan, meningkatkan gizi yang baik, pengembangan  kepribadian, perusahaan yang sehat dan memadai, rekreasi, lingkungan  kerja yang memadai, penyuluhan perkawinan dan pendidikan seks,  konsultasi tentang keturunan dan pemeriksaan kesehatan periodik. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;i&gt;Specific Protection&lt;/i&gt; ( perlindungan khusus)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Misalnya : imunisasi, higiene perorangan, sanitasi lingkungan, proteksi terhadap bahaya dan kecelakaan kerja. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;i&gt;Early diagnosis and prompt treatment&lt;/i&gt; (diagnosa dini dan pengobatan tepat)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Misalnya  : diagnosis dini setiap keluhan dan pengobatan segera, pembatasan  titik-titik lemah untuk mencegah terjadinya komplikasi. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;d.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;i&gt;Disability limitation&lt;/i&gt; (membatasi kemungkinan cacat)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Misalnya  : memeriksa dan mengobati tenaga kerja secara komprehensif, mengobati  tenaga kerja secara sempurna, pendidikan kesehatan. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;e.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;i&gt;Rehabilitasi&lt;/i&gt; (pemulihan kesehatan)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Misalnya  : rehabilitasi dan mempekerjakan kembali para pekerja yang menderita  cacat. Sedapat mungkin perusahaan mencoba menempatkan karyawan-karyawan  cacat di jabatan-jabatan yang sesuai. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 57.75pt; text-align: justify; text-indent: -39.75pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Fungsi dan Tugas Perawat dalam K3&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Fungsi dan tugas perawat dalam usaha K3 di Industri adalah sebagai berikut (Effendy, Nasrul, 1998) :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 99pt; text-align: justify; text-indent: -63pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Fungsi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.75in; text-align: justify; text-indent: -1in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;1)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Mengkaji masalah kesehatan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.75in; text-align: justify; text-indent: -1in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;2)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Menyusun rencana asuhan keperawatan pekerja&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.75in; text-align: justify; text-indent: -1in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;3)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Melaksanakan pelayanan kesehatan dan keperawatan terhadap pekerja&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.75in; text-align: justify; text-indent: -1in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;4)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Penilaian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 99pt; text-align: justify; text-indent: -63pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tugas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.75in; text-align: justify; text-indent: -1in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;1)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pengawasan terhadap lingkungan pekerja&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.75in; text-align: justify; text-indent: -1in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;2)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Memelihara fasilitas kesehatan perusahaan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.75in; text-align: justify; text-indent: -1in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;3)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Membantu dokter dalam pemeriksaan kesehatan pekerja&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.75in; text-align: justify; text-indent: -1in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;4)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Membantu dalam penilaian keadaan kesehatan pekerja&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;5)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Merencanakan dan melaksanakan kunjungan rumah dan perawatan di rumah kepada pekerja dan keluarga pekerja yang mempunyai masalah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.75in; text-align: justify; text-indent: -1in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;6)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ikut menyelenggarakan pendidikan K3 terhadap pekerja &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.75in; text-align: justify; text-indent: -1in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;7)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Turut ambil bagian dalam usaha keselamatan kerja&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;8)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pendidikan kesehatan mengenai keluarga berencana terhadap pekerja dan keluarga pekerja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;9)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Membantu usaha penyelidikan kesehatan pekerja &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;10)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Mengkordinasi dan mengawasi pelaksanaan K3.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Kepustakaan :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Effendy, Nasrul. Dasar-dasar keperawatan kesehatan masyarakat, edisi 2. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Jakarta : EGC, 1998.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Peraturan Menaker No Per 01/MEN/1981 tentang Kewajiban Melapor Penyakit Akibat Kerja&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Pusat Kesehatan kerja dalam &lt;a href="http://www.depkes.go.id/"&gt;&lt;span style="text-decoration: none; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;www.depkes.go.id&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Rachman, Abdul, et al, 1990. Pedoman Studi Hiperkes pada Institusi Pendidikan Tenaga Sanitasi, Jakarta : Depkes RI, Pusdiknakes.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Setyaningsih, Yuliani, 2002. Pengantar ergonomi dalam Kumpulan Materi Kuliah Program Matrikulasi. Semarang : FKM UNDIP&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Silalahi,  Benet dan Silalahi, Rumondang, 1985. Manajemen Keselamatan dan  Kesehatan Kerja, Jakarta : PT Pustaka Binaman Pressindo.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Sumakmur, 1988, Higene Perusahaan dan Kesehatan Kerja, Jakarta : Haji Masagung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Sumakmur, 1993. Keselamatan dan pencegahan kecelakaan. Jakarta : Haji Masagung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="" lang="FI"&gt;www.gatra.com&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5174795030016746954-7427738271025297970?l=kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com/feeds/7427738271025297970/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com/2010/06/kesehatan-lingkungan-industri-dan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5174795030016746954/posts/default/7427738271025297970'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5174795030016746954/posts/default/7427738271025297970'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com/2010/06/kesehatan-lingkungan-industri-dan.html' title='Kesehatan Lingkungan Industri, dan Keselamatan Kerja'/><author><name>Neng Novie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15278417659884257785</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://1.bp.blogspot.com/_fg5YaBD5Q2c/TEsvUNfDcrI/AAAAAAAAAI4/UjehE7MGkn4/S220/contact.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5174795030016746954.post-1042800271175933271</id><published>2010-06-10T10:55:00.000-07:00</published><updated>2010-07-28T11:00:00.846-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puskesmas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan Lingkungan Puskesmas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan Lingkungan'/><title type='text'>Kesehatan Lingkungan Puskesmas dan Fungsi Puskesmas</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A. Fungsi Puskesmas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Puskesmas merupakan salah satu jenis organisasi yang sangat dirasakan  oleh masyarakat umum. Seiring dengan semangat reformasi dan otonomi  daerah maka banyak terjadi perubahanyang mendasar dalam sektor  kesehatan, yaitu terjadinya perubahan paradigma pembangunan kesehatan  menjadi ‘Paradigma Sehat’. Dengan paradigma baru ini, mendorong  terjadinya perubahan konsep yang sangat mendasar dalam pembangunan  kesehatan, antara lain:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a herf="'http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com" title="Kesehatan  Lingkungan Sekolah, Kesehatan Lingkungan Masyarakat, Kesehatan  Lingkungan Kerja, Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit, Kesehatan Lingkungan  Hidup, Kesehatan Lingkungan Pemukiman, Kesehatan Lingkungan ppt,  Kesehatan Lingkungan Industri, Kesehatan Lingkungan Puskesmas"&gt;&lt;img alt="Kesehatan Lingkungan Sekolah, Kesehatan Lingkungan Masyarakat,  Kesehatan Lingkungan Kerja, Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit, Kesehatan  Lingkungan Hidup, Kesehatan Lingkungan Pemukiman, Kesehatan Lingkungan  ppt, Kesehatan Lingkungan Industri, Kesehatan Lingkungan Puskesmas" src="http://kabarsumenep.blogdetik.com/files/2010/01/cover_gowa_id.jpg" title="Kesehatan Lingkungan Sekolah, Kesehatan Lingkungan Masyarakat,  Kesehatan Lingkungan Kerja, Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit, Kesehatan  Lingkungan Hidup, Kesehatan Lingkungan Pemukiman, Kesehatan Lingkungan  ppt, Kesehatan Lingkungan Industri, Kesehatan Lingkungan Puskesmas" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;a. Pembangunan kesehatan yang semula lebih menekankan pada upaya kuratif  dan rehabilitatif, menjadi lebih fokus pada upaya preventif dan kuratif  tanpa mengabaikan kuratif-rehabilitatif,&lt;br /&gt;b. Pelaksanaan upaya kesehatan yang semula lebih bersifat terpilah-pilah  (fragmente ) berubah menjadi kegiatan yang terpadu (integrated),&lt;br /&gt;c. Sumber pembiayaan kesehatan yang semula lebih banyak dari pemerintah,  berubah menjadi pembiayaan kesehatan lebih banyak dari masyarakat,&lt;br /&gt;d. Pergeseran pola pembayaran dalam pelayanan kesehatan yang semula fee for service menjadi pembayaran secarapra-upaya,&lt;br /&gt;e. Pergeseran pemahaman tentang kesehatan dari pandangan konsumtif menjadi investasi,&lt;br /&gt;f. Upaya kesehatan yang semula lebih banyak dilakukan oleh pemerintah,  akan bergeser lebih banyak dilakukan oleh masyarakat sebagai “mitra”  pemerintah (partnership),&lt;br /&gt;g. Pembangunan kesehatan yang semula bersifat terpusat (centralization), menjadi otonomi daerah (decentralization),&lt;br /&gt;h.  Pergeseran proses perencanaan dari top down menjadi bottom up seiring dengan era desentralisasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;B. Upaya Pelayanan Masyarakat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Upaya pelayanan masyarakat dapat di bedakan menjadi 2 :&lt;br /&gt;1. Upaya Kesehatan Wajib&lt;br /&gt;a. Upaya Promosi Kesehatan&lt;br /&gt;b. Upaya Kesehatan Lingkungan&lt;br /&gt;c. Upaya Kesahatan Ibu dan Anak dan KB&lt;br /&gt;d. Upaya perbaikan Gizi Masyarakat&lt;br /&gt;e. Upaya Pemberantasan Penyakit Menular&lt;br /&gt;f. Upaya Pengobatan&lt;br /&gt;2. Upaya Kesehatan Pengembangan&lt;br /&gt;a. Upaya Kesehatan Sekolah&lt;br /&gt;b. Upaya Kesehatan Gigi dan Mulut&lt;br /&gt;c. Upaya Kesehatan Kerja&lt;br /&gt;d. Upaya Kesehatan Mata&lt;br /&gt;e. Upaya Kesehatan Usia Lanjut&lt;br /&gt;f. Upaya Pembinaan Pengobatan Tradisional&lt;br /&gt;g. Upaya Laboratorium Medis dan Laboratorium Kesehatan Masyarakat serta peningkatan Surveiland Epidemiologi untuk pencatatan&lt;br /&gt;h. Jaring Pengaman Sosial Bidang Kesehatan (JPSBK) dan PKPSBBM&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;C. Pembiayaan Puskesmas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sumber Pembiayaan Puskesmas antara lain :&lt;br /&gt;1. Pemerintah&lt;br /&gt;Sumber biaya berasal dari Pemerintah Kabupaten yang dibedakan atas dana  pembangunan dan dana anggaran rutin. Dana ini diturunkan secara bertahap  ke Puskesmas melalui Dinas Kesehatan Kabupaten.&lt;br /&gt;2. Retribusi&lt;br /&gt;Retribusi merupakan salah satu sumber pendapatan Puskesmas yang  membiayai upaya kesehatan perorangan yang pemanfaatanya dan besarnya  ditentukan oleh Pemerintah Daerah.&lt;br /&gt;3. PT. ASKES&lt;br /&gt;Puskesmas menerima dana dari PT. ASKES yang peruntukannya sebagai imbal  jasa kepada peserta ASKES yaitu Pegawai Negeri Sipil (PNS)&lt;br /&gt;4. PT. JAMSOSTEK&lt;br /&gt;Puskesmas menerima dana dari PT. JAMSOSTEK yang peruntukannya sebagai  imbal jasa kepada peserta JAMSOSTEK yaitu Pegawai / karyawan yang berada  dibawah naungan Dinas Tenaga Kerja.&lt;br /&gt;5. BPP (Badan Penyantun Puskesmas)&lt;br /&gt;Dengan memberdayakan potensi yang dimiliki masyarakat dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;D. Model Organisasi Puskesmas Era Desentralisasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pengembangan model puskesmas mengikuti skenario yang paling sesuai  dengan kondisi lingkungan dan kinerja puskesmas. Dikembangkan dua  skenario besar, yang pertama skenario pada kondisi dimana sistem  pembayaran didominasi oleh out of pocket. Pada skenario ini kondisi  lingkungan puskesmas yang harus diperhatikan adalah daya beli  masyarakat, beban pelayanan public goods dan kondisi persaingan dengan  swasta. Skenario kedua didasarkan pada kondisi dimana sistem pembayaran  sudah didominasi oleh sistem asuransi atau jaminan, sebagaimana  diamanatkan oleh UU SJSN, maka kondisi lingkungan yang harus  diperhatikan adalah besarnya persaingan dengan swasta dan besarnya beban  public goods yang harus ditanggung.&lt;br /&gt;Dengan dikembangkannya skenario tersebut, maka setidaknya akan ada 4 macam model puskesmas, yakni :&lt;br /&gt;1. Puskesmas public enterprise,&lt;br /&gt;2. Puskesmas public goods,&lt;br /&gt;3. Puskesmas private goods dan&lt;br /&gt;4. Puskesmas konvensional.&lt;br /&gt;Pada kondisi ekstrem, akan dilakukan liquidasi atau merger dengan  puskesmas terdekat. Untuk puskesmas Industri, Pariwisata, Pedesaan, dan  Perkotaan tetapan mengikuti skenario. Selengkapnya skenario tersebut  dapat dilihat pada tabel berikut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Table 1&lt;strong&gt;.&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;Skenario pengembangan puskesmas pada kondisi sistem pembayaran didominasi oleh out of pocket.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;table style="height: 179px;" width="452" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td colspan="2" rowspan="2" valign="top" width="241"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td colspan="2" valign="top" width="288"&gt;Daya Beli Masyarakat&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top" width="144"&gt;Tinggi&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="144"&gt;Rendah&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td rowspan="2" width="109"&gt;Beban &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Public Goods&lt;/em&gt; Tinggi&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="132"&gt;Persaingan dengan Swasta Tinggi&lt;/td&gt; &lt;td width="144"&gt;&lt;em&gt;Puskesmas Public Goods&lt;/em&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="144"&gt;&lt;em&gt;Puskesmas Public Goods&lt;/em&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td width="132"&gt;Persaingan dengan Swasta Rendah&lt;/td&gt; &lt;td width="144"&gt;&lt;em&gt;Puskesmas Public Enterprise&lt;/em&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="144"&gt;&lt;em&gt;Puskesmas&lt;/em&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Konvensional&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td rowspan="2" width="109"&gt;Beban &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Public Goods &lt;/em&gt;Rendah&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="132"&gt;Persaingan dengan Swasta Tinggi&lt;/td&gt; &lt;td width="144"&gt;&lt;em&gt;Puskesmas Public Enterprise, atau Liquidasi&lt;/em&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="144"&gt;&lt;em&gt;Liquidasi atau Merger&lt;/em&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td width="132"&gt;Persaingan dengan Swasta Rendah&lt;/td&gt; &lt;td width="144"&gt;&lt;em&gt;Puskesmas Private Goods&lt;/em&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="144"&gt;&lt;em&gt;Puskesmas Konvensio&lt;/em&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Table 2&lt;strong&gt;.&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;Skenario pengembangan puskesmas pada kondisi sistem pembayaran didominasi oleh sistem asuransi atau jaminan.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;table style="height: 106px;" width="452" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td colspan="2" rowspan="2" valign="top" width="241"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td colspan="2" valign="top" width="288"&gt;Beban &lt;em&gt;Public Goods&lt;/em&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top" width="144"&gt;Tinggi&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="144"&gt;Rendah&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td rowspan="2" width="109"&gt;Persaingan dengan swasta&lt;/td&gt; &lt;td width="132"&gt;Tinggi&lt;/td&gt; &lt;td width="144"&gt;&lt;em&gt;Puskesmas&lt;/em&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Public Goods&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="144"&gt;&lt;em&gt;Likuidasi atau&lt;/em&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Merger&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td width="132"&gt;Rendah&lt;/td&gt; &lt;td width="144"&gt;&lt;em&gt;Puskesmas Public Enterprise&lt;/em&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="144"&gt;&lt;em&gt;Puskesmas   Public Enterprise, Private Goods&lt;/em&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5174795030016746954-1042800271175933271?l=kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com/feeds/1042800271175933271/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com/2010/06/kesehatan-lingkungan-puskesmas-dan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5174795030016746954/posts/default/1042800271175933271'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5174795030016746954/posts/default/1042800271175933271'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com/2010/06/kesehatan-lingkungan-puskesmas-dan.html' title='Kesehatan Lingkungan Puskesmas dan Fungsi Puskesmas'/><author><name>Neng Novie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15278417659884257785</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://1.bp.blogspot.com/_fg5YaBD5Q2c/TEsvUNfDcrI/AAAAAAAAAI4/UjehE7MGkn4/S220/contact.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5174795030016746954.post-5562143649769748250</id><published>2010-06-02T11:00:00.000-07:00</published><updated>2010-07-28T11:03:12.307-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan Lingkungan Hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan Lingkungan Adalah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesehatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan Lingkungan'/><title type='text'>Masalah-masalah Kesehatan Lingkungan di Indonesia</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;DASAR KESEHATAN LINGKUNGAN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ragil Setiyabudi, SKM&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18.7pt; text-indent: -18.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;A.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;Konsep dan Batasan Kesehatan Lingkungan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 37.4pt; text-indent: -18.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Pengertian kesehatan &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 117pt; text-indent: -79.6pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;a)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Menurut &lt;b&gt;WHO&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 56.1pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;“Keadaan  yg meliputi kesehatan fisik, mental, dan sosial yg tidak hanya berarti  suatu keadaan yg bebas dari penyakit dan kecacatan.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 117pt; text-indent: -79.6pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;b)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Menurut &lt;b&gt;UU &lt;/b&gt;No 23 / 1992 ttg&lt;b&gt; kesehatan &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 56.1pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;“Keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 108pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 37.4pt; text-indent: -18.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Pengertian lingkungan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 37.4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Menurut Encyclopaedia of science &amp;amp; technology (1960)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 37.4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;“ Sejumlah kondisi di luar dan mempengaruhi kehidupan dan perkembangan organisme.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 37.4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Menurut Encyclopaedia Americana (1974)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 37.4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;“ Pengaruh yang ada di atas/sekeliling organisme.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 37.4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Menurut A.L. Slamet Riyadi (1976)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 37.4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;“  Tempat pemukiman dengan segala sesuatunya dimana organismenya hidup  beserta segala keadaan dan kondisi yang secara langsung maupun tidak dpt  diduga ikut mempengaruhi tingkat kehidupan maupun kesehatan dari  organisme itu.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 37.4pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 37.4pt; text-indent: -18.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Pengertian kesehatan lingkungan &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 37.4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Menurut HAKLI (Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 37.4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;“  Suatu kondisi lingkungan yang mampu menopang keseimbangan ekologi yang  dinamis antara manusia dan lingkungannya untuk mendukung tercapainya  kualitas hidup manusia yang sehat dan bahagia.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 37.4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Menurut WHO (World Health Organization)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 37.4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;“Suatu keseimbangan ekologi yang harus ada antara manusia dan lingkungan agar dapat menjamin keadaan sehat dari manusia.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 37.4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Menurut kalimat yang merupakan gabungan (sintesa dari Azrul Azwar, Slamet Riyadi, WHO dan Sumengen)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 37.4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;“  Upaya perlindungan, pengelolaan, dan modifikasi lingkungan yang  diarahkan menuju keseimbangan ekologi pd tingkat kesejahteraan manusia  yang semakin meningkat.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18.7pt; text-indent: -18.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;B.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;Ruang lingkup kesehatan lingkungan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 37.4pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Menurut WHO ada 17 ruang lingkup kesehatan lingkungan :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 37.4pt; text-indent: -18.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;1)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Penyediaan Air Minum&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 37.4pt; text-indent: -18.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;2)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pengelolaan air Buangan dan pengendalian pencemaran&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 37.4pt; text-indent: -18.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;3)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Pembuangan Sampah Padat&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 37.4pt; text-indent: -18.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;4)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Pengendalian Vektor&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 37.4pt; text-indent: -18.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;5)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pencegahan/pengendalian pencemaran tanah oleh ekskreta manusia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 37.4pt; text-indent: -18.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;6)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Higiene makanan, termasuk higiene susu&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 37.4pt; text-indent: -18.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;7)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Pengendalian pencemaran udara&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 37.4pt; text-indent: -18.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;8)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Pengendalian radiasi&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 37.4pt; text-indent: -18.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;9)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Kesehatan kerja&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 37.4pt; text-indent: -18.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;10)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Pengendalian kebisingan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 37.4pt; text-indent: -18.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;11)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Perumahan dan pemukiman&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 37.4pt; text-indent: -18.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;12)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Aspek kesling dan transportasi udara&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 37.4pt; text-indent: -18.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;13)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Perencanaan daerah dan perkotaan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 37.4pt; text-indent: -18.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;14)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Pencegahan kecelakaan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 37.4pt; text-indent: -18.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;15)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Rekreasi umum dan pariwisata&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 37.4pt; text-indent: -18.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;16)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tindakan-tindakan sanitasi yang berhubungan dengan keadaan epidemi/wabah, bencana alam dan perpindahan penduduk.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 37.4pt; text-indent: -18.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;17)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tindakan pencegahan yang diperlukan untuk menjamin lingkungan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 37.4pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Menurut Pasal 22 ayat (3) UU No 23 tahun 1992&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ruang lingkup kesling ada 8 :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 92.8pt; text-indent: -74.1pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;1)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Penyehatan Air dan Udara&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 92.8pt; text-indent: -74.1pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;2)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Pengamanan Limbah padat/sampah&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 92.8pt; text-indent: -74.1pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;3)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Pengamanan Limbah cair&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 92.8pt; text-indent: -74.1pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;4)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Pengamanan limbah gas&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 92.8pt; text-indent: -74.1pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;5)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Pengamanan radiasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 92.8pt; text-indent: -74.1pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;6)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Pengamanan kebisingan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 92.8pt; text-indent: -74.1pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;7)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Pengamanan vektor penyakit&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 92.8pt; text-indent: -74.1pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;8)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Penyehatan dan pengamanan lainnya : Misal Pasca bencana.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 74.8pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18.7pt; text-indent: -18.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;C.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sasaran kesehatan lingkungan (Pasal 22 ayat (2) UU 23/1992&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 144pt; text-indent: -125.3pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;1)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Tempat umum : &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;hotel, terminal, pasar, pertokoan, dan usaha-usaha yang sejenis&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 144pt; text-indent: -125.3pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;2)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Lingkungan pemukiman : rumah tinggal, asrama/yang sejenis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 144pt; text-indent: -125.3pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;3)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Lingkungan kerja : perkantoran, kawasan industri/yang sejenis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 144pt; text-indent: -125.3pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;4)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Angkutan umum : kendaraan darat, laut dan udara yang digunakan untuk umum.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 37.4pt; text-indent: -18.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;5)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Lingkungan  lainnya : misalnya yang bersifat khusus seperti lingkungan yang berada  dlm keadaan darurat, bencana perpindahan penduduk secara besar2an,  reaktor/tempat yang bersifat khusus.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 126pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18.7pt; text-indent: -18.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;D.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;Sejarah perkembangan kesehatan lingkungan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 144pt; text-indent: -125.3pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;1)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Sebelum Orba&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 56.1pt; text-indent: -18.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Th 1882 : UU ttg hygiene dlm Bahasa Belanda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 56.1pt; text-indent: -18.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Th 1924 Atas Prakarsa Rochefeller foundation didirikan Rival Hygiene Work di Banyuwangi dan Kebumen.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 56.1pt; text-indent: -18.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Th 1956 : Integrasi usaha pengobatan dan usaha kesehatan lingkungan di Bekasi hingga didirikan Bekasi Training Centre&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 56.1pt; text-indent: -18.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Prof. Muchtar mempelopori tindakan kesehatan lingkungan di Pasar Minggu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 56.1pt; text-indent: -18.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Th  1959 : Dicanangkan program pemberantasan Malaria sebagai program  kesehatan lingkungan di tanah air (12 Nopember = Hari Kesehatan  Nasional)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 144pt; text-indent: -125.3pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;2)&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Setelah Orba&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 56.1pt; text-indent: -18.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Th 1968 : Program kesehatan lingkungan masuk dalam upaya pelayanan Puskesmas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 56.1pt; text-indent: -18.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Th 1974 : Inpres Samijaga (Sarana Air Minum dan Jamban Keluarga)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 56.1pt; text-indent: -18.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Adanya Program Perumnas, Proyek Husni Thamrin, Kampanye Keselamatan dan kesehatan kerja, dll.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18.7pt; text-indent: -18.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;E.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Konsep hubungan interaksi antara Host – Agent Environmental&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 37.4pt; text-indent: -18.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tiga &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;komponen/faktor yang berperan dalam menimbulkan penyakit Model Ecology (JHON GORDON).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 56.1pt; text-indent: -18.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Agent (Agen/penyebab) : adalah penyebab penyakit pada manusia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 56.1pt; text-indent: -18.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Host (tuan Rumah/Induk semang/penjamu/pejamu) adalah manusia yang ditumpangi penyakit.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 56.1pt; text-indent: -18.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Lingkungan/environmental : Segala sesuatu yang berada di luar kehidupan organisme Cth : Lingkungan Fisik, Kimia, Biologi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 56.1pt; text-indent: -28.05pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Interaksi antara agent, host dan lingkungan serta model ekologinya adalah sebagai berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 144pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Antara agent Host dan lingkungan dalam keadaan &lt;b&gt;seimbang &lt;/b&gt;sehingga tidak terjadi penyakit. Gambar sebagai berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:line id="_x0000_s1026" style="'position:absolute;flip:y;z-index:1'" from="20.55pt,10.4pt" to="182.45pt,10.55pt" strokeweight="2.25pt"&gt;  &lt;w:wrap side="left"&gt; &lt;/v:line&gt;&lt;v:line id="_x0000_s1027" style="'position:absolute;flip:x;z-index:2'" from="99.7pt,10.1pt" to="99.8pt,43.8pt" strokeweight="2.25pt"&gt;  &lt;w:wrap side="left"&gt; &lt;/v:line&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;table align="left" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td width="25" height="11"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pejamu&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;                          &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Agent&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;                   &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Lingkungan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 144pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 144pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Peningkatan kemampuan agent&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; untuk menginfeksi manusia serta mengakibatkan penyakit pada manusia. Gambar sebagai berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:line id="_x0000_s1030" style="'position:absolute;left:0;text-align:left;z-index:5'" from="26.95pt,13.2pt" to="179.95pt,40.2pt" strokeweight="2.25pt"&gt;  &lt;w:wrap side="left"&gt; &lt;/v:line&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;table align="left" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td width="34" height="16"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/INTERNET/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image002.gif" shapes="_x0000_s1030" width="208" height="40" /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:line id="_x0000_s1031" style="'position:absolute;left:0;text-align:left;flip:x;" from="99.65pt,5.1pt" to="99.75pt,38.8pt" strokeweight="2.25pt"&gt;  &lt;w:wrap side="left"&gt; &lt;/v:line&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style="position: absolute; z-index: 6; left: 0px; margin-left: 131px; margin-top: 5px; width: 4px; height: 49px;"&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/INTERNET/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image003.gif" shapes="_x0000_s1031" width="4" height="49" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pejamu&lt;span style=""&gt;                                   &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;                             &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;                   &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Agent&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;                     &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Lingkungan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 144pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 144pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 144pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Perubahan lingkungan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; menyebabkan meningkatnya perkembangan agent. &lt;/span&gt;Gambar sebagai berikut :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 144pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 144pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pejamu&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:line id="_x0000_s1029" style="'position:absolute;left:0;text-align:left;flip:x;z-index:4;" from="132.15pt,16.8pt" to="132.25pt,50.5pt" strokeweight="2.25pt"&gt;  &lt;w:wrap side="left"&gt; &lt;/v:line&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style="position: absolute; z-index: 4; left: 0px; margin-left: 174px; margin-top: 20px; width: 4px; height: 49px;"&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/INTERNET/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image004.gif" shapes="_x0000_s1029" width="4" height="49" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:line id="_x0000_s1028" style="'position:absolute;left:0;text-align:left;flip:y;z-index:3;" from="35pt,7.9pt" to="170pt,34.9pt" strokeweight="2.25pt"&gt;  &lt;w:wrap side="left"&gt; &lt;/v:line&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;span style="position: absolute; z-index: 3; left: 0px; margin-left: 45px; margin-top: 9px; width: 184px; height: 40px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Agent&lt;span style=""&gt;                                                              &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;                                  &lt;/span&gt;Lingkungan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 37.4pt; text-indent: -18.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Karakteristik 3 komponen/ faktor yang berperan dalam menimbulkan penyakit&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 37.4pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;1) Karakteristik Lingkungan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 144pt; text-indent: -106.6pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Fisik : Air, Udara, Tanah, Iklim, Geografis, Perumahan, Pangan, Panas, radiasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 144pt; text-indent: -106.6pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Sosial : Status sosial, agama, adat istiadat, organisasi sosial politik, dll.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 144pt; text-indent: -106.6pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Biologis : Mikroorganisme, serangga, binatang, tumbuh-tumbuhan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 37.4pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 37.4pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;2) Karakteristik Agent/penyebab penyakit&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 37.4pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Agent  penyakit dapat berupa agent hidup atau agent tidak hidup. Agent  penyakit dapat dikualifikasikan menjadi 5 kelompok, yaitu :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 167.6pt; text-indent: -111.5pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Agent biologis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 37.4pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Beberapa penyakit beserta penyebab spesifiknya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;table class="MsoNormalTable" style="border: medium none; margin-left: 37.4pt; border-collapse: collapse;" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border: 1pt solid windowtext; padding: 0cm 5.4pt; width: 80.2pt;" valign="top" width="107"&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 0cm; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Jenis agent&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 177.7pt;" valign="top" width="237"&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 0cm; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Spesies agent&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 128.85pt;" valign="top" width="172"&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 0cm; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Nama penyakit&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 80.2pt;" valign="top" width="107"&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 0cm;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Metazoa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 177.7pt;" valign="top" width="237"&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 0cm;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ascaris lumbrico&lt;/span&gt;ides&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 128.85pt;" valign="top" width="172"&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 0cm;"&gt;Ascariasis&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 80.2pt;" valign="top" width="107"&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 0cm;"&gt;Protozoa&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 177.7pt;" valign="top" width="237"&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 0cm;"&gt;&lt;i&gt;Plasmodium vivax&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 128.85pt;" valign="top" width="172"&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 0cm;"&gt;Malaria Quartana&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 80.2pt;" valign="top" width="107"&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 0cm;"&gt;Fungi&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 177.7pt;" valign="top" width="237"&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 0cm;"&gt;&lt;i&gt;Candida albicans &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 128.85pt;" valign="top" width="172"&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 0cm;"&gt;Candidiasis&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 80.2pt;" valign="top" width="107"&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 0cm;"&gt;Bakteri&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 177.7pt;" valign="top" width="237"&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 0cm;"&gt;&lt;i&gt;Salmonella typhi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 128.85pt;" valign="top" width="172"&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 0cm;"&gt;Typhus abdominalis&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 80.2pt;" valign="top" width="107"&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 0cm;"&gt;Rickettsia&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 177.7pt;" valign="top" width="237"&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 0cm;"&gt;&lt;i&gt;Rickettsia   tsutsugamushi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 128.85pt;" valign="top" width="172"&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 0cm;"&gt;Scrub typhus&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 80.2pt;" valign="top" width="107"&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 0cm;"&gt;Virus&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 177.7pt;" valign="top" width="237"&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 0cm;"&gt;&lt;i&gt;Virus influenza&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 128.85pt;" valign="top" width="172"&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 0cm;"&gt;Influenza&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 0cm;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 167.6pt; text-indent: -111.5pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Agent nutrien : protein, lemak, karbohidrat, vitamin, mineral, dan air.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 167.6pt; text-indent: -111.5pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Agent fisik : suhu, kelembaban, kebisingan, radiasi, tekanan, panas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 167.6pt; text-indent: -111.5pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;d.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Agent chemis/kimia : &lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;eksogen contoh ; alergen,gas, debu, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 56.1pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;                                         &lt;/span&gt;endogen contoh ; metabolit, hormon.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 167.6pt; text-indent: -111.5pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;e.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Agent mekanis : gesekan, pukulan, tumbukan,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang dapat menimbulkan kerusakan jaringan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 37.4pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 37.4pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;3) Karakteristik Host/pejamu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 56.1pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Faktor  manusia sangat kompleks dalam proses terjadinya penyakit dan tergantung  dari karakteristik yang dimiliki oleh masing – masing individu, yakni :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 74.8pt; text-indent: -18.7pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Umur&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;: penyakit arterosklerosis pada usia lanjut, penyakit kanker pada usia pertengahan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 74.8pt; text-indent: -18.7pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Seks&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;: resiko kehamilan pada wanita, kanker prostat pada laki-laki&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 74.8pt; text-indent: -18.7pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Ras&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;: sickle cell anemia pada ras negro&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 74.8pt; text-indent: -18.7pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;span style=""&gt;d.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Genetik&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;: buta warna, hemofilia, diabetes, thalassemia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 74.8pt; text-indent: -18.7pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;e.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Pekerjaan&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;: asbestosis, bysinosis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 74.8pt; text-indent: -18.7pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;f.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Nutrisi&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;: gizi kurang menyebabkan TBC, obesitas, diabetes&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 74.8pt; text-indent: -18.7pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;g.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Status kekebalan : kekebalan terhadap penyakit virus yang tahan lama dan seumur hidup.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 74.8pt; text-indent: -18.7pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;h.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Adat istiadat&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;: kebiasaan makan ikan mentah menyebabkan cacing hati.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 74.8pt; text-indent: -18.7pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;i.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Gaya hidup&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;: merokok, minum alkohol&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 74.8pt; text-indent: -18.7pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;j.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Psikis&lt;span style=""&gt;             &lt;/span&gt;: stress menyebabkan hypertensi, ulkus peptikum, insomnia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 110.8pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18.7pt; text-indent: -18.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;F.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;Masalah-masalah Kesehatan Lingkungan di Indonesia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 72pt; text-indent: -53.3pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;Air Bersih&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 37.4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Air  bersih adalah air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari yang  kualitasnya memenuhi syarat kesehatan dan dapat diminum apabila telah  dimasak. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);" lang="SV"&gt;Air minum adalah air yang kualitasnya memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung diminum.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 37.4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);" lang="SV"&gt;Syarat-syarat Kualitas Air Bersih diantaranya adalah sebagai berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 56.1pt; text-align: justify; text-indent: -18.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);" lang="SV"&gt;Syarat Fisik : Tidak berbau, tidak berasa, dan tidak berwarna &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 56.1pt; text-align: justify; text-indent: -18.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);" lang="FI"&gt;Syarat Kimia : Kadar Besi : maksimum yang diperbolehkan 0,3 mg/l, Kesadahan (maks 500 mg/l)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 56.1pt; text-align: justify; text-indent: -18.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Syarat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Mikrobiologis : Koliform tinja/total koliform (maks 0 per 100 ml air)&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 72pt; text-indent: -53.3pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;Pembuangan Kotoran/Tinja&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 37.4pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Metode pembuangan tinja yang baik yaitu dengan jamban dengan syarat sebagai berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 56.1pt; text-align: justify; text-indent: -18.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);" lang="FI"&gt;Tanah permukaan tidak boleh terjadi kontaminasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 56.1pt; text-align: justify; text-indent: -18.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);" lang="FI"&gt;Tidak boleh terjadi kontaminasi pada air tanah yang mungkin memasuki mata air atau sumur&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 56.1pt; text-align: justify; text-indent: -18.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);" lang="PT-BR"&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);" lang="PT-BR"&gt;Tidak boleh terkontaminasi air permukaan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 56.1pt; text-align: justify; text-indent: -18.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);" lang="PT-BR"&gt;&lt;span style=""&gt;d.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);" lang="PT-BR"&gt;Tinja tidak boleh terjangkau oleh lalat dan hewan lain&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 56.1pt; text-align: justify; text-indent: -18.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;e.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);" lang="SV"&gt;Tidak boleh terjadi penanganan tinja segar ; atau, bila memang benar-benar diperlukan, harus dibatasi seminimal mungkin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 56.1pt; text-align: justify; text-indent: -18.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;f.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);" lang="SV"&gt;Jamban harus babas dari bau atau kondisi yang tidak sedap dipandang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 56.1pt; text-align: justify; text-indent: -18.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;g.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);" lang="SV"&gt;Metode pembuatan dan pengoperasian harus sederhana dan tidak mahal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 37.4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 72pt; text-indent: -53.3pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;Kesehatan Pemukiman&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 56.1pt; text-indent: -18.7pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Secara umum rumah dapat dikatakan sehat apabila memenuhi kriteria sebagai berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 65.45pt; text-indent: -18.7pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Memenuhi kebutuhan &lt;b&gt;fisiologis&lt;/b&gt;, yaitu : pencahayaan, penghawaan dan ruang gerak yang cukup, terhindar dari kebisingan yang mengganggu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 65.45pt; text-indent: -18.7pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Memenuhi kebutuhan &lt;b&gt;psikologis&lt;/b&gt;, yaitu : privacy yang cukup, komunikasi yang sehat antar anggota keluarga dan penghuni rumah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 65.45pt; text-indent: -18.7pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Memenuhi persyaratan &lt;b&gt;pencegahan penularan penyakit&lt;/b&gt;  antarpenghuni rumah dengan penyediaan air bersih, pengelolaan tinja dan  limbah rumah tangga, bebas vektor penyakit dan tikus, kepadatan hunian  yang tidak berlebihan, cukup sinar matahari pagi, terlindungnya makanan  dan minuman dari pencemaran, disamping pencahayaan dan penghawaan yang  cukup.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 65.45pt; text-indent: -18.7pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;d.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Memenuhi persyaratan &lt;b&gt;pencegahan terjadinya kecelakaan&lt;/b&gt;  baik yang timbul karena keadaan luar maupun dalam rumah antara lain  persyaratan garis sempadan jalan, konstruksi yang tidak mudah roboh,  tidak mudah terbakar, dan tidak cenderung membuat penghuninya jatuh  tergelincir.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 72pt; text-indent: -53.3pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;Pembuangan Sampah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 56.1pt; text-indent: -18.7pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;Teknik pengelolaan sampah yang baik harus memperhatikan faktor-faktor/unsur :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 56.1pt; text-indent: -18.7pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Penimbulan  sampah. Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi sampah adalah jumlah  penduduk dan kepadatanya, tingkat aktivitas, pola kehidupan/tk sosial  ekonomi, letak geografis, iklim, musim, dan kemajuan teknologi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 56.1pt; text-indent: -18.7pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Penyimpanan sampah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 56.1pt; text-indent: -18.7pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pengumpulan, pengolahan dan pemanfaatan kembali.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 56.1pt; text-indent: -18.7pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;d.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Pengangkutan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 56.1pt; text-indent: -18.7pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;e.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Pembuangan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 37.4pt;"&gt;Dengan  mengetahui unsur-unsur pengelolaan sampah, kita dapat mengetahui  hubungan dan urgensinya masing-masing unsur tersebut agar kita dapat  memecahkan masalah-masalah ini secara efisien.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 72pt; text-indent: -53.3pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;Serangga dan Binatang Pengganggu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 37.4pt; text-indent: 18.7pt;"&gt;Serangga sebagai reservoir (habitat dan &lt;i&gt;suvival) &lt;/i&gt;bibit  penyakit yang kemudian disebut sebagai vektor misalnya : pinjal tikus  untuk penyakit pes/sampar, Nyamuk Anopheles sp untuk penyakit Malaria,  Nyamuk Aedes sp untuk Demam Berdarah Dengue (DBD), Nyamuk Culex sp untuk  Penyakit Kaki Gajah/Filariasis. Penanggulangan/pencegahan dari penyakit  tersebut diantaranya dengan merancang rumah/tempat pengelolaan makanan  dengan &lt;i&gt;rat proff&lt;/i&gt; (rapat tikus), Kelambu yang dicelupkan dengan  pestisida untuk mencegah gigitan Nyamuk Anopheles sp, Gerakan 3 M  (menguras mengubur dan menutup) tempat penampungan air untuk mencegah  penyakit DBD, Penggunaan kasa pada lubang angin di rumah atau dengan  pestisida untuk mencegah penyakit kaki gajah dan usaha-usaha sanitasi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 37.4pt; text-indent: 18.7pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Binatang  pengganggu yang dapat menularkan penyakit misalnya anjing dapat  menularkan penyakit rabies/anjing gila. Kecoa dan lalat dapat menjadi  perantara perpindahan bibit penyakit ke makanan sehingga menimbulakan  diare. Tikus dapat menyebabkan Leptospirosis dari kencing yang  dikeluarkannya yang telah terinfeksi bakteri penyebab. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 72pt; text-indent: -53.3pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;6.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;Makanan dan Minuman&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 37.4pt; text-indent: 18.7pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sasaran  higene sanitasi makanan dan minuman adalah restoran, rumah makan, jasa  boga dan makanan jajanan (diolah oleh pengrajin makanan di tempat  penjualan dan atau disajikan sebagai makanan siap santap untuk dijual  bagi umum selain yang disajikan jasa boga, rumah makan/restoran, dan  hotel). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 37.4pt; text-indent: 18.7pt;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);" lang="FI"&gt;Persyaratan hygiene &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;sanitasi&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);" lang="FI"&gt; makanan dan minuman tempat pengelolaan makanan meliputi :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 153pt; text-indent: -115.6pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Persyaratan lokasi dan bangunan;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 153pt; text-indent: -115.6pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);" lang="PT-BR"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);" lang="PT-BR"&gt;Persyaratan fasilitas sanitasi;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 153pt; text-indent: -115.6pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);" lang="SV"&gt;Persyaratan dapur, ruang makan dan gudang makanan;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 153pt; text-indent: -115.6pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;d.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);" lang="SV"&gt;Persyaratan bahan makanan dan makanan jadi;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 153pt; text-indent: -115.6pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style=""&gt;e.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Persyaratan pengolahan makanan;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 153pt; text-indent: -115.6pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;f.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);" lang="FI"&gt;Persyaratan penyimpanan bahan makanan dan makanan jadi;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 153pt; text-indent: -115.6pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style=""&gt;g.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Persyaratan peralatan yang digunakan.&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 72pt; text-indent: -53.3pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;7.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;Pencemaran Lingkungan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 37.4pt; text-indent: 18.7pt;"&gt;Pencemaran  lingkungan diantaranya pencemaran air, pencemaran tanah, pencemaran  udara. Pencemaran udara dapat dibagi lagi menjadi indoor air pollution  dan out door air pollution. Indoor air pollution merupakan problem  perumahan/pemukiman serta gedung umum, bis kereta api, dll. Masalah ini  lebih berpotensi menjadi masalah kesehatan yang sesungguhnya, mengingat  manusia cenderung berada di dalam ruangan ketimbang berada di jalanan. &lt;span style="" lang="SV"&gt;Diduga akibat pembakaran kayu bakar, bahan bakar rumah tangga&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lainnya  merupakan salah satu faktor resiko timbulnya infeksi saluran pernafasan  bagi anak balita. Mengenai masalah out door pollution atau pencemaran  udara di luar rumah, berbagai analisis data menunjukkan bahwa ada  kecenderungan peningkatan. Beberapa penelitian menunjukkan adanya  perbedaan resiko dampak pencemaran pada beberapa kelompok resiko tinggi  penduduk kota dibanding pedesaan. Besar resiko relatif tersebut adalah  12,5 kali lebih besar. Keadaan ini, bagi jenis pencemar yang akumulatif,  tentu akan lebih buruk di masa mendatang. Pembakaran hutan untuk dibuat  lahan pertanian atau sekedar diambil kayunya ternyata membawa dampak  serius, misalnya infeksi saluran pernafasan akut, iritasi pada mata,  terganggunya jadual penerbangan, terganggunya ekologi hutan. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 18.7pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18.7pt; text-indent: -18.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;G.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;Penyebab masalah kesehatan lingkungan di Indonesia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-indent: -53.3pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Pertambahan dan kepadatan penduduk.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-indent: -53.3pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Keanekaragaman sosial budaya dan adat istiadat dari sebagian besar penduduk.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-indent: -53.3pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Belum memadainya pelaksanaan fungsi manajemen.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18.7pt; text-indent: -18.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;span style=""&gt;H.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Hubungan dan pengaruh kondisi lingkungan terhadap kesehatan masyarakat di perkotaan dan pemukiman&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Contoh&lt;b&gt; &lt;/b&gt;hubungan dan pengaruh kondisi lingkungan terhadap kesehatan masyarakat di perkotaan dan pemukiman diantaranya sebagai berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 37.4pt; text-indent: -18.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Urbanisasi  &gt;&gt;&gt;kepadatan kota &gt;&gt;&gt; keterbatasan lahan  &gt;&gt;&gt;daerah slum/kumuh&gt;&gt;&gt;sanitasi kesehatan lingkungan  buruk&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 37.4pt; text-indent: -18.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Kegiatan  di kota (industrialisasi) &gt;&gt;&gt; menghasilkan limbah cair  &gt;&gt;&gt;dibuang tanpa pengolahan (ke sungai) &gt;&gt;&gt;sungai  dimanfaatkan untuk mandi, cuci, kakus&gt;&gt;&gt;penyakit menular.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 37.4pt; text-indent: -18.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Kegiatan  di kota (lalu lintas alat transportasi)&gt;&gt;&gt;emisi gas buang  (asap) &gt;&gt;&gt;mencemari udara kota&gt;&gt;&gt;udara tidak layak  dihirup&gt;&gt;&gt;penyakit ISPA.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 37.4pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18.7pt; text-indent: -18.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;I.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;Healthy City (Kabupaten/kota sehat)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18.7pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;Dalam  tatanan desentralisasi/otonomi daerah di bidang kesehatan, pencapaian  Visi Indonesia Sehat 2010 ditentukan oleh pencapaian Visi Pembangunan  Kesehatan setiap provinsi (yaitu Provinsi sehat). &lt;span style="" lang="SV"&gt;Khusus  untuk Kabupaten/Kota, penetapan indikator hendaknya mengacu kepada  indikator yang tercantum dalam Standard Pelayanan Minimal (SPM) Bidang  Kesehatan. &lt;b&gt;SPM ini dimasukkan sebagai bagian dari Indikator Kabupaten/Kota Sehat.&lt;/b&gt;  Kemudian ditambah ha-hal spesifik yang hanya dijumpai/dilaksanakan di  Kabupaten/Kota yang bersangkutan. Misalnya Kota/Kabupaten yang area  pertaniannya luas dicantumkan indikator pemakaian pestisida.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18.7pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;Di dalam SPM Kab/kota di Propinsi Jawa Tengah (Keputusan Gubernur Jawa Tengah ) pada point (huruf) “U” tentang &lt;b&gt;Penyuluhan Perilaku Sehat&lt;/b&gt; disebutkan terdapat item &lt;b&gt;Rumah Tangga Sehat (item 1)&lt;/b&gt;,  dimana disebutkan bahwa Rumah Tangga sehat adalah Proporsi Rumah Tangga  yang memenuhi minimal 11 (sebelas) dari 16 indikator Perilaku Hidup  Bersih dan Sehat (PHBS) tatanan Rumah Tangga. Lima diantara 16 indikator  merupakan Perilaku yang berhubungan dengan Kesehatan Lingkungan, yaitu :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18.7pt; text-align: justify; text-indent: 0cm; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Menggunakan Air Bersih untuk kebutuhan sehari-hari&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18.7pt; text-align: justify; text-indent: 0cm; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Menggunakan jamban yang memenuhi syarat kesehatan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18.7pt; text-align: justify; text-indent: 0cm; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Membuang sampah pada tempat yang disediakan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18.7pt; text-align: justify; text-indent: 0cm; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Membuang air limbah pada saluran yang memenuhi syarat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18.7pt; text-align: justify; text-indent: 0cm; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Mencuci tangan sebelum makan dan sesudah buang air besar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18.7pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Terdapat juga Penilaian &lt;b&gt;Rumah Sehat&lt;/b&gt; (rumah secara fisik : pencahayaan, kelembaban, ventilasi, dll)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18.7pt; text-align: justify; text-indent: 17.3pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Selain Rumah Tangga sehat terdapat pula point “R” yakni &lt;b&gt;Pelayanan Kesehatan Lingkungan&lt;/b&gt; dimana item pertama &lt;b&gt;(Institusi yang dibina)&lt;/b&gt;  meliputi RS, Puskesmas, Sekolah, Instalasi Pengolahan Air Minum,  Perkantoran, Industri Rumah Tangga dan Industri Kecil serta tempat  penampungan pengungsi. Institusi yang dibina tersebut adalah unit kerja  yang dalam memberikan pelayanan/jasa potensial menimbulkan resiko/dampak  kesehatan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18.7pt; text-align: justify; text-indent: 17.3pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Secara garis besar dapat diterangkan dengan diagram berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18.7pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:line id="_x0000_s1032" style="'position:absolute;" from="56.1pt,11.45pt" to="56.1pt,38.45pt"&gt;  &lt;v:stroke endarrow="block"&gt; &lt;/v:line&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style="position: absolute; z-index: 7; left: 0px; margin-left: 69px; margin-top: 14px; width: 12px; height: 39px;"&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/INTERNET/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image006.gif" shapes="_x0000_s1032" width="12" height="39" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Indonesia Sehat 2010&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18.7pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18.7pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:line id="_x0000_s1033" style="'position:absolute;" from="55.35pt,12.5pt" to="55.35pt,39.5pt"&gt;  &lt;v:stroke endarrow="block"&gt; &lt;/v:line&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style="position: absolute; z-index: 8; left: 0px; margin-left: 68px; margin-top: 16px; width: 12px; height: 39px;"&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/INTERNET/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image007.gif" shapes="_x0000_s1033" width="12" height="39" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Indikator Indonesia Sehat (Kep. &lt;span style="" lang="SV"&gt;MenKes No 1202/MENKES/SK/VIII/2003) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18.7pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18.7pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:line id="_x0000_s1034" style="'position:absolute;" from="54.6pt,30.8pt" to="54.6pt,57.8pt"&gt;  &lt;v:stroke endarrow="block"&gt; &lt;/v:line&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style="position: absolute; z-index: 9; left: 0px; margin-left: 67px; margin-top: 40px; width: 12px; height: 39px;"&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/INTERNET/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image006.gif" shapes="_x0000_s1034" width="12" height="39" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Standard Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di Kab/Kota (KepMen 1457/Menkes/SK/X/2003)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18.7pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18.7pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:line id="_x0000_s1035" style="'position:absolute;" from="149.6pt,26.95pt" to="224.4pt,26.95pt"&gt;  &lt;v:stroke endarrow="block"&gt; &lt;/v:line&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style="position: absolute; z-index: 10; left: 0px; margin-left: 198px; margin-top: 30px; width: 103px; height: 12px;"&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/INTERNET/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image008.gif" shapes="_x0000_s1035" width="103" height="12" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Standard Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan Kab/Kota di Provinsi Jawa Tengah (Kep.Gub. Jateng No 71 tahun 2004)&lt;span style=""&gt;                             &lt;/span&gt;Point “U” dan “R”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yaitu :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 162.7pt; text-align: justify; text-indent: 17.3pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Institusi yang dibina &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 162.7pt; text-align: justify; text-indent: 17.3pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Rumah Tangga Sehat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 180pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:line id="_x0000_s1036" style="'position:absolute;" from="185.85pt,12.75pt" to="185.85pt,39.75pt"&gt;  &lt;v:stroke endarrow="block"&gt; &lt;/v:line&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style="position: absolute; z-index: 11; left: 0px; margin-left: 242px; margin-top: 16px; width: 12px; height: 39px;"&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/INTERNET/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image009.gif" shapes="_x0000_s1036" width="12" height="39" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Rumah Sehat &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 180pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18.7pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kumpulan Rumah Sehat, Rumah Tangga Sehat dan Institusi-institusi yang dibina akan mewujudkan Kabupaten/Kota sehat (Healthy City)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18.7pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 0cm;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kepustakaan :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 37.4pt; text-indent: -37.4pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Achmadi, Umar Fahmi, 1991. &lt;i&gt;Transformasi Kesehatan Lingkungan dan Kesehatan Kerja di Indonesia&lt;/i&gt;, Jakarta : UI Press.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 37.4pt; text-indent: -37.4pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Azwar, 1983. &lt;i&gt;Pengantar Kesehatan Lingkungan&lt;/i&gt;. Mutiara. Jakarta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 37.4pt; text-indent: -37.4pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Depkes RI, 1982. &lt;i&gt;Sistem Kesehatan Nasional&lt;/i&gt;. &lt;/span&gt;Depkes RI.Jakarta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 37.4pt; text-indent: -37.4pt; line-height: normal;"&gt;Ehler, Victor M. 1965., &lt;i&gt;Municifal and Rural Sanitation&lt;/i&gt;. Mc. Graw Hill, Publishing Company Ltd, New Delhi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 37.4pt; text-align: justify; text-indent: -37.4pt;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Harsanto, et al.2002. &lt;i&gt;Pedoman Teknis Penilaian Rumah Sehat&lt;/i&gt;. Jakarta : Depkes RI.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 37.4pt; text-align: justify; text-indent: -37.4pt;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Keputusan Gubernur Jawa Tengah No 71 tahun 2004 tentang &lt;i&gt;Standard Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan Kab/Kota di Provinsi Jawa Tengah&lt;/i&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 37.4pt; text-align: justify; text-indent: -37.4pt;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Keputusan Menteri Kesehatan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;No 1202/MENKES/SK/VIII/2003 tentang &lt;i&gt;Indikator Indonesia Sehat 2010 dan Penetapan Indikator Provinsi Sehat dan Kabupaten/Kota Sehat&lt;/i&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 37.4pt; text-align: justify; text-indent: -37.4pt;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Keputusan Menteri Kesehatan No 1457/Menkes/SK/X/2003 &lt;i&gt;Standard Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di Kab/Kota&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);" lang="FI"&gt;Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1098/MENKES/SK/VII/2003 tentang &lt;i&gt;Persyaratan Hygiene Sanitasi Rumah Makan dan Restoran&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 37.4pt; text-indent: -37.4pt; line-height: normal;"&gt;Leavel and Clark. 1965. &lt;i&gt;Preventive Medicine for the Doctor in His Community&lt;/i&gt;, 3&lt;sup&gt;th&lt;/sup&gt; Edition, McGraw-Hill Inc, New York.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 37.4pt; text-align: justify; text-indent: -37.4pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Notoatmodjo, Soekidjo.2003. &lt;i&gt;Ilmu Kesehatan Masyarakat ; Prinsip-prinsip Dasar&lt;/i&gt;. Jakarta : Rineka Cipta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 37.4pt; text-indent: -37.4pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Peraturan Menteri Kesehatan No 416 tahun 1990 tentang &lt;i&gt;Syarat-syarat dan Pengawasan Kualitas Air&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 37.4pt; text-indent: -37.4pt; line-height: normal;"&gt;Purdom, 1980. &lt;i&gt;Environmental Health&lt;/i&gt;.second edition. Academic Press.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 37.4pt; text-align: justify; text-indent: -37.4pt;"&gt;Soeparman dan Suparmin. &lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;2001.&lt;i&gt;Pembuangan Tinja dan Limbah Cair : Suatu Pengantar.&lt;/i&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Jakarta : EGC.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 37.4pt; text-indent: -37.4pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Undang-undang Nomor 23 tahun 1992 tentang &lt;i&gt;Kesehatan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 37.4pt; text-indent: -37.4pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Wagner &amp;amp; Lanoix,1958. &lt;/span&gt;&lt;i&gt;Excreta Disposal for Rural Areas and Small Comunities&lt;/i&gt;, World Health Organization. Geneva.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 37.4pt; text-indent: -37.4pt; line-height: normal;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;Soal Latihan :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18.7pt; text-align: justify; text-indent: -18.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sebutkan pengertian kesehatan lingkungan menurut sintesa dari Azrul Azwar, Slamet Riyadi, WHO dan Sumengen !&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18.7pt; text-align: justify; text-indent: -18.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sebutkan ruang lingkup kesehatan lingkungan menurut&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pasal 22 ayat (3) UU No 23 tahun 1992 !&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18.7pt; text-align: justify; text-indent: -18.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Jelasakan konsep hubungan interaksi antara tiga komponen yang berperan dalam menimbulkan penyakit model ecology (Jhon Gordon) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18.7pt; text-align: justify; text-indent: -18.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sebutkan karakteristik host, agent dan environmental dan beri contoh masing-masing 2 (diua) buah !&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18.7pt; text-align: justify; text-indent: -18.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sebutkan masalah-masalah kesehatan lingkungan di Indonesia dan apa penyebabnya ?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18.7pt; text-align: justify; text-indent: -18.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;6.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Jelaskan  dengan contoh (2 saja), hubungan dan pengaruh kondisi lingkungan  terhadap kesehatan masyarakat di perkotaan dan pemukiman !&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;7.&lt;span style="font-family: &amp;quot;;font-size:7;&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Jelaskan dengan diagram, kaitan antara Indonesia sehat 2010, kesehatan lingkungan dan Healty city !&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5174795030016746954-5562143649769748250?l=kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com/feeds/5562143649769748250/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com/2010/06/masalah-masalah-kesehatan-lingkungan-di.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5174795030016746954/posts/default/5562143649769748250'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5174795030016746954/posts/default/5562143649769748250'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kesehatanlingkunganhidup.blogspot.com/2010/06/masalah-masalah-kesehatan-lingkungan-di.html' title='Masalah-masalah Kesehatan Lingkungan di Indonesia'/><author><name>Neng Novie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15278417659884257785</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://1.bp.blogspot.com/_fg5YaBD5Q2c/TEsvUNfDcrI/AAAAAAAAAI4/UjehE7MGkn4/S220/contact.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
